Amalan Nisfu Syaban: Baca Yasin Tiga Kali dan Keutamannya

Amalan Nisfu Syaban: Baca Yasin Tiga Kali dan Keutamannya

Anindya Milagsita - detikJateng
Rabu, 21 Jan 2026 23:00 WIB
Ilustrasi baca al-quran
Ilustrasi membaca surat Yasin. Foto: Getty Images/Alihan Usullu
Solo -

Berlangsungnya bulan Syaban akan diwarnai dengan adanya Nisfu Syaban yang berlangsung pada pertengahan bulan. Dengan begitu, kaum muslim dapat menghidupkannya dengan berbagai amalan baik yang semata-mata ditujukan kepada Allah SWT. Apa saja amalan Nisfu Syaban?

Menurut 'Kumpulan Ceramah dan Doa untuk Berbagai Acara' tulisan Gamal Komandoko, Nisfu Syaban berasal dari kata 'Nisfu' yang berarti setengah atau separuh bulan. Sementara itu, Syaban adalah bulan ke-8 dalam tahun Hijriah. Syaban juga dikenal sebagai bulan yang berada di tengah-tengah antara Rajab dan Ramadhan.

Biasanya pertengahan bulan Syaban terjadi di tanggal 15. Oleh karena itu, Nisfu Syaban berlangsung pada 15 Syaban. Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya 'Ulumuddin menyebut malam Nisfu Syaban sebagai malam yang penuh dengan pertolongan dari Allah SWT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maka tak heran, tidak sedikit kaum muslim yang berusaha menghidupkan Nisfu Syaban dengan berbagai amalan baik. Termasuk mengerjakan amalan-amalan sunnah yang penuh keutamaan. Untuk lebih jelasnya, mari simak berbagai amalan Nisfu Syaban dan keutamaannya bagi setiap muslim.

Poin Utamanya:

ADVERTISEMENT
  • Jadwal Nisfu Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026, sedangkan malam Nisfu Syaban dimulai Senin malam, 2 Februari 2026 setelah Maghrib sesuai pergantian hari dalam kalender Hijriah.
  • Amalan Nisfu Syaban meliputi puasa sunnah, memperbanyak dzikir dan istighfar, membaca Surat Yasin tiga kali, serta berdoa memohon ampunan, keselamatan, dan keberkahan.
  • Keutamaan Nisfu Syaban adalah malam penuh rahmat, di mana Allah SWT membuka rahmat dan mengabulkan doa hamba-Nya, kecuali bagi orang yang musyrik dan yang masih menyimpan permusuhan.

Jadwal Nisfu Syaban

Sebelum mengetahui amalan-amalan untuk dikerjakan pada Nisfu Syaban, terlebih dahulu mari ketahui jadwal berlangsungnya di tahun ini. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, Nisfu Syaban atau pertengahan bulan Syaban biasanya berlangsung pada tanggal 15 Syaban.

Apabila mengacu pada Kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, 15 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Untuk itu, masih ada waktu yang cukup panjang bagi kaum muslim dalam mempersiapkan dirinya dalam menyambut datangnya waktu yang istimewa tersebut.

Kemudian tidak hanya Nisfu Syaban yang begitu dinantikan, ada juga malam Nisfu Syaban yang tak kalah menyimpan berbagai keutamaan. Berbeda dengan Nisfu Syaban di tanggal 15 Syaban, malam Nisfu Syaban justru sudah berlangsung sehari sebelumnya. Mengapa? Sebab, pergantian hari dalam tahun Hijriah berbeda dengan Masehi.

Prof Dr H Faisal Ismail, MA, dalam bukunya 'Islam Yang Produktif: Titik Temu Visi Keumatan dan Kebangsaan' menjelaskan hari dalam tahun Masehi berganti tepat di tengah malam hari karena didasarkan pada peredaran matahari. Sementara itu, tahun Hijriah berganti hari pada saat tenggelamnya matahari atau Maghrib. Alasannya, karena penanggalan Hijriah berdasarkan peredaran bulan.

Untuk itu, malam Nisfu Syaban sudah akan berlangsung pada 14 Syaban, tepatnya di waktu matahari terbenam atau Maghrib. Apabila merujuk pada kalender yang sama, 14 Syaban 1447 H jatuh di hari Selasa, 2 Februari 2026.

Amalan Nisfu Syaban

Ada begitu banyak amalan yang bisa dikerjakan saat Nisfu Syaban maupun malam Nisfu Syaban. Kendati begitu, terdapat salah satu amalan yang sangat dianjurkan karena berasal dari sunnah Rasulullah SAW. Amalan yang dimaksud adalah puasa sunnah.

Menurut buku 'Inilah Alasan Rasulullah SAW Menganjurkan Puasa Sunah' oleh H AmIrulloh Syarbini dan Hj Iis Nur'aeni Afgandi, Rasulullah SAW banyak-banyak berpuasa di bulan Syaban. Terdapat sebuah riwayat hadits yang menerangkan tentang anjuran berpuasa sunnah di bulan Syaban. Diriwayatkan dari Aisyah r.a. yang menuturkan:

"Aku tidak melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa satu bulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Dan aku tidak melihat beliau pada bulan-bulan yang lain berpuasa lebih banyak dari bulan Syaban." (HR. Muttafaqun 'Alaih)

Sementara itu, ada juga keterangan hadits senada yang diriwayatkan dalam hadits lain. Sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah r.a.:

"Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa (sunnah) lebih banyak melainkan di bulan Syaban, yaitu Beliau berpuasa pada bulan itu seluruhnya." (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

Selain berpuasa, ada juga berbagai amalan sunnah lainnya yang juga dapat dikerjakan oleh kaum muslim guna menghidupkan Nisfu Syaban maupun malam Nisfu Syaban itu sendiri. Berikut sejumlah amalan Nisfu Syaban untuk menjadi acuan bagi kaum muslim.

1. Memperbanyak Dzikir

Salah satu amalan di bulan Syaban secara luas bisa dilakukan dengan memperbanyak dzikir. Seperti halnya dijelaskan dalam 'Buku Harian Orang Islam: Agenda Syar'i Muslim/Muslimah Teladan Sepanjang Tahun' oleh Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, yang menyebut adanya bacaan dzikir di bulan Syaban.

Dzikir bulan Syaban bisa dilantunkan sebanyak 70 kali setiap hari. Berikut bacaan yang dimaksud:

Laa ilaaha illallaahu, walaa na'budu illaa iyaahu, mukhlishiina lahuddiin, walau karihal kaafiruun.

Artinya: "Tiada Tuhan yang berhak disembah, kecuali Allah. Dan kami hanya menyembah kepada-Nya, dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata, sekalipun orang-orang kafir itu merasa benci."

2. Membaca Surat Yasin Tiga Kali

Surat Yasin termasuk dalam ayat suci Al-Quran yang biasanya dibaca oleh kalangan muslim di waktu-waktu tertentu. Satu di antaranya adalah Nisfu Syaban. Sebagaimana diuraikan dalam buku 'Gus Dewa Menjawab: Membahas Permasalahan-Permasalahan Fikih, Keimanan, dan Kehidupan' tulisan Gus Dewa, Nisfu Syaban bisa diisi dengan membaca Surat Yasin sebanyak 3 kali.

Terdapat niat berbeda dalam membaca Yasin tiga kali. Pertama, Yasin bisa diniatkan untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan umur yang panjang dan kemudahan dalam menjalankan ibadah kepada-Nya.

Kemudian Yasin kedua untuk memohon agar diberikan keselamatan dan perlindungan dari Allah SWT. Niat ini juga dapat diperuntukkan sebagai harapan agar diberikan kelancaran dalam mencari rezeki.

Terakhir, bacaan Yasin ketiga untuk diniatkan agar Allah SWT senantiasa memberikan kecukupan dan melimpahkan rasa syukur. Kemudian niat ketiga juga dapat menjadi wujud permohonan agar diberi husnul khatimah saat nantinya menghadap Allah SWT.

3. Membaca Istighfar

Sebagai bagian dari dzikir, kalimat istighfar juga dapat dibaca oleh kaum muslim sepanjang bulan ini. Terdapat sebuah bacaan istighfar yang dapat diamalkan sebanyak 70 kali setiap harinya.

Mengacu dari buku 'Doa & Amalan di Bulan Rajab, Sya'ban & Ramadhan' oleh Tim Zahra, berikut bacaan istighfar yang dimaksud:

أسْتَغْفِرُ اللهَ وَ أَسْأَلُهُ التَّوْبَة

Astaghfirullaba wa as'alubut-taubah

Artinya: "Aku memohon ampunan dari Allah dan aku memohon taubat kepada-Nya."

4. Sholat Sunnah

Sejatinya, belum ada hadits shahih yang memberikan anjuran untuk mengisi Nisfu Syaban atau malam Nisfu Syaban dengan mengamalkan sholat sunnah. Sebaliknya, ada sebuah hadits yang dinilai dhaif jiddan atau maudhu tentang mengerjakan sholat di saat Nisfu Syaban.

Imam Abu Wafa dalam bukunya 'Panduan Sholat Rosulullah 2' memberikan penjelasan tentang hadits yang dimaksud. Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu yang menuturkan Rasulullah SAW pernah bersabda:

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النَّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا، وَصُومُوا نَهَارَهَا ؛ فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، فَيَقُولُ : أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرِ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ ؟ أَلَا مُسْتَرْزِقُ فَأَرْزُقَهُ ؟ أَلَا مُبْتَى فَأُعَافِيَهُ ؟ أَلَا كَذَا ؟ أَلَا كَذَا ؟ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

"Apabila sudah sampai pertengahan bulan Syaban maka berdirilah sholat pada malam harinya dan berpuasa pada siang harinya Sesungguhnya Allah turun pertengahan bulan tersebut saat tenggelam matahari ke pada langit dunia, lalu berfirman Adakah yang meminta ampun kepadaku niscaya Aku akan mengampuninya. Adakah yang meminta rezeki kepadaku, niscaya Aku akan memberinya, Adakah yang sakit niscaya Aku akan menyehatkannya dan sebagainya hingga terbit fajar" (HR. Ibnu Majah Nomor 1388).

Mengingat anjuran mengerjakan sholat sunnah di Nisfu Syaban masih menuai perbedaan pandangan, maka kaum muslim bisa melakukan amalan lainnya sebagai opsi. Wallahu a'lam.

5. Banyak-banyak Berdoa

Berdoa kepada Allah SWT menjadi bagian dari ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan kapan saja oleh kaum muslim. Entah itu Nisfu Syaban, malam Nisfu Syaban, maupun waktu-waktu yang lain.

Rasulullah SAW senantiasa mengisi waktunya dengan berdoa, salah satunya saat menyambut bulan Rajab tiba. Mengutip dari buku 'Formulasi Doa Mustajab: Merajut Harapan Menjadi Kenyataan' tulisan Wahyu Agam, SSI, SH, Lc, MAg, terdapat sebuah riwayat yang menuturkan Nabi Muhammad SAW menyambut Rajab dengan berdoa agar turut diberikan keberkahan di bulan Syaban dan disampaikan di bulan Ramadhan. Sebagaimana diriwayatkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ

Artinya: "Dari Anas bin Malik berkata, bahwa Rasulullah SAW jika masuk bulan Rajab, dia berkata: 'Allahumma barik lanaa fii Rajaba wa Syaban wa barik lanaa fii Ramadhan' (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban dan berkahilah kami di bulan Ramadhan)" (HR. Ahmad Nomo 2228).

Keutamaan Nisfu Syaban

Lantas, apa sajakah keutamaan Nisfu Syaban? Di dalam 'Buku Pegangan Khotbah Jumat Sepanjang Tahun' tulisan Muhammad Ikhsannudin, SPd, MPd, malam Nisfu Syaban adalah waktu yang mana Allah SWT akan mengabulkan setiap permintaan dari hamba-Nya. Sebagaimana diterangkan dalam sebuah riwayat yang menyebut Rasulullah SAW pernah bersabda:

إِذَا كَانَ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانُ نَادَى مُنَادٍ هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَأُعْطِيَهُ

Artinya: "Apabila tiba malam Nisfu Syaban, maka malaikat berseru menyampaikan dari Allah: adakah orang yang memohon ampun maka Aku ampuni, adakah orang yang meminta sesuatu maka Aku berikan permintaannya." (HR. al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman)

Sementara itu, di dalam riwayat lainnya disampaikan Allah SWT memberikan rahmat bagi seluruh makhluk-Nya di malam Nisfu Syaban. Kecuali mereka yang bermusuhan atau orang-orang musyrik. Nabi Muhammad SAW bersabda:

يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ الجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ وَالطَّبَرَانِي وَالْبَيْهَقِيُّ

Artinya: "Allah merahmati para hamba-Nya di malam Nisfu Syaban, maka la mengampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang yang musyrik atau pada seorang yang memiliki permusuhan." (HR. Ibnu Hibban, at-Thabarani, dan al-Baihaqi)

Dengan mengetahui amalan Nisfu Syaban beserta keutamaannya, diharapkan dapat menjadi acuan bagi kaum muslim untuk mengamalkannya. Semoga informasi ini membantu.

FAQ tentang Nisfu Syaban

Nisfu Syaban 2026 jatuh pada tanggal berapa?

Nisfu Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026, berdasarkan Kalender Hijriah Kementerian Agama RI. Sementara itu, malam Nisfu Syaban dimulai sejak Senin, 2 Februari 2026 setelah waktu Maghrib, karena pergantian hari dalam kalender Hijriah terjadi saat matahari terbenam.

Apakah puasa Nisfu Syaban dianjurkan?

Puasa sunnah di bulan Syaban sangat dianjurkan karena Rasulullah SAW memperbanyak puasa di bulan Syaban.

Mengapa Nisfu Syaban dianggap istimewa dalam Islam?

Karena pada bulan Syaban, amalan manusia diangkat kepada Allah SWT dan malam Nisfu Syaban menjadi salah satu waktu yang dipenuhi rahmat dan ampunan-Nya.



(par/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads