Info Lur! Jalur Pendakian Gunung Lawu Karanganyar Ditutup Selama Februari

Info Lur! Jalur Pendakian Gunung Lawu Karanganyar Ditutup Selama Februari

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Senin, 26 Jan 2026 13:32 WIB
Pintu masuk jalur pendakian Gunung Lawu, Cemoro Kandang, Tawangmangu, Karanganyar, Minggu (21/6/2020).
Foto: Pintu masuk jalur pendakian Gunung Lawu, Cemoro Kandang, Tawangmangu, Karanganyar, Minggu (21/6/2020). (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Karanganyar -

Jalur pendakian Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar akan ditutup selama satu bulan pada Februari 2026. Kebijakan itu tertuang pada Pengumuman Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Nomor P/500.13.1/11/2026.

Kepala Disparpora Karanganyar, Hari Purnomo, mengatakan berdasarkan hasil rapat dengan Perhutani, penutupan jalur akan dilaksanakan pada tanggal 1-28 Februari 2026. Penutupan meliputi jalur pendakian Lawu Via Cemoro Kandang, Pendakian Lawu Via Cetho, Pringgodani dan Taman Saraswati.

"Tujuan penutupan untuk menormalisasi jalur pendakian tersebut. Karena beberapa waktu terakhir jalur pendakian tersebut ada yang tergerus, rusak, papan pengumuman yang rusak. Sehingga kami perlu merehabilitasi untuk kenyamanan para pengunjung," kata Hari saat dihubungi awak media, Senin (26/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penutupan jalur tersebut sengaja dilakukan pada bulan Februari, karena pada tanggal 18 Februari sudah memasuki bulan suci Ramadan. Sehingga jumlah pendaki akan menurun, dan dimanfaatkan untuk dilakukan rehabilitasi jalur.

ADVERTISEMENT

Rehabilitasi jalur ini juga meliputi perbaikan fasilitas pendakian, jalur lintasan, rambu-rambu keselamatan, serta kebersihan lingkungan di kawasan Gunung Lawu. Diharapkan hal ini akan menjamin keselamatan pengunjung serta menjaga keberlanjutan fungsi kawasan wisata alam.

"Karena bulan puasa pendaki sedikit, sehingga dimanfaatkan untuk perbaikan jalur, jalur air sehingga perlu dipantau dan diuruk sehingga tidak tergerus terus menerus," jelasnya.

Hari menjelaskan, kegiatan pemulihan akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari petugas Disparpora, Perhutani, masyarakat sekitar kawasan hutan, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), hingga relawan.

"Kami akan bekerja sama dengan masyarakat dan relawan. Ini bentuk gotong royong untuk menjaga Gunung Lawu sebagai kawasan wisata alam agar tetap lestari dan aman dikunjungi," pungkasnya.



(apu/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads