- Pertolongan Pertama Asam Lambung Naik Malam Hari 1. Naikkan Posisi Kepala 2. Tenangkan Diri 3. Minum Air dan Kunyah Permen Karet 4. Isi Perut dengan Sedikit Makanan 5. Gunakan Obat-obatan
- Tips Mencegah Asam Lambung Naik Malam Hari
- FAQ tentang Asam Lambung 1. Apa bedanya GERD dengan acid reflux? 2. Apakah air hangat bisa meredakan asam lambung? 3. Apakah asam lambung bikin sesak napas?
Pasien Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) bisa tiba-tiba 'diserang' pada tengah malam saat sedang tidur. Perut terasa nyeri, disusul rasa panas di dada dan asam di kerongkongan. Itu berarti, asam lambung sedang terpantik naik.
Dirujuk dari Canadian Digestive Health Foundation (CDHF), penyebab asam lambung naik malam hari adalah posisi tubuh sedemikian rupa saat tidur. Ketika beristirahat, tubuh manusia melandai di atas kasur, menyebabkan tidak adanya bantuan gravitasi untuk mencegah asam mengganas.
Pada malam hari, gejala GERD terasa lebih kuat dibanding saat Matahari masih bersinar terik. Apa alasannya? Tingkat keasaman lambung memang meningkat, sedangkan pengosongan makanan dan cairan dari lambung menurun. Di samping itu, otot sfingter esofagus bagian bawah lebih 'santai', memampukan asam lambung merangsek naik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa yang harus dilakukan saat GERD menyerang di malam hari?
Poin Utamanya:
- Ada banyak penyebab asam lambung naik pada malam hari. Di antaranya adalah posisi tubuh yang terlentang dan otot sfingter berelaksasi.
- Saat asam lambung naik, segera ubah posisi. Duduklah sebentar atau buat kepala lebih tinggi.
- Lanjutkan penanganan dengan minum air hangat, sedikit makan, atau minum obat jika diperlukan.
Pertolongan Pertama Asam Lambung Naik Malam Hari
1. Naikkan Posisi Kepala
Pertama-tama, ada kemungkinan asam lambung naik karena posisi kepala kurang tinggi. Oleh karena itu, coba beri ganjalan kepala dengan bantal, guling, atau selimut, sebagaimana disarankan laman Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga.
Pada intinya, buat kepala lebih tinggi dibanding anggota tubuh lain. Praktik ini bertujuan mencegah asam lambung bergerak lebih jauh lagi ke kerongkongan. Duduk sebentar juga bisa membantu.
2. Tenangkan Diri
Serangan asam lambung pasti terasa sakit. Namun, detikers mesti sebisa mungkin coba bersikap tenang. Dikutip dari Verywell Health, kondisi stres justru membuat gejala-gejala GERD terasa lebih parah.
Tenangkan diri dengan menerapkan teknik-teknik pernapasan yang lazim dipakai. Tarik napas, lalu hembuskan perlahan-lahan. Biarkan tubuh rileks. Hindari ketegangan apa pun yang justru memperburuk kondisi.
3. Minum Air dan Kunyah Permen Karet
Menurut penjelasan dari Scripps Health, minum air membantu sistem pencernaan bekerja optimal. Dalam kondisi asam naik, air membantu mengencerkan asam lambung sekaligus membuat tubuh merasa lega.
Teruntuk para pencinta permen karet, ada kabar baik. Penelitian dalam jurnal Digestion menunjukkan, mengunyah permen karet mempercepat keluarnya asam dari kerongkongan. Pastikan memilih permen karet yang mengandung sedikit gula, ya, detikers!
4. Isi Perut dengan Sedikit Makanan
Kadang kala, rongrongan dari asam lambung terasa begitu kuat sehingga seseorang muntah. Dalam kondisi perut kosong, asam lambung mungkin menimbulkan kerusakan yang lebih parah.
Oleh karena itu, cobalah makan biarpun sedikit. Ambil makanan kira-kira 30 sampai 1 jam setelah muntah. Dengan kehadiran makanan, tubuh akan mendapat energi tambahan usai kelelahan.
Selain itu, makanan ringan yang mudah dicerna dapat membantu menyerap sebagian asam lambung dan melapisi dinding lambung agar tidak terus teriritasi. Pilih porsi kecil dan hindari makanan pedas, asam, atau berminyak agar lambung bisa pulih tanpa memicu muntah ulang.
5. Gunakan Obat-obatan
Sering kali, GERD terasa begitu ampuh sehingga butuh obat-obatan untuk menenangkannya. Apoteker mungkin merekomendasikan antacids atau alginates yang membantu meredakan gejala. Perlu dicatat, obat pereda semacam ini bukan bertujuan menyembuhkan total, melainkan solusi sesaat.
"Sebaiknya obat ini diminum bersama makanan atau segera setelah makan, karena saat itulah Anda paling mungkin mengalami mulas. Obat ini juga mungkin bekerja lebih lama jika diminum bersama makanan," saran dari NHS, dikutip pada Minggu (25/1/2026).
6. Tidur Menghadap Kiri
Dikutip dari Gastroenterology Consultants of San Antonio, saat akan tidur lagi, detikers sebaiknya tidur menghadap ke arah kiri. Studi membuktikan, tidur dengan bagian kiri tubuh di bawah membantu mengurangi gerakan asam lambung.
Posisi ini membuat letak lambung berada lebih rendah dari kerongkongan, sehingga asam lambung lebih sulit naik saat tidur. Agar hasilnya optimal, usahakan kepala sedikit lebih tinggi dengan bantal dan hindari langsung berbaring telentang setelah gejala mereda.
Tips Mencegah Asam Lambung Naik Malam Hari
Dilansir WebMD, ada beberapa tips untuk mengurangi kemungkinan asam lambung naik pada malam hari, sebagai berikut:
- Tidur miring ke kiri.
- Menjaga berat badan agar ideal.
- Buat tubuh bagian atas posisinya lebih tinggi.
- Kenakan pakaian longgar.
- Hindari makanan pemicu panas di dada.
- Hindari makan larut malam.
- Makan dengan santai.
- Duduk tegak setelah makan.
- Berhenti merokok.
Demikian pembahasan ringkas mengenai 6 pertolongan pertama saat asam lambung naik pada malam hari. Semoga bermanfaat, ya!
FAQ tentang Asam Lambung
1. Apa bedanya GERD dengan acid reflux?
GERD adalah penyakit saat asam lambung sering dan berulang kali naik hingga menimbulkan keluhan. Acid reflux adalah kejadian asam lambung naik yang bisa terjadi sesekali dan masih tergolong normal.
2. Apakah air hangat bisa meredakan asam lambung?
Ya, air hangat membantu tubuh mengurangi gejala-gejala asam lambung naik. Minumlah dengan perlahan agar efeknya optimal.
3. Apakah asam lambung bikin sesak napas?
Ya. Asam lambung bisa berujung sesak napas. Pasalnya, asam mungkin merangsek masuk ke paru-paru, membuat saluran udara membengkak.
(par/par)
