Round-Up

Petaka Banjir Bandang di 4 Daerah Lereng Gunung Slamet

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 25 Jan 2026 07:02 WIB
Penampakan banjir bandang di lereng Gunung Slamet, Purbalingga Sabtu (24/1/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Solo -

Sejumlah daerah di wilayah lereng Gunung Slamet diterjang banjir bandang. Empat daerah tersebut yakni Purbalingga, Pemalang, Brebes, dan Tegal.

Banjir bandang di lereng Gunung Slamet itu menerjang sekitar Jumat hingga Sabtu dini hari. Berikut fakta-faktanya yang dirangkum detikJateng.

Belasan Rumah Rusak di Bumiayu Brebes

Di Brebes, banjir bandang melanda sejumlah desa di Kecamatan Bumiayu pada Jumat (23/1) pukul 22.00 WIB. Desa yang terdampak berada di lereng Gunung Slamet yakni Desa Penggarutan, Adisana, dan Dukuhturi.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes, Wibowo Budi Santoso, mengatakan banjir besar menyebabkan jalan kabupaten antara Desa Adisana-Cilibur rusak tergerus air.

Selain itu, di Desa Adisana, beberapa rumah warga juga rusak akibat luapan Kali Reong Dukuh Glempang Adusana rusak.

"Hujan deras pada Jumat kemarin, menyebabkan sungai sungai meluap. Paling para luapan Kali Keruh, karena ada belasan rumah rusak dan ada yang hanyut terbawa arus," ungkap Wibowo seraya menambahkan saat ini pihaknya masih melakukan asesmen di lokasi kejadian, Sabtu (24/1/2026).

Rumah yang rusak dan hilang itu merupakan rumah di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Keruh tepatnya RT 01, 05 RW 1 Desa Dukuhturi. Pantauan Sabtu pukul 09.00 WIB, aliran sungai sudah kembali normal.

Warga juga nampak telah kembali mendatangi rumah yang sempat ditinggalkan untuk mencari barang yang masih tertinggal.

Rumah pinggiran kali keruh pascabanjir bandang. Foto: Imam Suripto/detikJateng

Pemandian Air Panas di Guci Tegal Kembali Luluh Lantak

Di Kabupaten Tegal, banjir bandang menerjang kawasan wisata alam Guci pada Sabtu (24/1) sekitar pukul 02.00 WIB. Kolam air panas yang ada di kawasan ini hancur dan tiga jembatan di lokasi wisata putus.

Ini merupakan banjir bandang kedua usai banjir bandang pada 20 Desember 2025 lalu yang juga menghancurkan pemandian air panas di sana. Pemandian yang baru selesai diperbaiki hilang lagi akibat bencana banjir bandang.

Satgas Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, M Wisnu Imam, menjelaskan banjir bandang kali ini menyebabkan kerusakan sangat parah.

Pancuran kolam air panas yang ada semuanya rata dengan tanah tersapu banjir. Demikian pula tiga jembatan di kawasan tersebut semuanya putus. Kemudian alat berat juga ikut tersapu banjir.

"Banjir bandang Kali Gung menyebabkan Pancuran 13 rata dengan tanah, jembatan besar juga roboh. Pancuran Barokah juga sudah rata tanah, Pancuran Lima juga sama. Jembatan gantung di pancuran lima juga sudah hanyut. Satu alat berat beko di pancuran 13 juga hanyut," jelas Imam, Sabtu (24/1).

Penampakan kolam air panas Guci, Tegal luluh lantak usai diterjang banjir bandang, Sabtu (24/1/2026). Foto: Imam Suripto/detikJateng

Taufik, warga RT 04, RW 02 Desa Guci menyebut banjir bandang terjadi akibat hujan deras sejak Jumat (23/1). Air disebut sudah meluap sejak sore dan puncaknya terjadi Sabtu dini hari.

"Awalnya hanya hujan deras. Namun tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Air langsung datang besar dan keruh," kata Taufik.

Puncaknya terjadi pada Sabtu, pukul 02.00 WIB dini hari. Tinggi air dilaporkan mencapai sekitar tujuh meter, membuat jembatan tak mampu menahan derasnya arus bercampur lumpur dan pasir.

"Air naik sangat cepat. Jembatan yang biasa dilewati wisatawan tidak kuat menahan hantaman air yang membawa material lumpur dan pasir," lanjut Taufik.



Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Banjir Bandang Nepal-2 Kali Praperadilan Febrie Ditolak"


(afn/afn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork