Banjir bandang kembali melanda Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Banjir kali ini menghanyutkan 3 rumah warga dan merendam kawasan permukiman.
Banjir terjadi setelah hujan deras di kawasan Brebes wilayah selatan sejak Jumat kemarin. Sejumlah sungai di kawasan Bumiayu meluap dan merendam perumahan warga. Ada belasan rusak, termasuk 3 di antaranya hanyut terbawa arus.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes, Wibowo Budi Santoso, mengatakan ada tiga desa di Kecamatan Bumiayu yang mengalami dampak paling parah. Masing masing Desa Penggarutan, Adisana, dan Dukuhturi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiga desa yang terdampak banjir parah, Adisana, Pengarutan dan Dukuhturi," ucap Wibowo, Sabtu (24/1/2026).
Rumah pinggiran kali keruh pascabanjir bandang. Foto: Imam Suripto/detikJateng |
Data yang dihimpun BPBD Brebes menyebut, banjir besar menyebabkan jalan kabupaten antara Desa Adisana-Cilibur rusak tergerus air. Selain itu, di Desa Adisana, beberapa rumah warga juga rusak akibat luapan Kali Reong Dukuh Glempang Adusana rusak.
Di Desa Penggarutan, banjir disebabkan luapan Kali Keruh. Luapan sungai ini masuk ke pemukiman warga di RT 01,02 dan 04 RW 01 dukuh Penggarutan Desa Penggarutan.
Sedangkan di Desa Dukuh Turi, warga yang menempati pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Keruh tepatnya RT 01, 05 RW 1 menyebabkan 3 rumah warga hilang terbawa arus deras. Belasan lainnya mengalami rusak akibat banjir ini.
"Hujan deras pada Jumat kemarin, menyebabkan sungai sungai meluap. Paling para luapan Kali Keruh, karena ada belasan rumah rusak dan ada yang hanyit terbawa arus," ungkap Wibowo seraya menambahkan saat ini pihaknya masih melakukan asesmen di lokasi kejadian.
Salah seorang warga yang menempati pinggiran Kali Keruh, Bejo (59), menceritakan sebelum banjir, hujan deras mengguyur sejak Jumat siang. Malam hari sekitar pukul 22.00, Kali Keruh meluap dan masuk rumah rumah di pinggiran sungai. Tidak lama menjelang dini hari, tiga rumah roboh dan terbawa aliran sungai.
"Kejadian malam, tiga rumah roboh dan belasan lain rusak. Termasuk rumah saya. Kami terpaksa mengungsi," kata Bejo.
Pantauan Sabtu pukul 09.00 WIB, aliran sungai sudah kembali normal. Warga kembali mendatangi rumah yang sempat ditinggalkan untuk mencari barang yang masih tertinggal.
(apl/apl)

