Mayat Pria Ditemukan di Sungai Pemalang, Diduga Korban Banjir

Mayat Pria Ditemukan di Sungai Pemalang, Diduga Korban Banjir

Robby Bernardi - detikJateng
Sabtu, 24 Jan 2026 08:25 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi mayat. Foto: Dok.Detikcom
Pemalang -

Seorang pria orang ditemukan tidak bernyawa di antara material sisa banjir di wilayah Dusun Tretep, Desa Sima, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Jumat (23/1) malam. Korban diduga terseret arus banjir bandang yang terjadi akibat meningkatnya debit Sungai Gintung.

Saat dihubungi melalui ponselnya Sabtu (24/1/2026), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, membenarkan adanya korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Hingga saat ini, identitas korban masih dalam proses pendataan.

"Korban meninggal dunia berjenis kelamin laki-laki, masih diidentifikasi," kata Agus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan Agus, intensitas hujan yang tinggi terjadi di lereng Gunung Slamet, sejak Jumat pagi (23/1), membuat aliran sungai meluap. Korban tewas di duga akibat terbawa arus banjir.

ADVERTISEMENT

Jasad korban ditemukan tergeletak di antara material sisa banjir di wilayah Dusun Tretep, Desa Sima, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang.

"Korban ditemukan di aliran Sungai Gintung. Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke rumah sakit," terangnya.

Korban dengan jenis kelamin laki-laki ini, kemudian di evakuasi petugas dan relawan ke RS Moga untuk dilakukan proses identifikasi.

Perlu diketahui, Sungai Gintung berhulu langsung dari kawasan Gunung Slamet. Debit air sungai meningkat tajam menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pemalang sejak pagi hingga malam hari.

BPBD Kabupaten Pemalang masih terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.

"Kita masih melakukan pantauan terdampak banjir bandang itu," jelasnya.

Banjir besar di Sungai Gintung, beredar luas di media sosial pada Jumat sore, membawa material bebatuan besar serta kayu-kayu dari kawasan hutan lereng Gunung Slamet.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads