Tebing sungai Kupang di Dukuh Rompeng Krajan, Desa Krompeng, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, longsor. Akibatnya, dua rumah di dekat lokasi mengalami kerusakan. Imbasnya, sebanyak 17 orang mengungsi.
Longsor itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Detik-detik longsor itu direkam warga dan videonya menjadi viral di media sosial.
Diketahui, rumah yang rusak imbas longsor itu ialah milik Yasin (53), perangkat desa, dan rumah milik Rofik (54) warga setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tebing Sungai Kupang di Desa Krompeng, Kecamatan Talun, Pekalongan, longsor, Jumat (23/1/2026). Dua rumah terdampak. Foto: Dok. Polsek Talun, Pekalongan |
"Jumat diguyur hujan deras dengan intensitas sangat deras, kemudian sekira pukul 13.30 WIB kami menerima laporan telah terjadi tanah feral di Dukuh rompeng Krajan," kata Kapolsek Talun, Iptu Heru Santoso, saat dihubungi detikJateng, Jumat (23/1/2026).
"Peristiwa itu mengakibatkan 2 rumah terdampak dengan kondisi tanah dan bangunan mengalami retak," sambungnya.
Tebing Sungai Kupang di Desa Krompeng, Kecamatan Talun, Pekalongan, longsor, Jumat (23/1/2026). Dua rumah terdampak. Foto: Dok. Polsek Talun, Pekalongan |
Heru menjelaskan, rumah milik Yasin dindingnya retak dengan celah sekitar 5 sentimeter, dan bagian halaman mengalami keretakan dengan panjang sekitar 20 meter. Sedangkan rumah milik Rofik mengalami keretakan di halaman sekitar 20 meter.
"Untuk saat ini jumlah KK terdampak sebanyak 4 Kepala Keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 17 jiwa. Lokasi kejadian juga sudah kita beri garis polisi, karena membahayakan," ujar dia.
Warga desa setempat, Indra Budi, menyebut longsor itu terjadi setelah hujan deras.
"Itu tebing tidak langsung terbawa ke sungai, karena ada penahan bronjong yang dipasang beberapa tahun yang lalu. Jika tidak ada bronjong, sudah langsung terlibas," kata dia saat dihubungi detikJateng.
Ketinggian tebing yang mengalami longsor sekitar 10 meter. Sedangkan jarak rumah ke tebing atau bibir tebing sungai sekitar 20 meter.
Camat Talun, Argo Yudho Utomo, mengatakan longsor seusai salat Jumat itu akibat derasnya arus Sungai Kupang. Dia bilang, tanah di pinggiran tebing Sungai Kupang itu longsor menyeret pepohonan.
"Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami mengevakuasi penghuni empat rumah yang berada paling dekat dengan tebing sungai ke lokasi yang lebih aman," kata Argo saat dihubungi detikJateng.
(dil/apu)


