Anggaran penanganan bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng) pada 2026 mengalami kenaikan jadi Rp 20 miliar. Di sisi lain, jumlah kejadian bencana di Jateng disebut terus meningkat.
"(Bencana) Banyak sekali. Sekarang gini, kalau kita lihat longsor saja disampaikan ada 30 titik longsor di Jepara. Apakah di Kudus tidak ada? Ada, sebanyak itu juga kurang lebih. Di Pati ada juga," kata Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan di Gedung Pemprov Jateng, Semarang, Kamis (22/1/2026).
Bergas mengatakan, bencana tersebar di berbagai wilayah di Jateng. Hanya saja yang membedakan ialah intesitas dan kuantitas bencana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang cuma nutupi jalan, ada yang kena rumah. Yang kecil-kecil bisa ditangani masyarakat, tapi yang besar tetap menggunakan alat berat. Itu sudah dilakukan," ujarnya.
"(Berapa jumlah bencananya?) Wah, kalau jumlah bencana mantap. (Naik terus?) Pasti," sambungnya.
Bergas mengungkapkan, anggaran penanganan bencana di BPBD Jateng tahun ini meningkat jadi Rp 20 miliar. "(Anggaran penanganan bencana) Nggak beda jauh lah. Dari Rp 18 miliar di 2024, Rp 19 miliar 2025, tahun 2026 Rp 20 miliar," ungkapnya.
Bergas menjelaskan, dengan banyaknya kejadian bencana, maka penanganannya juga menggunakan dari berbagai sumber anggaran, tak hanya mengandalkan APBD.
"Kami itu enggak cuma APBD. Dengan anggaran segitu nggak mungkin kita melakukan sebanyak itu. Maka kita lakukan kolaborasi dengan universitas, perguruan tinggi, BUMN," urainya.
"Kemudian kolaborasi dengan daerah-daerah, kabupaten-kota, dengan desa sekalian. Supaya nggak stuck dengan keterbatasan kita," imbuh Bergas.
Sebelumnya diberitakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng) mencatat ada 361 bencana yang terjadi di Jateng sepanjang 2025. Dari 361 bencana tersebut, 137 di antaranya adalah banjir dan 43 tanah longsor.
"Melihat tren secara umum memang cenderung kejadiannya lebih meningkat dibanding tahun 2024," kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Jateng, Muhammad Chomsul saat dihubungi, Jumat (2/1/2026).
