Sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) masih dilanda banjir dan ribuan warga masih mengungsi. Guna mengoptimalkan penanganan banjir, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jateng diperpanjang hingga Sabtu mendatang.
Hal ini disampaikan Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan. Ia mengatakan banjir saat ini masih terjadi di Kabupaten Pekalongan, Kudus, dan Pati.
"Update terakhir yang saya terima untuk Kabupaten Pekalongan itu ada sekitar di bawah 1.800 sekian pengungsi. Yang masih tinggi di Kota Pekalongan masih 2.000 sekian (pengungsi), Kudus masih 2.200, Pati masih 1.100, Jepara sudah nggak ada. Yang masih banjir itu," kata Bergas di Pemprov Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kamis (22/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan kerugian yang muncul akibat bencana tersebut terbilang besar. Kerugian per rumah diperkirakan mencapai Rp 2 juta.
"Satu rumah saja kena banjir, itu kerugian masyarakat minimal Rp 2 juta. Kalau di situ ada 1.000 rumah, tinggal dikalikan saja dari data-data yang ada. Itu baru aset masyarakat. Belum bicara sawah, kerusakan infrastruktur, fasum (fasilitas umum)," ungkapnya.
Maka itu agar penanganan darurat bisa dilaksanakan, OMC dilakukan untuk mengurangi intensitas hujan.
"Upaya agar (banjir) surut, salah satunya dengan cara operasi modifikasi cuaca yang dilakukan oleh BNPB. Mulai tanggal 15-20 (Januari). Kemudian kami dapat informasi dari tanggal 20 diperpanjang sampai tanggal 24. Sambil melihat situasi cuaca berikutnya," ungkapnya.
Ia menyebut, jika kondisi cuaca ke depannya tidak mendukung, maka OMC akan kembali diperpanjang.
Saat ini BPBD bersama relawan, TNI, dan Polri berfokus mengevakuasi kelompok rentan di lapangan. Kebutuhan makanan dan tempat tinggal masyarakat juga terus dipenuhi.
"Pertama fokusnya keselamatan masyarakat nomor satu. Teman-teman BPBD, bersama relawan, TNI, Polri di lapangan mengevakuasi masyarakat terdampak khususnya kelompok rentan," tuturnya.
Berdasarkan catatan BMKG, Jateng diperkirakan akan terus diguyur hujan lebat hingga Februari. Masyarakat pun diimbau untuk terus waspada.
"Harapannya saat terjadi cuaca ekstrem, seyogyanya segera menginformasikan, kemudian memikirkan jalur evakuasi, biar nggak gagap," imbaunya.
(dil/ams)











































