Update Banjir Pekalongan Hari Ini, Sekitar Sungai Genangan Masih Tinggi

Update Banjir Pekalongan Hari Ini, Sekitar Sungai Genangan Masih Tinggi

Robby Bernardi - detikJateng
Selasa, 20 Jan 2026 14:20 WIB
kondisi permukiman warga di RW 01 Kelurahan Tirto Pekalongan Barat.
Kondisi permukiman warga di RW 01 Kelurahan Tirto Pekalongan Barat. Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pekalongan -

Ketinggian banjir hari keempat di Kota Pekalongan sudah mulai turun. Namun, banjir di dekat sungai masih menyisakan genangan mencapai 80-100 cm.

Dari pantauan detikJateng di lokasi Peturen Tirto, saat ini jalan raya sudah tidak ada genangan. Sebelumnya lokasi tersebut tergenang mencapai 40-50 cm. Kemudian di Jalan Teruntum, Krapyak, ketinggian air tersisa sekitar 20 sampai 30 sentimeter. Di Kampung Baru Tirto, masih cukup tinggi yakni 90 sentimeter, demikian juga di RW 01, Kelurahan Tirto, mencapai 80-100 cm.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, Selasa (20/01), saat ditemui di kantornya mengungkapkan hal senada. Ia menyebut banjir mulai surut di berbagai titik membuat jumlah pengungsian berkurang. Sebelumnya warga yang mengungsi mencapi 2822 orang, saat ini berkurang menjadi 2268.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, ketinggian banjir telah menurun sekitar 50 sentimeter dibandingkan hari sebelumnya. Jumlah pengungsi pun berkurang menjadi 2.268 orang," kata Budi kepada detikJateng, Selasa (20/1/2026).

ADVERTISEMENT
kondisi permukiman warga di RW 01 Kelurahan Tirto Pekalongan Barat.Kondisi permukiman warga di RW 01 Kelurahan Tirto Pekalongan Barat. Foto: Robby Bernardi/detikJateng

Selain itu, ketinggian muka sungai juga telah menurun. Maka pihaknya hari ini memaksimalkan pompa air.

"Kita akan memaksimalkan pengoperasian pompa-pompa air setelah kondisi permukaan sungai berangsur turun, di wilayah Tirto, Bremi, dan Meduri, sebanyak 13 unit pompa telah difungsikan untuk menyedot air dari kawasan permukiman," ucap Budi.

"Sekarang sudah mulai dioperasikan. Kemarin percuma kalau dipompa karena air sungai masih tinggi," tambahnya.

Menurutnya, penurunan banjir dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni pengoperasian pompa air dan menurunnya debit Sungai Bremi akibat tidak adanya hujan di wilayah hulu.

"Aliran Sungai Bremi sudah turun dari tanggul, sehingga pompa bisa dijalankan kembali untuk mengeluarkan air dari permukiman," pungkasnya.

BPBD terus memantau kondisi di lapangan dan mengimbau warga tetap waspada, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai, hingga banjir benar-benar surut sepenuhnya.




(alg/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads