5 Keutamaan Bulan Syaban Beserta Amalan dan Doanya

5 Keutamaan Bulan Syaban Beserta Amalan dan Doanya

Anindya Milagsita - detikJateng
Senin, 19 Jan 2026 21:00 WIB
5 Keutamaan Bulan Syaban Beserta Amalan dan Doanya
Ilustrasi keutamaan bulan Syaban. (Foto: Getty Images/pictafolio)
Solo -

Bulan Syaban adalah bulan yang menyimpan keutamaan di dalam Islam, terlebih waktu berlangsungnya ada di tengah-tengah antara bulan Rajab dan Ramadhan. Untuk itu, bagi siapa saja yang mengisi bulan Syaban dengan berbagai amalan kebaikan, diharapkan dapat memperoleh pahala dari Allah SWT.

Menurut buku 'Inilah Alasan Rasulullah SAW Menganjurkan Puasa Sunah' tulisan H AmIrulloh Syarbini dan Hj Iis Nur'aeni Afgandi, bulan Syaban adalah bulan yang kerap membuat kaum muslim lalai. Sebab, berlangsungnya bulan ini tepat berada di tengah-tengah bulan Rajab dan Ramadhan.

Sebagaimana riwayat dari Usamah bin Zaid r.a. yang menyebut sabda Rasulullah SAW:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bulan itu sering dilupakan orang, karena letaknya antara Rajab dan Ramadhan, padahal pada bulan itulah diangkatnya amalan-amalan manusia kepada Tuhan. Maka saya ingin ketika amalan saya diangkat saya dalam keadaan berpuasa."

Untuk itulah, hendaknya kaum muslim mengisi bulan Syaban dengan berbagai amalan sunnah yang ditujukan semata-mata kepada Allah SWT. Terlebih lagi di dalamnya menyimpan berbagai keutamaan yang membawa kebaikan bagi siapa saja yang mengusahakannya.

ADVERTISEMENT

Lantas, apa saja keutamaan bulan Syaban? Berikut penjelasan lengkapnya.

Poin Utamanya:

  • Bulan Syaban adalah bulan istimewa yang banyak diisi puasa oleh Rasulullah SAW, bahkan menjadi bulan dengan puasa sunnah terbanyak setelah Ramadhan, sebagai bentuk persiapan dan pengagungan menuju Ramadhan.
  • Keutamaan bulan Syaban merupakan waktu diangkatnya amalan manusia kepada Allah SWT, sehingga Rasulullah SAW mencontohkan untuk memperbanyak beribadah agar amal diangkat dalam keadaan terbaik.
  • Di bulan Syaban terdapat malam Nisfu Syaban yang penuh keutamaan dan Allah SWT memberi ampunan luas kepada hamba-Nya, kecuali bagi yang musyrik dan bermusuhan, sehingga dianjurkan memperbanyak doa dan amal kebaikan.

5 Keutamaan Bulan Syaban

Masih mengacu dari buku yang sama 'Inilah Alasan Rasulullah SAW Menganjurkan Puasa Sunah', ditambah dengan referensi buku 'Memburu Syurga di Bulan Istimewa' karya Miftah Fauzi, '200 Amalan Ringan Berpahala Istimewa' tulisan Abdillah F Hasan, berikut sejumlah keutamaan bulan Syaban.

1. Rasulullah SAW Banyak Berpuasa

Keutamaan bulan Syaban yang pertama adalah waktu yang mana Rasulullah SAW memperbanyak amalan puasanya. Diriwayatkan dari Aisyah r.a. yang menceritakan:

"Aku tidak melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa satu bulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Dan aku tidak melihat beliau pada bulan-bulan yang lain berpuasa lebih banyak dari bulan Syaban." (HR. Muttafaqun 'Alaih)

Kemudian ada juga riwayat hadits lainnya yang turut menerangkan tentang keutamaan berpuasa di bulan Syaban. Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits:

"Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa (sunnah) lebih banyak melainkan di bulan Syaban, yaitu beliau berpuasa pada bulan itu seluruhnya." (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

2. Bulan Rasulullah SAW

Selanjutnya, bulan Syaban juga dikenal sebagai bulannya Rasulullah SAW. Di dalam Kitab Tabyin al-ajab fi fadail syahr Rajab karya Ibn Hajar, terdapat sebuah hadits yang menerangkan Syaban sebagai bulan Rasulullah SAW. Sebagaimana diriwayatkan:

إِنَّ رَجَب شَهْرُ اللهِ، وَشَعْبَانَ شَهْرِي، وَرَمَضَانَ شَهْرَ أُمَّتِي.
Artinya: "Sesungguhnya Rajab itu bulannya Allah, dan Sya'ban itu bulanku, dan Ramadhan itu bulan umatku."

3. Amalan Manusia Diangkat oleh Allah SWT

Bulan Syaban juga merupakan waktu yang mana amalan-amalan setiap manusia diangkat ke hadapan Allah SWT. Melalui sebuah riwayat dikisahkan Usamah bin Zaid r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah SAW:

"Ya Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan lain seperti engkau berpuasa pada bulan Syaban.' Rasulullah SAW menjawab, 'Bulan itu (Syaban) adalah bulan yang dilupakan oleh manusia, yaitu bulan di antara Rajab dan Ramadhan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal manusia kepada Tuhan Semesta Alam. Aku suka amal-amalku diangkat, sementara aku sedang berpuasa'." (HR. Abu Daud dan Nasa'i)

4. Berpuasa untuk Mengagungkan Ramadhan

Sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya, Syaban adalah bulan yang berlangsung tepat sebelum Ramadhan tiba. Inilah yang membuat anjuran berpuasa di bulan Syaban begitu digaungkan, yang membuat sebagian kaum muslim bakal berlomba-lomba dalam mengamalkannya.

Salah satunya keutamaan bulan Syaban yang bisa diisi dengan berpuasa guna mengagungkan bulan Ramadhan. Melalui sebuah riwayat dari Tirmidzi disampaikan puasa Syaban adalah puasa paling afdal setelah puasa Ramadhan. Di dalam riwayat dari Anas r.a. yang pernah bertanya kepada Rasulullah SAW:

"Puasa manakah yang paling afdal setelah puasa Ramadhan?' Rasulullah SAW menjawab, 'Puasa Syaban untuk mengagungkan Ramadhan'." (HR. Tirmidzi)

5. Adanya Malam Nisfu Syaban

Selain bulan Syaban secara umum, terdapat juga waktu malam Nisfu Syaban yang tak kalah membawa keutamaan. Malam Nisfu Syaban adalah malam yang berlangsung pada pertengahan bulan Syaban. Biasanya pertengahan bulan Syaban terjadi di tanggal 15 Syaban.

Menurut buku 'Ensiklopedia Islam: Mengenal Hujjatul Islam Hingga Mengenal Mukimin Jawi' yang ditulis oleh Hafidz Muftisany, diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal r.a., Rasulullah SAW bersabda:

"Pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT memperhatikan seluruh makhluk-Nya. Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan" (HR. Thabrani, Daruquthni, Baihaqi, dan Ibnu Hibban)

Amalan Bulan Syaban

Salah satu amalan yang begitu dianjurkan di bulan Syaban adalah berpuasa. Kaum muslim bisa mengerjakan puasa sunnah maupun fardhu sepanjang bulan tersebut. Puasa sunnah yang dimaksud adalah puasa di hari Senin, Kamis, Ayyamul Bidh, hingga Daud. Sementara itu, puasa fardhu adalah Qadha Ramadhan yang diperuntukkan bagi siapa saja yang masih memiliki tanggungan utang puasa dari Ramadhan sebelumnya.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, berpuasa di bulan Syaban akan membawa keutamaan dikarenakan menjadi waktu amalan manusia diangkat oleh Allah SWT. Seperti halnya dijelaskan dalam buku 'Rahasia dan Keutamaan Puasa Sunah' karya Abdul Wahid, Usamah bin Zaid menuturkan:

"Katakanlah wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa selama sebulan dari bulan-bulan lainnya, selain di bulan Syaban.' Kemudian Nabi SAW bersabda, bahwa:

ذَلِكَ شَهْرُ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَابِمُ

Artinya: "Bulan Syaban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan." (HR. An-Nasa-i, dikatakan oleh Syaikh al Albani bahwa hadits ini hasan)

Untuk itu, tidak ada salahnya mengisi bulan Syaban dengan memperbanyak puasa sunnah dan menjalankan kewajiban qadha Ramadhan sejumlah hari yang ditinggalkan. Dihimpun dari buku 'Buku Pintar Agama Islam: Panduan Lengkap Berislam Secara Kafah' oleh Abu Aunillah Al-Baijury dan 'Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian' karya Dr Muh Hambali, MAg, seperti namanya puasa Senin-Kamis bisa dikerjakan pada setiap hari Senin atau Kamis.

Kemudian ada puasa Ayyamul Bidh yang bisa diamalkan pada setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Qamariah. Khusus puasa Qadha Ramadhan batas akhir pengerjaannya sebelum bulan Ramadhan tiba, yang berarti Syaban ini. Untuk memudahkan, berikut bacaan niat puasa sunnah dan fardhu untuk dikerjakan di bulan Syaban.

1. Niat Puasa Sunnah Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lilaahi ta'aalaa.

Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah hari Senin karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Sunnah Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Nawaitu shauma yaumal khamiisi sunnatan lilaahi ta'aalaa.

Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta'ala."

3. Niat Puasa Sunnah Ayyamul Bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْبَيْضِ سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى.

Nawaitu shauma yaumul baidh sunatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah ayyamul baidh karena Allah Ta'ala."

4. Niat Puasa Qadha Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى.

Nawaitu shauma ghadin 'an qadhaa-i fardhi ramadhaana lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Sengaja saya berpuasa pada esok hari untuk mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta'ala."

Doa Bulan Syaban

Selain mengerjakan sejumlah amalan tadi, ada juga bacaan doa yang bisa turut dilantunkan oleh setiap muslim sepanjang bulan Syaban berlangsung. Menukil dari buku 'Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab, dan Sya'ban' tulisan Dra. Udji Asiyah, MSi, terdapat sebuah hadits yang menjelaskan tentang sebuah doa yang dilafalkan oleh Rasulullah SAW.

Doa yang dimaksud, sebenarnya dipanjatkan oleh beliau untuk menyambut bulan Rajab. Kendati begitu, Rasulullah SAW turut memohon kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan di bulan Syaban dan diantarkan sampai Ramadhan. Sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ

Artinya: "Dari Anas bin Malik berkata, bahwa Rasulullah saw. jika masuk bulan Rajab, dia berkata, 'Allahumma Barik lanaa fii Rajaba wa Sya'ban wa baarik lanaa fii Ramadhan.' (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban dan berkahilah kami di bulan Ramadhan)'" (HR. Ahmad, No. 2.228).

Bagi kaum muslim yang ingin mengamalkan doa tersebut, berikut uraian doa bulan Syaban lengkap:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

"Allahumma baarik lanaa fii rajab wa sya'ban wa ballighna ramadhana."

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan."

Kalender Bulan Syaban Tahun Ini

Setelah mencermati setiap keutamaan bulan Syaban beserta amalan, dan doanya, tidak ada salahnya bagi kaum muslim untuk memahami waktu-waktu berlangsungnya bulan tersebut. Untuk itu, kalender bulan Syaban di tahun ini menjadi informasi yang perlu diketahui oleh setiap muslim, terutama mereka yang hendak mengisi bulan tersebut dengan berbagai amalan sunnah.

Mengacu Kalender Hijriah dari Kementerian Agama, bulan Syaban tahun ini dibuka pada tanggal 1 Syaban 1447 H yang jatuh pada hari Selasa, 20 Januari 2026. Kemudian bulan Syaban akan berlangsung selama 30 hari, sehingga berakhir pada 30 Syaban 1447 H yang bertepatan dengan Rabu, 18 Februari 2026. Untuk lebih jelasnya, mari cermati kalender lengkap bulan Syaban berikut ini:

  • 1 Syaban 1447 H: Selasa, 20 Januari 2026
  • 2 Syaban 1447 H: Rabu, 21 Januari 2026
  • 3 Syaban 1447 H: Kamis, 22 Januari 2026
  • 4 Syaban 1447 H: Jumat, 23 Januari 2026
  • 5 Syaban 1447 H: Sabtu, 24 Januari 2026
  • 6 Syaban 1447 H: Minggu, 25 Januari 2026
  • 7 Syaban 1447 H: Senin, 26 Januari 2026
  • 8 Syaban 1447 H: Selasa, 27 Januari 2026
  • 9 Syaban 1447 H: Rabu, 28 Januari 2026
  • 10 Syaban 1447 H: Kamis, 29 Januari 2026
  • 11 Syaban 1447 H: Jumat, 30 Januari 2026
  • 12 Syaban 1447 H: Sabtu, 31 Januari 2026
  • 13 Syaban 1447 H: Minggu, 1 Februari 2026
  • 14 Syaban 1447 H: Senin, 2 Februari 2026
  • 15 Syaban 1447 H: Selasa, 3 Februari 2026
  • 16 Syaban 1447 H: Rabu, 4 Februari 2026
  • 17 Syaban 1447 H: Kamis, 5 Februari 2026
  • 18 Syaban 1447 H: Jumat, 6 Februari 2026
  • 19 Syaban 1447 H: Sabtu, 7 Februari 2026
  • 20 Syaban 1447 H: Minggu, 8 Februari 2026
  • 21 Syaban 1447 H: Senin, 9 Februari 2026
  • 22 Syaban 1447 H: Selasa, 10 Februari 2026
  • 23 Syaban 1447 H: Rabu, 11 Februari 2026
  • 24 Syaban 1447 H: Kamis, 12 Februari 2026
  • 25 Syaban 1447 H: Jumat, 13 Februari 2026
  • 26 Syaban 1447 H: Sabtu, 14 Februari 2026
  • 27 Syaban 1447 H: Minggu, 15 Februari 2026
  • 28 Syaban 1447 H: Senin, 16 Februari 2026
  • 29 Syaban 1447 H: Selasa, 17 Februari 2026
  • 30 Syaban 1447 H: Rabu, 18 Februari 2026

Memahami keutamaan bulan Syaban diharapkan dapat mendorong kaum muslim mengerjakan berbagai amal baik mulai hari ini. Semoga informasi tadi membantu, ya.

FAQ

Mengapa bulan Syaban dianggap sebagai bulan istimewa dalam Islam?

Bulan Syaban istimewa karena pada bulan ini Rasulullah SAW banyak berpuasa, amalan manusia diangkat kepada Allah SWT, serta menjadi pengantar menuju Ramadhan. Syaban juga dikenal sebagai bulan Rasulullah SAW.

Apa hubungan bulan Syaban dengan persiapan menyambut Ramadhan?

Bulan Syaban menjadi waktu untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan, baik dengan melunasi hutang puasa, membiasakan ibadah sunnah, maupun memperkuat keimanan sebelum datangnya bulan wajib puasa.

Mengapa umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa di bulan Syaban?

Umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa di bulan Syaban karena pada bulan ini amalan manusia diangkat ke hadapan Allah SWT dan Rasulullah SAW mencontohkan berpuasa lebih banyak dibandingkan bulan lainnya selain Ramadhan.




(anm/aku)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads