Cara Mengatasi Hipotermia yang Seringkali Dialami Pendaki Gunung

Cara Mengatasi Hipotermia yang Seringkali Dialami Pendaki Gunung

Arum Sekar Pertiwi - detikJateng
Senin, 19 Jan 2026 12:21 WIB
Cara Mengatasi Hipotermia yang Seringkali Dialami Pendaki Gunung
Hipotermia. (Foto: Thinkstock)
Solo -

Pendakian gunung merupakan kegiatan yang penuh risiko dan perlu dilakukan dengan persiapan yang matang. Kondisi medan yang sulit hingga cuaca yang ekstrem menjadi tantangan yang harus dihadapi para pendaki. Cuaca ekstrem ini juga membuat pendaki rawan terkena hipotermia.

Mengutip laman NHS UK, hipotermia merujuk pada penurunan suhu tubuh hingga di bawah 35oC. Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh terlalu dingin yang dipicu oleh kurangnya pakaian yang dikenakan, terlalu lama berada di tempat dingin, hingga memakai pakaian basah. Kondisi ini berbahaya, bahkan bisa mengancam nyawa, dan memerlukan perawatan medis.

Kondisi hipotermia ditandai oleh kondisi kulit yang memucat dan kering, tubuh terasa dingin, menggigil, bicara pelo atau cadel, pernapasan lambat, kelelahan, hingga kebingungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agar terhindar dari hipotermia yang seringkali dialami pendaki gunung dan memahami penanganannya, simak penjelasan tentang cara mengatasi hipotermia yang dikutip dari Buku Pertolongan Hipotermia di Gunung oleh Hidayat, dkk berikut ini.

ADVERTISEMENT

Cara Mengatasi Hipotermia yang Seringkali Dialami Pendaki Gunung

Hipotermia terbagi menjadi tiga tingkat, yaitu ringan, sedang, dan berat. Cara mengatasinya pun berbeda antara satu tingkatan dengan lainnya.

Cara Mengatasi Hipotermia Ringan dan Sedang

Jika korban masih mengalami hipotermia ringan hingga sedang, pertolongan pertama yang dilakukan adalah mempertahankan suhu tubuh agar pengeluaran panas tidak semakin buruk dan tetap menjaga kestabilan tubuh. Langkah penanganan hipotermia ringan dan sedang adalah sebagai berikut.

  1. Pindahkan korban ke tempat yang lebih hangat, misalnya tenda.
  2. Jika pakaian korban basah, segera lepas pakaian tersebut dan ganti dengan pakaian kering.
  3. Selimuti korban dengan thermal blanket atau selimut biasa, lalu lapisi dengan sleeping bag.
  4. Periksa tanda vital korban, seperti nadi dan respirasi.
  5. Berikan penghangat tambahan, misalnya api unggun di dekat tubuh korban atau kompres dengan botol yang diisi air hangat pada bagian arteri (leher, ketiak, atau di antara kedua paha).
  6. Berikan asupan makanan dan minuman manis yang hangat untuk meningkatkan suhu tubuh. Hindari minuman beralkohol dan berkafein.
  7. Jaga kesadaran korban dengan mengajak bicara dan jaga korban agar tidak tertidur.
  8. Segera hubungi bantuan.
  9. Pantau tanda vital dan kesadaran korban sampai bantuan tiba.

Cara Mengatasi Hipotermia Berat

Apabila korban mengalami hiportemia berat, pertolongan pertama difokuskan untuk mencegah peningkatan jumlah panas yang keluar. Langkah penanganan hipotermia berat adalah sebagai berikut.

  1. Pindahkan korban ke tempat yang lebih hangat.
  2. Berikan pertolongan dengan hati-hati dan usahakan jangan terlalu mengganggu korban agar tidak memperberat kerja sistem organ korban.
  3. Periksa respon dengan menepuk pipi korban.
  4. Jika pakaian korban basah, ganti dengan pakaian kering dan lapisi dengan jaket hangat.
  5. Bungkus tubuh korban dengan selimut, thermal blanket, dan sleeping bag secara berlapis dengan tebal sekitar 4 inci (Β±10 cm).
  6. Kompres dengan botol berisi air hangat atau benda hangat pada bagian leher, kedua ketiak, dan di antara kedua paha.
  7. Segera hubungi bantuan.
  8. Pantau tanda vital korban sampai bantuan datang.
  9. Jika tanda vital tidak dapat diatur atau korban mengalami henti jantung, lakukan resusitasi jantung paru oleh orang yang kompeten.

Upaya Pencegahan Hipotermia

Untuk mencegah terjadinya hipotermia, berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dan disiapkan oleh pendaki.

  1. Bawalah pakaian kering yang banyak dan kemas pakaian tersebut dengan memasukkannya ke plastik yang diikat dengan baik dan benar.
  2. Bawalah makanan yang mengandung banyak kalori dan karbohidrat.
  3. Bawalah sleeping bag, jaket, jas hujan, dan cover bag.
  4. Jangan memakai jeans saat mendaki gunung.
  5. Bawalah tenda yang memiliki 2 lapisan (lapisan tenda dan flysheet).
  6. Dirikan tenda di lokasi pegunungan dan hindari pendirian di daerah lembahan.

Demikian penjelasan tentang cara mengatasi hipotermia yang seringkali dialami pendaki gunung. Semoga membantu, ya!

Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(sto/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads