Apa Itu Hipotermia di Gunung? Ini Pengertian, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Hipotermia di Gunung? Ini Pengertian, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Ajril L Zahroh - detikJateng
Sabtu, 17 Jan 2026 11:29 WIB
Hipotermia
Hipotermia. (Foto: rawpixel.com/Freepik)
Solo -

Mendaki gunung merupakan aktivitas yang menantang sekaligus menyenangkan. Kini banyak sekali orang-orang berbondong-bondong mencoba melakukan pendakian gunung. Namun sayangnya, di balik keindahan alamnya, gunung menyimpan resiko serius yang dapat mengancam keselamatan pendaki.

Salah satu resiko yang muncul dari mendaki gunung adalah Hipotermia. Kondisi ini sering terjadi tanpa disadari, terutama saat cuaca dingin, hujan, dan angin kencang. Apalagi jika pendaki tidak membawa peralatan yang mumpuni untuk menghadapi cuaca ini.

Dikutip dari Buku Pertolongan Hipotermia di Gunung oleh Dr. Fitriani Mardiana Hidayat dkk, Hipotermia di gunung merupakan kondisi medis ketika suhu tubuh turun secara drastis di bawah batas normal yaitu 35Β°C.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, penting bagi setiap pendaki untuk mengetahui apa itu hipotermia di gunung, mengenali tanda-tandanya sejak dini, serta memahami langkah-langkah pertolongan pertama. Pengetahuan ini dapat menjadi kunci keselamatan saat berada di medan ekstrem.

ADVERTISEMENT

Apa Itu Hipotermia?

Dikutip dari Jurnal Pengaruh Edukasi Penanganan Awal Hipotermia dengan Booklet Terhadap Tingkat Pengetahuan Pada Pendaki Gunung Prau oleh Aditianingsih dan Nur Isnaini, Hipotermia adalah gangguan medis yang terjadi di dalam tubuh karena penurunan suhu tubuh secara tidak wajar menjadi di bawah <35Β°C karena suhu tubuh tidak mampu memproduksi panas untuk menyeimbangi panas tubuh yang keluar secara cepat akibat udara dingin dari luar seperti hujan dan angin.

Penyebab Hipotermia di Gunung

Umumnya hipotermia terjadi akibat paparan suhu dingin pada tubuh secara terus menerus dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan turunnya suhu tubuh secara drastis. Penyebab hipotermia di gunung dikutip dari laman FK UNPAD, yaitu:

  1. Berada di tempat dingin dalam waktu yang lama, sehingga terkena paparan cuaca dingin.
  2. Menggunakan pakaian yang tidak memadai seperti terlalu tipis atau kurang tebal saat dingin.
  3. Terlalu lama memakai pakaian yang basah.
  4. Berada di air terlalu lama.
  5. Kekurangan nutrisi.
  6. Memiliki gangguan kesehatan tertentu.
  7. Mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan.

Gejala Hipotermia yang Perlu Diwaspadai

Gejala hipotermia berkembang secara perlahan dan bertahap secara bervariasi tergantung keparahannya. Dikutip dari laman Rumah Sakit Wonolangan, berikut gejala dari hipotermia.

  • Ringan (32-35Β°C): dengan gejala badan menggigil, kulit menjadi pucat, kelelahan, tampak kebingungan ringan, bicara mulai ngelantur, dan susah menggerakkan tubuh.
  • Sedang (23-32Β°C): pasien mulai berhenti menggigil, koordinasi mulai parah, mudah mengantuk, denyut jantung dan pernapasan mulai melambat.
  • Parah (<28Β°C): mulai hilang kesadaran, denyut jantung dan pernapasan hamper tidak terdeteksi, pupil melebar. Di kondisi ini maka pasien berisiko mengalami henti jantung dan kematian.

Cara Menangani Hipotermia di Gunung

Saat berada di gunung, seseorang mengalami hipotermia diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti akibat paparan suhu dingin terlalu lama dan baju basah akibat keringat atau hujan. Jika kita menemukan korban yang mengalami hipotermia, beberapa hal yang dapat kamu lakukan adalah:

  1. Pindahkan ke tempat yang lebih lebih hangat dan kering seperti perapian atau di dalam tenda.
  2. Jika pakaian korban basah, maka segera ganti dengan yang kering dan hangat.
  3. Pakaikan penderita selimut tebal yang hangat atau emergency blanket.
  4. Apabila korban sadar berikanlah minuman manis hangat. Hindari kandungan kafein atau alkohol.
  5. Berikan kompres hangat dan kering yang dibungkus kain untuk membantu menghangatkan tubuhnya. Letakkan kompres di leher, dada, dan selangkangan. Hindari meletakkan kompres di lengan atau tungkai karena dapat menyebabkan darah yang dingin mengalir kembali ke jantung, paru-paru, dan otak.
  6. Hindari meletakkan kompres panas langsung ke kulit karena paparan panas berlebihan dapat menimbulkan luka bakar pada kulit.
  7. Pantau suhu dan tensi secara berkala.
  8. Jika korban tidak sadar, segera lakukan CPR jika tidak ada detak jantung atau napas.

Cara Mencegah Hipotermia Saat Mendaki

Agar terhindar dari hipotermia saat melakukan pendakian di gunung, penting untuk mengetahui cara mencegah hipotermia agar dapat mendaki dengan lebih aman.

  1. Jaga pakaian agar tetap kering. Pastikan tidak basah akibat hujan atau keringat dalam waktu yang lama.
  2. Gunakan pakaian sesuai kondisi dan cuaca yang dihadapi, jika berada di lingkungan dingin, gunakan pakaian lengan panjang berlapis, jaket gunung tahan air, topi, syal, kaos kaki tebal, sapu tangan dan sepatu gunung.
  3. Pastikan memiliki nutrisi yang terpenuhi dengan cukup dan ganti baju kering setelah selesai kegiatan.
  4. Jangan mengkonsumsi Alkohol karena dapat menghilangkan panas dalam tubuh.
  5. Konsumsi makanan dan minuman yang hangat secara berkala.
  6. Selalu bawa perlengkapan darurat.

Hipotermia di gunung merupakan kondisi berbahaya yang tidak boleh dianggap sepele. Mengenali pengertian, gejala, serta cara mengatasinya adalah bekal penting bagi siapa pun yang ingin melakukan aktivitas pendakian dengan aman dan bertanggung jawab.

Dengan persiapan yang matang, perlengkapan yang sesuai, serta pengetahuan dasar tentang hipotermia, risiko kecelakaan dapat diminimalkan. Semoga artikel ini membantu meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan para pendaki saat menikmati keindahan alam pegunungan.

Artikel ini ditulis oleh Ajril Lu'lu'a Zahroh peserta Program PRIMA Magang Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI)




(sto/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads