Kota Pekalongan Banjir, 1.472 Warga Mengungsi

Kota Pekalongan Banjir, 1.472 Warga Mengungsi

Robby Bernardi - detikJateng
Minggu, 18 Jan 2026 21:15 WIB
Kota Pekalongan Banjir, 1.472 Warga Mengungsi
Banjir di Kota Pekalongan, Minggu (18/1/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pekalongan -

Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan status tanggap darurat bencana terkait banjir yang melanda wilayahnya. Menurut BPBD Kota Pekalongan, hari ini ada 1.472 warga yang mengungsi di 12 lokasi pengungsian.

"Tanggap darurat bencana kita tetapkan sejak hari ini hingga 14 hari ke depan," kata Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, saat dihubungi detikJateng, Minggu (18/1/2026) malam.

Diketahui, banjir di Kota Pekalongan kali ini imbas dari tingginya intensitas hujan serta melimpasnya Sungai Bremi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Budi Seheryanto, mengatakan banjir kali ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur sejak Sabtu (17/1) pukul 19.30 WIB hingga Minggu (18/1) pukul 03.00 WIB.

"Berdasarkan catatan kami, ada 1.472 jumlah pengungsi yang tersebar di 12 lokasi pengungsian," kata Budi.

ADVERTISEMENT

Budi mengatakan, dari informasi BMKG, wilayah Jawa Tengah berada dalam peringatan cuaca ekstrem pada 15-18 Januari 2026.

"Selain hujan di Kota Pekalongan, curah hujan tinggi juga terjadi di wilayah selatan sehingga daya tampung DAS(daerah aliran sungai) penuh dan air melimpas ke wilayah Kota Pekalongan yang topografinya cekung," jelasnya.

Akibatnya, sejumlah ruas jalan dan permukiman tergenang dengan ketinggian air bervariasi antara 10-100 sentimeter.

Wilayah terdampak banjir meliputi Jalan Progo, Kurinci, Majapahit, Slamet, Cempaka, Truntum, Teratai, Semarang, Surabaya, Abdullah R, Blimbing, Merak, Patriot, Perintis Kemerdekaan, Pramuka, Bahagia, Jlamprang, Ki Mangun Sarkoro, Patiunus, Sampangan, Singosari, kawasan Pabean, Kampung Baru Tirto, dan Kampung Baru.

Banjir juga merendam sejumlah kelurahan di empat kecamatan. Di Kecamatan Pekalongan Timur, banjir terjadi di sebagian wilayah Kelurahan Kalibaros, Poncol, Setono, Noyontaansari, dan Klego.

Kecamatan Pekalongan Barat menjadi wilayah paling terdampak banjir, meliputi Kelurahan Tirto, Podosugih, PKK, Sapuro Kebulen, Bendan Kergon, Pringrejo, Medono, dan Buaran Kradenan dengan ketinggian air mencapai 30-80 sentimeter.

Di Kecamatan Pekalongan Selatan dan Utara, banjir merendam sebagian wilayah Banyurip, Jenggot, Kuripan Yosorejo, Kraton, Bandengan, Krapyak, dan Panjang Wetan. Total ada 8.692 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di empat kecamatan tersebut.

BPBD Kota Pekalongan bersama TNI, Polri, OPD terkait, dan unsur relawan telah melakukan berbagai upaya, mulai dari monitoring dan patroli kesiapsiagaan, evakuasi warga terdampak, asesmen dampak kebencanaan dan kebutuhan logistik, serta mengaktifkan posko kebencanaan.

"Seluruh elemen terus kami libatkan untuk memastikan keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi," ujar Budi.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat susulan dan segera melapor apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.




(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads