Viral Pengantin di Pekalongan Terjang Banjir Naik Perahu Karet

Viral Pengantin di Pekalongan Terjang Banjir Naik Perahu Karet

Robby Bernardi - detikJateng
Minggu, 18 Jan 2026 20:15 WIB
Pengantin naik perahu karet di Desa Sepacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Minggu (18/1/2026).
Pengantin naik perahu karet di Desa Sepacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Minggu (18/1/2026). Foto: Dok. Keluarga Pengantin
Pekalongan -

Banjir di Desa Sepacar, Kecamatan Tirto, Pekalongan, tak menyurutkan niat Syaefudin Askuri (26) dan Vivi Risma Ramadhani (20) untuk melangsungkan pesta pernikahan, meski keduanya harus naik perahu karet saat menuju pelaminan.

Pesta pernikahan itu digelar di rumah Vivi, Minggu (18/1/2026). Sedangkan banjir merendam wilayah tersebut sejak Jumat (16/1) malam. Meski demikian, acara yang disiapkan sejak jauh hari itu tetap dilaksanakan sesuai rencana. Toh, undangan juga sudah disebar.

Pengantin naik perahu karet di Desa Sepacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Minggu (18/1/2026).Pengantin naik perahu karet di Desa Sepacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Minggu (18/1/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng

Lantaran rumah Vivi kebanjiran, proses tata rias kedua mempelai dilakukan di gedung TPQ yang berjarak sekitar 600 meter. Usai dirias, sejoli itu diantar sejumlah relawan desa ke tenda hajatan di dekat rumah Vivi menggunakan perahu karet milik Pemerintah Desa Sepacar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian tamu undangan juga diantar ke lokasi hajatan menggunakan perahu karet. Kendati demikian, prosesi pernikahan tetap berjalan lancar. Momen saat pengantin ini melintasi banjir menggunakan perahu karet menjadi viral setelah diunggah sejumlah warga ke media sosial.

Pengantin naik perahu karet di Desa Sepacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Minggu (18/1/2026).Pengantin naik perahu karet di Desa Sepacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Minggu (18/1/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng

"Namanya juga musibah, nggak ada yang tahu. Banjirnya datang malam sebelum acara temuan (manten). Jadi sebelumnya kami benar-benar nggak menyangka," kata Vivi Risma Ramadhani saat ditemui di lokasi, Minggu (18/1/2026).

ADVERTISEMENT

Meski kondisi tak memungkinkan, keluarga memutuskan tetap melangsungkan pernikahan sesuai tanggal yang telah ditentukan.

"Iya, ini karena hitungan adat Jawa," imbuh Syaefudin mengenai alasan pesta pernikahannya tetap digelar hari ini di tengah banjir.

Prosesi ijab kabul dilaksanakan sekitar pukul 08.00 WIB. Ada sekitar 200 undangan yang telah disebar. Meski banjir, sejumlah tamu tetap hadir.

"Ada juga yang tetap datang walaupun banjir, pakai celana pendek. Ada juga yang berhalangan tapi tetap mengirimkan doa dan hadiah lewat transfer. Ya di transfer," ujar Vivi.

"Alhamdulillah sudah dibantu WO (wedding organizer), jadi tetap terkoordinasi dengan baik," imbuh dia.

Ibu Vivi, Noviyanti (42) mengatakan acara tetap dilangsungkan hari ini karena undangan telah menyebar.

"Undangan sudah menyebar, hari juga sudah dipilih. Untuk resepsi sebenarnya jam satu siang, tapi tamu langsung berdatangan meski harus naik perahu karena banjir sedalam pusar orang dewasa," jelasnya.

Noviyanti menambahkan, menantunya juga membawa satu sepeda motor baru untuk seserahan ke putrinya.

Di lokasi yang sama, Kharisma Hindiyati, Wedding Organizer asal Sragi, mengatakan dalam kondisi banjir ini pihaknya telah menggelar dua acara pernikahan.

"Kemarin di Wiradesa dan hari ini di Sepacar. Alhamdulillah lancar semua," kata dia.




(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads