Cerita Sopir Pikap Tempuh Juwana-Pati 4 Jam gegara Banjir

Cerita Sopir Pikap Tempuh Juwana-Pati 4 Jam gegara Banjir

Dian Utoro Aji - detikJateng
Minggu, 18 Jan 2026 15:57 WIB
Kondisi Pantura Pati tepatnya Dukuh Guyangan Desa Purworejo Kecamatan Pati kebanjiran, Minggu (18/1/2026).
Kondisi Pantura Pati tepatnya Dukuh Guyangan Desa Purworejo Kecamatan Pati kebanjiran, Minggu (18/1/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Pati -

Jalan Pantura Pati-Rembang tersendat akibat banjir sejak kemarin. Siang ini antrean kendaraan mengular hingga 3 kilometer.

Pantauan detikJateng, ada empat titik genangan banjir sepanjang Pantura Pati ke Juwana ataupun ke Rembang pukul 14.00 WIB. Genangan banjir itu mulai dari sekitar pertigaan Sampang, depan PT Dua Putra, kemudian depan Stadion SPBU Gas Elpiji, dan di perempatan keluar dari Lingkar Selatan Pati.

Genangan banjir mencapai 30 sentimeter. Akibatnya, kendaraan baik dari arah Pati ke Rembang atau sebaliknya mengalami antrean panjang. Antrean mencapai 3 kilometer dari arah Juwana ke Pati Kota atau sebaliknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang pengemudi pikap, Yohanes, mengaku menghabiskan 4 jam untuk perjalanan dari Juwana menuju Pati Kota karena jalannya banjir. Dalam kondisi normal, Juwana-Pati Kota bisa ditempuh dalam 30 menit.

ADVERTISEMENT

"Tadi dari Rembang ke Semarang, ini dari Juwana mau ke Pati sudah empat jam antre karena ada empat titik lokasi banjir," jelas Yohanes ditemui di lokasi, Minggu (18/1/2026).

Warga lainnya, Sandi, mengaku motornya mogok karena nekat menerjang banjir di jalan pantura. Ia pun sempat mendorong motornya sejauh 300 meter.

"Motor saya mogok, yang di depan PT Dua Putra genangan cukup dalam. Tadi motor akhirnya saya dorong," ujar dia.

"Biasanya 20 menit dari Juwana ke Pati, ini sudah hampir 1 jam karena jalannya banjir," sambungnya.

Anggota Satlantas Polresta Pati, Ipda Rubianto mengatakan arus lalu lintas di jalan Pantura Pati ke Rembang cukup tersendat karena ada genangan banjir.

"Arus lalin agak tersendat tapi tetap jalan. Kedalaman paling tinggi di Dukuh Guyangan, Desa Purworejo, itu mencapai 30 sentimeter," kata dia di lokasi.

"Ada empat titik di depan Bupindo, Sampang, SPBE, dan Perempatan Widorokandang," imbuhnya.

Menurutnya genangan banjir sempat surut, namun curah hujan tinggi menyebabkan genangan banjir bertambah lagi.

"Kemarin sempat surut, ini mengalami naik lagi," jelasnya.

Ia mengimbau warga agar berhati-hati, terutama bagi pengguna sepeda motor.

"Kami mengimbau pengguna jalan terutama roda dua untuk berhati-hati karena genangan banjir agak tinggi, motor bisa saja mengalami mogok," pungkasnya.



(afn/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads