Dampak Banjir-Longsor di 5 Daerah Jateng, Ribuan Warga Mengungsi

Dampak Banjir-Longsor di 5 Daerah Jateng, Ribuan Warga Mengungsi

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Minggu, 18 Jan 2026 15:18 WIB
Kondisi banjir di Desa Doropayung Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Minggu (18/1/2026).
Kondisi banjir di Desa Doropayung Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Minggu (18/1/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Semarang -

BPBD Jawa Tengah (Jateng) mengungkap data banjir dan longsor yang melanda sejumlah kabupaten di Jateng. Imbas bencana tersebut, ribuan warga mengungsi.

Kepala BPBD Jateng Bergas C Penanggungan mengatakan, wilayah terdampak paling luas meliputi Kabupaten Jepara, Kudus, Pati, Pemalang, dan Kendal.

"Di Kabupaten Jepara saat ini terjadi tanah longsor di Desa Tempur dan Dukuh Kajang, serta banjir di enam kecamatan yaitu Kecamatan Nalumsari, Kalinyamatan, Mayong, Welahan, Pecangaan, dan Kedung," kata Bergas melalui pesan singkat, Minggu (18/1/2026).

Bergas mengatakan, longsor di Kabupaten Jepara terjadi di beberapa titik. Imbasnya menutup akses jalan, merusak infrastruktur, dan merusak rumah. Adapun banjir di Jepara mengakibatkan genangan di pemukiman dan akses jalan, sehingga 1 desa pun terisolir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dampak banjir 13 desa di 6 kecamatan terendam, warga terdampak 2.844 KK, 7.702 jiwa, sawah terdampak 922,5 hektare, pengungsi 30 jiwa. Dampak tanah longsor rumah rusak 6 unit, bangunan lain 2 unit, 1 desa 6 dukuh terdampak, 1.346 KK, 3.642 jiwa, ada 23 titik longsor dan internet serta listrik rusak," ungkapnya.

Ia menyebut saat ini listrik dan jaringan komunikasi sudah kembali normal, serta akses jalan Kajang-Kaliombo sudah bisa dilalui kendaraan roda empat. Sementara itu banjir sudah mulai surut.

ADVERTISEMENT

Di Kabupaten Kudus, bencana banjir, longsor, dan cuaca ekstrem berdampak di puluhan desa. Sebanyak 847 KK atau 2.178 jiwa masih mengungsi di 11 titik. Kerugian ditaksir mencapai Rp 533,8 miliar.

"Tercatat tiga korban jiwa meninggal dunia akibat banjir dan longsor. Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari," ungkapnya.

Untuk Kabupaten Pati, banjir dan longsor melanda 127 desa di 20 kecamatan, lebih dari 8.000 KK dengan 20.000 jiwa terdampak. Ada rumah rusak 3 unit, terendam 3.700 unit, terdampak 7.000 unit, tempat ibadah 10 unit.

"Pengungsi ada 300 KK, 900 jiwa, sawah terdampak 1.300 hektare dan tambak 200 hektare. Kerugian kurang lebih Rp 3 miliar," ujarnya.

"Sebagian wilayah mulai surut, namun daerah hilir dan pesisir masih tergenang dan berpotensi banjir susulan," lanjut Bergas.

Di Kabupaten Pemalang, banjir luapan Sungai Comal merendam ribuan rumah di Kecamatan Ulujami, Petarukan, Pemalang Kota, dan Randudongkal. Kondisi terkini sebagian besar wilayah dilaporkan sudah surut, dengan total pengungsi 92 jiwa.

"Di kecamatan Ulujami ada 565 rumah 2.850 jiwa terdampak, di Randudongkal 10 rumah, Petarukan 400-an rumah 2.000 jiwa terdampak, Klegen Comal 800-an rumah 3.700 jiwa terdampak," urainya.

Di Kabupaten Kendal, banjir merendam 25 desa di 5 kecamatan dan mengganggu jalur kereta api Kaliwungu-Kalibodri. Hingga Sabtu malam, genangan masih terjadi di sejumlah titik dengan debit sungai yang fluktuatif.

"Banjir itu terjadi di Kecamatan Rowosari, Ngampel, Kendal, Brangsong, dan Kaliwungu, akibat hujan lebat dan sungai meluap," tuturnya.

"Pemukiman warga dan fasilitas umum terdampak. Warga terdampak 10.539 KK 25.239 jiwa, 10.000 rumah terendam," jelasnya.

Bergas menambahkan, Pemprov Jateng telah menurunkan alat berat, mendirikan posko dan dapur umum, menyalurkan logistik, serta melakukan pompanisasi dan normalisasi sungai di wilayah terdampak.

"Kami minta warga di daerah rawan tetap siaga, mengikuti peringatan dini, dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat," pungkasnya.



(dil/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads