Sebuah rumah di Dusun Dempel RT 9 RW 3, Desa Dempel, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan terbakar pagi ini. Satu bayi yang belum berusia setahun meninggal dunia dalam peristiwa ini.
Hal tersebut dikatakan oleh Kapolsek Karangrayung, AKP Sunarto. Peristiwa ini bermula ketika ibu korban, Suprihatin (41), pergi meninggalkan rumah pada Sabtu (17/1) sekitar pukul 07.40 WIB.
"Ibu korban pergi meninggalkan rumah untuk membeli bubur yang rencananya untuk menyuapi anaknya," kata Sunarto saat dimintai konfirmasi detikJateng, Sabtu (17/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adapun posisi saat itu, anaknya yang masih balita umur 11 bulan ditinggal di kamar dalam keadaan tidur dengan kondisi kipas angin menyala," lanjut Sunarto.
Sunarto melanjutkan saat itu sang ayah, Kasman (57), juga sedang pergi dari rumah.
"Bapaknya sedang keluar membeli bahan untuk dagang nasi goreng di Desa Sumberjosari," jelas Sunarto.
Menurut Sunarto, sekitar lima menit kemudian salah satu tetangga yang sedang mencuci baju melihat ada kepulan asap dari rumah korban. Ia kemudian mendatangi rumah bersamaan dengan ibu korban yang baru tiba usai membeli bubur.
"Saksi langsung berlari mendatangi lokasi kejadian dan di saat waktu yang bersamaan, ibu korban juga baru tiba dari membeli bubur," ungkap Sunarto.
Sunarto mengatakan mereka berdua bergegas masuk ke dalam rumah dan mencari sumber api yang berada di kamar depan sebelah kanan. Di sana, mereka melihat korban sedang terbakar.
"Balita berada di atas kasur yang sudah dalam keadaan terbakar, menggeliat menangis. Namun kedua saksi tidak bisa menolongnya dikarenakan api semakin membesar," jelas Sunarto.
Menurut Sunarto, mereka lalu berteriak meminta tolong. Warga yang mendengar kemudian membantu memadamkan api dengan alat seadanya.
"Setelah api dapat dipadamkan, didapati anak korban yang masih balita tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan luka bakar di seluruh tubuhnya," ucap Sunarto.
Mendapati anaknya sudah hangus terbakar, Sunarto mengungkapkan sang ayah dan ibu korban sempat syok hingga jatuh pingsan. Peristiwa ini kemudian dilaporkan pihak desa pada kepolisian.
"Kemudian petugas dari Polsek Karangrayung bersama Tim Inafis Polres Grobogan dan Tenaga Medis Puskesmas Karangrayung I datang ke TKP, melakukan olah TKP, dan melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban. Kebakaran kamar diduga kuat diakibatkan oleh korsleting dari jaringan listrik kipas angin," jelas Sunarto.
Dengan adanya peristiwa ini, Sunarto mengimbau kepada masyarakat agar selalu memerhatikan keamanan instalasi listrik di rumah masing-masing.
"Pastikan penggunaan perlengkapan jaringan instalasi listrik yang berstandar SNI, dan sewaktu meninggalkan rumah agar dipastikan tidak ada peralatan elektronik yang masih menempel di jaringan listrik sehingga kejadian kebakaran akibat listrik serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari," pungkasnya.
(apu/apu)











































