Kantor Samsat Induk Kendal di Jalan Soekarno Hatta, Kendal, hari ini tutup imbas banjir. Pelayanan dibuka lagi Senin, 19 Januari 2026.
"Kantor Samsat Induk Kendal memang hari ini, Sabtu (17/1) sejak pagi kami tutup karena kondisinya yang banjir. Jadi tidak ada pelayanan sama sekali dan ketinggian airnya kan sudah mencapai 60 sentimeterdan tentunya akan sangat mengganggu jika Samsat tetap buka," kata Kepala UPPD Samsat Kendal, Bambang Hariyanto kepada detikJateng, Sabtu (17/1/2026).
Banjir masuk ke area kantornya sekitar pukul 05.00 WIB. Debit air terus bertambah tinggi hingga masuk ke ruang pelayanan publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Air itu masuk dari depan sekitar pukul 05.00 WIB terus naik sampai jam 10.00 WIB. Awalnya yang terndam area halaman kemudian tambah tinggi dan masuk ke ruang pelayanan," jelasnya.
Akibat banjir tersebut, layanan pajak kendaraan bermotor untuk lima tahunan serta penggantian tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) atau pelat nomor tak bisa dilayani. Sedangkan untuk pelayanan pajak satu tahunan, masyarakat Kendal bisa melakukan pembayaran pajak melalui samsat keliling yang berada di seberang jalan kantor Samsat Kendal.
"Masyarakat yang ingin mengurus atau membayar pajak lima tahunan seperti penggantian TNKB dan pelat nomor memang belum dapat kami layani saat ini. Tapi masyatakat yang ingin membayar pajak tahunan bisa melalui samsat keliling dan ada diseberang jalan kantor Samsat," terangnya.
Ada Diskresi gegara Banjir
Kantor Samsat Induk Kendal akan kembali beroperasional hari Senin (19/1) lusa seperti biasa. Namun jika masih terendam banjir, Samsat Kendalakan melakukan diskresi agar masyarakat tidak dikenakan denda keterlambatan, khususnya untuk layanan lima tahunan.
"Kami akan kembali operasional Senin (19/1/) lusa dan semoga sudah surut. Kalau memang Senin masih banjir, kami telah siapkan langkah alternatif atau diskresi agar masyarakat tidak dikenakan denda keterlambatan, khususnya untuk layanan lima tahunan," ujar dia.
Sejumlah warga yang tidak mengetahui banjir di kantor Samsat Induk Kendal merasa kecewakarena tidak ada pemberitahuan dari pihak samsat.
"Ya ini mau perpanjangan kenyataannya malah nggak bisa, padahal saya mau ngurus ganti plat nomor. Sampai disini malah kantornya banjir dan Samsat kan harusnya memberikan informasi lewat medsos atau dipasang di depan pintu gerbang," kata warga Weleri, Ali, kepada detikjateng.
Ali pun terpaksa harus pulang dan akan kembali pada Senin (19/1) lusa. Dia sempat waswas jika bakal kena denda keterlambatan.
"Kecewa sih tapi mau gimana lagi. Bayar besok Senin pasti kena denda," pungkasnya.
