4 Kecamatan di Kendal Terendam Banjir, Paling Parah Setinggi Nyaris 1 Meter

4 Kecamatan di Kendal Terendam Banjir, Paling Parah Setinggi Nyaris 1 Meter

Saktyo Dimas - detikJateng
Sabtu, 17 Jan 2026 13:17 WIB
Penampakan banjir di Kelurahan Ketapan, Kecamatan Kendal Kota, Sabtu (17/1/2026).
Penampakan banjir di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kendal Kota, Sabtu (17/1/2026). Foto: Saktyo Dimas/detikJateng
Kendal -

Hujan yang mengguyur Kabupaten Kendal mengakibatkan ratusan rumah terendam banjir. Empat kecamatan yang terdampak banjir yakni Kecamatan Kaliwungu, Rowosari, Kendal Kota, dan Ngampel.

Pantauan pukul 11.15 WIB, banjir yang menggenangi permukiman warga kelurahan Ketapang setinggi 70 sentimeter hingga 90 sentimeter. Tidak banyak warga yang beraktivitas di luar rumah, selain anak-anak yang tampak asyik bermain air.

Disebutkan banjir terparah di wilayah kelurahan Ketapang dan kelurahan Sijeruk, Kecamatan Kendal Kota, dengan ketinggian air mencapai satu meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Per hari Sabtu (17/1) ini, kami mencatat ada 21 desa/kelurahan di 4 kecamatan yang masih terendam banjir. Yang terparah itu di kelurahan Ketapang dan Ketapang dengan genangan air setinggi mencapai satu meter," kata Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo saat ditemui detikJateng di kantornya, Jalan Laut Kendal, Sabtu (17/1/2026).

"4 kecamatan yang masih terendam banjir itu kecamatan Kaliwungu, kecamatan Ngampel, kecamatan Kendal Kota dan kecamatan Rowosari," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Intensitas hujan yang tinggi di Kendal mengakibatkan meluapnya Sungai Bedo di Kecamatan Ngampel dan Sungai Kendal.

"Banjir ini akibat hujan deras di bagian atas dan bawah yang menyebabkan sungai Bedo dan sungai Kendal meluap," jelasnya.

Saat ini BPBD Kendal terus melakukan pemantauan dan pendataan desa/kelurahan yang terdampak banjir.Pihaknya kini masih membagikan logistik ke 10 desa yang terdampak banjir.

"Kami masih terus melakukan pemantauan dan pendataan desa/kelurahan yang terdampak banjir. Kami juga sudah mendistribusikan logistik ke 10 desa/kelurahan yang terdampak banjir," terangnya.

Penampakan banjir di Kelurahan Ketapan, Kecamatan Kendal Kota, Sabtu (17/1/2026).Penampakan banjir di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kendal Kota, Sabtu (17/1/2026). Foto: Saktyo Dimas/detikJateng

Salah seorang warga Kelurahan Ketapang Kecamatan Kendal Kota, Doni, mengatakan hujan deras mengguyur sejak kemarin menjadi penyebab banjir. Selain itu, kondisi genangan diperparah dengan meluapnya Sungai Kendal.

"Banjir itu mulai masuk ke perkampungan sejak Jumat sore dan malam harinya tambah besar laku masuk ke rumah-rumah warga. Banjirnya dari hujan yang deras dan luapan sungai Kendal," kata warga kelurahan Ketapang, Doni kepada detikJateng.

Doni mengatakan siang ini ketinggian air di kampungnya meningkat. Hal ini karena pintu 4 bendungan Trompo dibuka.

"Ini airnya tambah naik karena pintu 4 bendungan Trompo dibuka. Airnya tambah deras dan banyak masuk ke rumah-rumah warga," jelasnya.

Saat ini warga Kelurahan Ketapang tidak bisa beraktivitas karena tingginya debit air. Mereka masih berada di dalam rumah.

"Ya aktifitas warga jelas terganggu, kami tidak bisa ke mana-mana. Mereka pilih di rumah selamatkan barang-barangnya karena air terus naik," terangnya.

Doni berharap dinas terkait yang berwenang menutup pintu 4 bendungan Trompo sementara agar genangan air berkurang.

"Saya minta dan berharap agar pintu 4 bendungan Trompo ditutup agar genangan air berkurang. Dinas terkait harus berlaku adil mau melakukan buka tutup pintu 4," pungkasnya.



(ams/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads