Angin puting beliung menerjang Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, kemarin sore. Peristiwa angin puting beliung itu mengakibatkan warga yang menyaksikan pusaran angin sempat berteriak untuk mengingatkan tetangganya.
Peristiwa itu terjadi Jumat (16/1/2026) pukul 17.15 WIB, dan mengakibatkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat. Salah satu warga RT 05 RW 3 Desa Kotayasa, Dila (24), mengaku angin kencang datang secara tiba-tiba disertai hujan. Ia melihat pusaran angin besar berputar tepat di depan rumahnya selama beberapa menit.
"Jam 17.00-an lebih, kaya hujan batu, terus atap rumah saya hampir lepas. Anginnya muter di depan rumah besar banget, sekitar lima menit lebih. Waktu itu hujan tapi nggak begitu besar," kata Dila saat ditemui detikJateng, Sabtu (17/1).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dila menyebut angin datang dari arah utara dan bergerak ke selatan. Setelah kejadian, seng-seng atap rumah warga berserakan di jalan. Ia memilih bertahan di dalam rumah bersama ibu dan anaknya yang masih kecil karena takut keluar.
"Ini baru pertama kali kejadian anginnya sampai sebesar itu. Rumah saya cuma kena seng bagian depan, nggak parah. Tapi rumah di depan saya atapnya lepas semua," ujarnya.
Hal serupa dialami Slamet (60), warga RT 03 RW 3, yang rumahnya mengalami kerusakan cukup berat. Ia mengatakan angin berputar sangat kencang dan membuat atap rumah beterbangan.
"Kejadiannya singkat. Seng rumah saya kebawa angin semua, rusaknya cukup berat. Angin datang dari utara, tiba-tiba sudah lihat seng berterbangan," kata Slamet.
Menurut Slamet, warga sempat melihat pusaran angin sebelum kejadian. Ia dan warga lain sempat berteriak untuk memperingatkan tetangga.
"Awal-awal kelihatan ada pusaran angin dari utara. Kita keluar rumah sambil teriak ke warga lain. Paling parah itu atap-atap rumah pada berterbangan," jelasnya.
Ia menambahkan, saat kejadian pukul 17.30 WIB, sebagian warga memilih bertahan di rumah dan ada yang mengungsi ke rumah tetangga atau saudara terdekat.
169 Rumah Terdampak
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan Sukma, mengatakan berdasarkan pendataan sementara, total ada 169 rumah warga yang terdampak angin puting beliung di Desa Kotayasa.
"Untuk sementara data yang masuk, total rumah terdampak sebanyak 169 unit. Rinciannya, rusak ringan hingga sedang sebanyak 165 rumah dan rusak berat 4 rumah," kata Dwi.
Ia memerinci, di RW 03 ada 156 kepala keluarga terdampak. Sementara di RW 05 terdapat 13 kepala keluarga yang rumahnya juga mengalami kerusakan.
"Hari ini tim relawan gabungan kita terjunkan untuk membantu penanganan bencana. Jumlah kerugian masih kita lakukan pendataan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," katanya.
Camat Sumbang, Hermawan Novianto, menambahkan ada puluhan warga yang memilih mengungsi. Mereka tidak dapat pulang ke rumah terdampak kerusakan cukup parah.
"Ada sekitar 69 kepala keluarga yang sempat mengungsi semalam. Tapi mereka menginap di rumah saudaranya yang tidak terdampak bencana," ujar dia.
Terjadi Sekitar 5 Menit
Diberitakan sebelumnya, peristiwa bencana alam angin puting beliung melanda Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jumat (16/1) sore. Akibat kejadian tersebut, puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Detik-detik kejadian angin puting beliung sempat direkam warga. Dalam video yang berdurasi 2 menit 28 detik tersebut menggambarkan angin puting beliung menerbangkan atap warga hingga ketinggian puluhan meter.
Camat Sumbang, Hermawan Novianto, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.15 WIB. Saat itu hujan deras mengguyur wilayah Desa Kotayasa selama kurang lebih lima menit dan disertai angin kencang.
"Telah terjadi hujan besar sekitar lima menit yang disertai angin puting beliung di wilayah Desa Kotayasa," kata Hermawan dalam keterangannya, Jumat (16/1).
Hermawan menjelaskan, angin puting beliung menerjang RW 3 dan RT 7 RW 5. Dampaknya, sedikitnya 46 rumah warga di enam RT di RW 3 mengalami kerusakan. Selain itu, sembilan rumah di RT 7 RW 5 juga terdampak cukup parah.
"Total ada sekitar 50 an rumah yang terdampak. Di RW 3 terdapat tiga rumah yang roboh, sementara di RW 5 ada sembilan rumah yang rusak parah. Kerusakan lainnya berupa atap rumah ambruk dan seng beterbangan," jelasnya.
Simak Video "Berfoto Menarik di Bawah Bunga Sakura di Banyumas, Jawa Tengah"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/ams)
