Viral LDA Buka Paksa Gembok Pintu Museum Keraton Solo

Viral LDA Buka Paksa Gembok Pintu Museum Keraton Solo

Tara Wahyu NV - detikJateng
Jumat, 16 Jan 2026 21:34 WIB
Viral LDA Buka Paksa Gembok Pintu Museum Keraton Solo
Sejumlah wisawatan di Solo kecele Museum Keraton masih tutup, Sabtu (27/12/2025). Foto: Tara Wahyu/detikJateng.
Solo -

Video pembukaan paksa gembok di Musuem Keraton Solo viral di media sosial. Pembukaan paksa menggunakan gerindra besi dilakukan oleh Lembaga Dewan Adat (LDA).

Dalam video yang beredar terlihat pria yang sedang membuka gembok di pagar Museum Keraton. Gembok tersebut dibuka menggunakan gerindra.

Setelah membuka gembok dari pagar museum, pembukaan paksa dilakukan di pintu yang berada di dalam Museum Keraton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari keterangan video tersebut, menyebutkan bahwa pembukaan paksa itu dilakukan karena akan ada acara dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dan Wali Kota Solo, Respati Ardi.

"Karena pada hari Minggu besok akan digelar acara resmi yang dihadiri Wali Kota Solo serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon , pihak Sinuhun Hangabehi memilih membuka paksa pintu museum yang beberapa pekan terakhir digembok oleh pihak KGPH Purbaya. Tindakan tersebut dilakukan demi melakukan pembersihan dan persiapan agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar pada pagi hari," tulis keterangan video tersebut seperti dikutip detikJateng, Jumat (16/1/2026).

ADVERTISEMENT

Mengenai video tersebut, Lembaga Dewan Adat (LDA) mengakui adanya pembukaan paksa gembok yang telah diganti. Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Edy Wirabhumi mengatakan bahwa gerbang tersebut digembok secara paksa.

"Itu digembok paksa sehingga merugikan kepentingan masyarakat juga program konservasi," katanya dihubungi detikJateng, Jumat (16/1/2026).

Pihaknya mengakui adanya buka paksa gembok Musuem Keraton Solo. Hal tersebut dilakukan karena akan ada perogram kerja.

"LDA bersama keluarga besar sentono termasuk dengan PA, disaksikan pihak polisi dan TNI. Dibuka paksa karena ada program kerja mulai besuk harus persiapan jalan," pungkasnya.

Sementara itu, detikJateng sudah mencoba meminta konfirmasi dari pihak Paku Buwono XIV Purbaya yakni Juru Bicara PB XIV, KPA Singonagoro nun belum ada respons.

Diberitakan sebelumnya, Sejumlah gembok di pintu Keraton Kasunanan Surakarta diganti dengan yang baru dan para pekerja Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah (Jateng) diminta keluar dari ruangan. Disebutkan, yang melakukan pergantian gembok itu dari pihak Paku Buwono (PB) XIV Purbaya.

Salah satu cucu Paku Buwono (PB) XIII, BRM Suryo Mulyo mengatakan, pergantian gembok itu dilakukan sekira pukul 15.00 WIB. Dia menyayangkan pergantian gembok di kawasan Museum karena tengah dilakukan proses revitalisasi dan konservasi oleh BPK Wilayah X Jateng.

"Sekitar abis Azar pergantian gembok di (pintu) Kamandungan, (pintu) Museum. Kalau pergantian di museum kurang pas ya, karena ada pihak dari BPK melakukan konservasi dan revitalisasi di museum tiba-tiba diusir paksa keluar, dari Museum digembok semua. Dari Museum pindah ke pintu ini (Kamandungan). Tadi (yang mengganti gembok) sama mbakyu-nya Sinuhun Purboyo, kurang lebih 20 orang," kata Suryo saat ditemui awak media di Kamandungan Keraton Solo, Sabtu (3/12/2025).

Dia mengatakan, tidak ada alasan pasti yang diberikan atas pergantian gembok itu. Saat disinggung siapa saja yang diusir, Suryo mengatakan, hanya dari pekerja BPK.

"Tidak ada (alasan), cuma bilang saya ingin mengganti gembok ini. Pengusirannya bukan ke kami, tapi pegawai BPK yang melakukan konservasi dan revitalisasi," ucapnya.

Pergantian gembok ini dilakukan saat PB XIV Mangkubumi tengah berada di Jakarta untuk menghadiri acara dengan Kementerian Kebudayaan. Suryo mengatakan, untuk langkah selanjutnya, pihaknya menunggu arahan dari Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads