- Kapan 1 Syaban 2026?
- Berapa Hari Lagi Bulan Syaban 2026?
- Kalender Bulan Syaban 2026
- Amalan Bulan Syaban 1. Berdzikir 2. Berdoa 3. Puasa Senin-Kamis 4. Puasa Ayyamul Bidh 5. Puasa Qadha Ramadhan
- Doa Bulan Syaban
- FAQ tentang Bulan Syaban 2026 1. Mengapa bulan Syaban 2026 penting untuk dipersiapkan sejak sekarang? 2. Apa posisi bulan Syaban dalam kalender Islam dan hubungannya dengan Ramadhan? 3. Sampai kapan bulan Syaban 2026 berlangsung sebelum Ramadhan tiba?
Saat berakhirnya bulan Rajab kemudian mendatangkan bulan baru, yaitu Syaban. Ada begitu banyak keutamaan bulan Syaban, sehingga tidak sedikit kaum muslim yang berlomba-lomba mengamalkan kebaikan. Lantas, 1 Syaban 2026 berapa hari lagi?
Syaban adalah bulan ke-8 dalam tahun Hijriah atau Islam. Bulan ini berada di tengah-tengah Rajab dan Ramadhan. Sebab, Syaban berlangsung setelah Rajab dan tepat sebelum Ramadhan tiba.
Sebagai salah satu bulan Qamariah, bulan Syaban menyimpan berbagai keutamaan. Seperti halnya diterangkan dalam 'Buku Khotbah Jumat Sepanjang Tahun' tulisan By M. Rouful Wahab, MPd, MA dan SM Hamzah, ST, Syaban adalah bulan yang mana amalan setiap manusia akan dinaikkan kepada Allah SWT. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb Semesta Alam. Oleh karena itu, aku suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan." (HR. Ahmad, An-Nasa'i, dan Al-Baihaqi)
Mengingat bulan Syaban begitu mulia, maka tidak mengherankan ada begitu banyak kaum muslim yang berusaha menghidupkan hari demi hari di waktu tersebut. Untuk itu, agar tidak ketinggalan dalam menantikan datangnya bulan Syaban di tahun ini, simak jadwalnya sebagai panduan.
Poin Utamanya:
- 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Kementerian Agama. Bulan Syaban berlangsung selama 30 hari dan berakhir pada Rabu, 18 Februari 2026 mendatang.
- Hingga hari ini 16 Januari 2026, bulan Syaban tinggal 3 hari lagi, sehingga umat Islam dianjurkan mulai mempersiapkan diri untuk menyambut bulan penuh keutamaan sebelum Ramadhan.
- Amalan utama di bulan Syaban meliputi memperbanyak dzikir dan doa, melaksanakan puasa sunnah berupa Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh, serta mengqadha puasa Ramadhan. Kaum muslim juga dapat mengisinya dengan doa permohonan keberkahan bulan Syaban dan dipertemukan dengan bulan Ramadhan.
Kapan 1 Syaban 2026?
Apabila merujuk pada Kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, bulan Rajab akan berakhir pada tanggal 30 Rajab 1447 H yang bertepatan dengan Senin, 19 Januari 2026. Setelah Rajab berlalu, kaum muslim akan menyambut datangnya bulan yang baru, yaitu Syaban.
Bulan Syaban tahun ini dimulai dari tanggal 1 Syaban 1447 H yang jatuh pada hari Selasa, 20 Januari 2026. Artinya, bulan Syaban akan datang dalam waktu dekat, sehingga kaum muslim bisa bersiap dalam menyambutnya. Berikut jadwal lengkapnya:
1 Syaban 1447 H: Selasa, 20 Januari 2026
Berapa Hari Lagi Bulan Syaban 2026?
Mengingat bulan Syaban sudah di depan mata, maka kaum muslim perlu menandainya agar dapat mengisinya dengan berbagai amalan baik. Lantas, bulan Syaban di tahun ini sisa berapa hari, ya?
Pada saat artikel ini dibuat, menunjukkan tanggal 26 Rajab 1447 H atau Kamis, 15 Januari 2026. Apabila dihitung dari hari ini sampai 1 Syaban 1447 H atau Selasa, 20 Januari 2026, total waktu yang tersisa hanya 4 hari lagi.
Hal tersebut menunjukkan bulan Syaban 1447 H/2026 M tinggal 4 hari lagi. Untuk itu, hendaknya kaum muslim dapat mempersiapkan diri dalam menyambut bulan penuh keutamaan tersebut.
Kalender Bulan Syaban 2026
Sepanjang bulan Syaban, ada begitu banyak amalan yang bisa dikerjakan. Entah itu memanjatkan doa, berdzikir, bertasbih, hingga menunaikan ibadah sholat dan puasa sunnah.
Bulan Syaban di tahun ini ada total 30 hari yang dimulai dari 1 Syaban 1447 H atau Selasa, 20 Januari 2026. Kemudian bulan Syaban akan segera berakhir pada 30 Syaban 1447 H yang bertepatan dengan Rabu, 18 Februari 2026.
Nah, untuk memudahkan dalam menandai hari-hari pentingnya, diperlukan kalender bulan Syaban secara lengkap. Masih mengacu dari Kalender Hijriah Kementerian Agama, berikut kalender bulan Syaban 1447 H/2026 M dari awal sampai akhir:
- 1 Syaban 1447 H: Selasa, 20 Januari 2026
- 2 Syaban 1447 H: Rabu, 21 Januari 2026
- 3 Syaban 1447 H: Kamis, 22 Januari 2026
- 4 Syaban 1447 H: Jumat, 23 Januari 2026
- 5 Syaban 1447 H: Sabtu, 24 Januari 2026
- 6 Syaban 1447 H: Minggu, 25 Januari 2026
- 7 Syaban 1447 H: Senin, 26 Januari 2026
- 8 Syaban 1447 H: Selasa, 27 Januari 2026
- 9 Syaban 1447 H: Rabu, 28 Januari 2026
- 10 Syaban 1447 H: Kamis, 29 Januari 2026
- 11 Syaban 1447 H: Jumat, 30 Januari 2026
- 12 Syaban 1447 H: Sabtu, 31 Januari 2026
- 13 Syaban 1447 H: Minggu, 1 Februari 2026
- 14 Syaban 1447 H: Senin, 2 Februari 2026
- 15 Syaban 1447 H: Selasa, 3 Februari 2026
- 16 Syaban 1447 H: Rabu, 4 Februari 2026
- 17 Syaban 1447 H: Kamis, 5 Februari 2026
- 18 Syaban 1447 H: Jumat, 6 Februari 2026
- 19 Syaban 1447 H: Sabtu, 7 Februari 2026
- 20 Syaban 1447 H: Minggu, 8 Februari 2026
- 21 Syaban 1447 H: Senin, 9 Februari 2026
- 22 Syaban 1447 H: Selasa, 10 Februari 2026
- 23 Syaban 1447 H: Rabu, 11 Februari 2026
- 24 Syaban 1447 H: Kamis, 12 Februari 2026
- 25 Syaban 1447 H: Jumat, 13 Februari 2026
- 26 Syaban 1447 H: Sabtu, 14 Februari 2026
- 27 Syaban 1447 H: Minggu, 15 Februari 2026
- 28 Syaban 1447 H: Senin, 16 Februari 2026
- 29 Syaban 1447 H: Selasa, 17 Februari 2026
- 30 Syaban 1447 H: Rabu, 18 Februari 2026
Amalan Bulan Syaban
Lantas, apa saja amalan yang bisa dikerjakan sepanjang bulan Syaban? Untuk mengisi bulan Syaban, ada begitu banyak amalan sunnah yang bisa dikerjakan. Mulai dari berdoa, berdzikir, hingga mengerjakan puasa sunnah dan qadha Ramadhan. Sebagai gambaran, berikut beberapa amalan bulan Syaban.
1. Berdzikir
Berdzikir adalah amalan yang sangat dianjurkan di dalam Islam. Dengan berdzikir, seorang hamba banyak menyebut asma Allah SWT.
Menurut 'Buku Harian Orang Islam: Agenda Syar'i Muslim/Muslimah Teladan Sepanjang Tahun' tulisan Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, ada sebuah bacaan dzikir bulan Syaban yang bisa dibaca 70 kali oleh kaum muslim. Berikut bacaan lengkapnya
Laa ilaaha illallaahu, walaa na'budu illaa iyaahu, mukhlishiina lahuddiin, walau karihal kaafiruun.
Artinya: "Tiada Tuhan yang berhak disembah, kecuali Allah. Dan kami hanya menyembah kepada-Nya, dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata, sekalipun orang-orang kafir itu merasa benci."
2. Berdoa
Tak hanya memperbanyak dzikir, kaum muslim juga bisa mengisi bulan Syaban dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Terlebih lagi, doa menjadi amalan yang diperintahkan secara langsung oleh-Nya dan tertuang di dalam ayat suci Al-Quran.
Seperti halnya diterangkan dalam buku 'Formulasi Doa Mustajab: Merajut Harapan Menjadi Kenyataan' yang ditulis oleh Wahyu Agam, SSI, SH, Lc, MAg, perintah berdoa di dalam Al-Quran tertuang dalam Surat Ghafir ayat 60. Allah SWT berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ ٦٠
Wa qâla rabbukumud'ûnî astajib lakum, innalladzîna yastakbirûna 'an 'ibâdatî sayadkhulûna jahannama dâkhirîn.
Artinya: "Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina'."
3. Puasa Senin-Kamis
Menurut buku 'Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan' karya Ceceng Salamudin, MAg, ada sebuah riwayat yang menerangkan tentang anjuran sekaligus keutamaan berpuasa sunnah di hari Senin dan Kamis. Usamah bin Zaid yang bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai puasa hari Senin dan Kamis. Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Itu adalah dua hari di mana amal-amal dilaporkan kepada Tuhan Semesta Alam. Dan aku suka amalku dilaporkan kepada-Nya dan keadaanku sedang berpuasa." (HR. An-Nasa'i, Ahmad, dan Al-Baihaqi)
Ada bacaan niat puasa Senin dan Kamis yang perlu dipahami bagi kaum muslim. Menukil dari 'Buku Pintar Agama Islam: Panduan Lengkap Berislam Secara Kafah' tulisan Abu Aunillah Al-Baijury, berikut bacaan lengkapnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lilaahi ta'aalaa.
Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah hari Senin karena Allah Ta'ala."
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Nawaitu shauma yaumal khamiisi sunnatan lilaahi ta'aalaa.
Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta'ala."
4. Puasa Ayyamul Bidh
Kalau tadi sudah ada puasa hari Senin dan Kamis, kali ini juga terdapat puasa sunnah yang hanya dapat dikerjakan di hari-hari tertentu selama bulan Qamariah. Puasa yang dimaksud adalah Ayyamul Bidh yang dikerjakan pada 13, 14, dan 15 setiap bulannya.
Masih mengutip dari buku yang sama, anjuran berpuasa Ayyamul Bidh tertuang dalam riwayat hadits yang lain. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
"Wahai Abu Dzar, jika kamu hendak berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriah)." (HR. Tirmidzi)
Sebelum mengerjakan puasa Ayyamul Bidh, simak bacaan niatnya terlebih dahulu:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْبَيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Nawaitu shauma yaumul baidh sunatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah ayyamul bidh karena Allah Ta'ala."
5. Puasa Qadha Ramadhan
Nah, bagi kaum muslim yang masih memiliki utang puasa di bulan Ramadhan sebelumnya, wajib untuk segera melunasinya. Salah satu waktu yang bisa digunakan untuk melakukan Qadha Ramadhan adalah bulan Syaban.
Di dalam buku Dra Udji Asiyah, MSi yang bertajuk 'Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab dan Sya'ban', menjelaskan adanya sebuah riwayat hadits tentang kebolehan mengqadha Ramadhan di bulan Syaban. Diriwayatkan dari Aisyah r.a.:
كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شعبان، الشُّغُلُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ
"Aku punya utang puasa Ramadhan, aku tak dapat mengqadhanya kecuali di bulan Sya'ban, karena sibuk melayani Nabi." (HR. Al Bukhari-Muslim)
Berbeda dengan puasa sunnah yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat bacaan niat puasa Qadha Ramadhan tersendiri. Menukil dari 'Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah' tulisan Nur Solikhin, berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى.
Nawaitu shauma ghadin 'an qadhaai fardhi ramadhaana lillahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat puasa esok hari sebagai ganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta'ala."
Doa Bulan Syaban
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, berdoa menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Memanjatkan doa bisa dilakukan kapan saja, tidak selalu bulan Syaban. Namun, tidak ada salahnya mengisi bulan Syaban dengan berdoa yang ditujukan kepada Allah SWT.
Melalui buku 'Kalender Ibadah Sepanjang Tahun' tulisan Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, saat bulan Syaban Rasulullah SAW melafalkan sebuah doa. Dengan adanya doa ini, kaum muslim dapat memohon kepada Allah SWT agar diberi keberkahan untuk bulan Syaban dan berharap dipertemukan di bulan Ramadhan. Berikut bacaan doa yang bisa dibaca:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ.
Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya'baana wa ballighnaa ramadhaana.
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan."
Memiliki pemahaman kapan bulan Syaban tiba diharapkan dapat membantu kaum muslim memaksimalkan kembali amalan sunnah selama waktu tersebut tiba. Semoga informasi tadi membantu.
FAQ tentang Bulan Syaban 2026
1. Mengapa bulan Syaban 2026 penting untuk dipersiapkan sejak sekarang?
Bulan Syaban adalah waktu diangkatnya amalan kepada Allah SWT. Mengetahui 1 Syaban 1447 H jatuh pada tanggal 20 Januari 2026 umat Islam dapat lebih siap memperbanyak ibadah seperti puasa sunnah, dzikir, dan qadha puasa Ramadhan.
2. Apa posisi bulan Syaban dalam kalender Islam dan hubungannya dengan Ramadhan?
Syaban adalah bulan ke-8 dalam kalender Hijriah yang berada di antara Rajab dan Ramadhan. Bulan ini menjadi jembatan menuju Ramadhan, sehingga dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah sebagai bekal menyambut bulan puasa.
3. Sampai kapan bulan Syaban 2026 berlangsung sebelum Ramadhan tiba?
Bulan Syaban 2026 berlangsung selama 30 hari , dari 20 Januari hingga 18 Februari 2026 . Rentang waktu ini menjadi kesempatan terakhir bagi umat Islam untuk memaksimalkan amalan sunnah sebelum memasuki bulan Ramadhan.
(par/aku)











































