5 Teks Khutbah Jumat Terakhir Rajab Beserta Doa Saat Khatib Naik Mimbar

5 Teks Khutbah Jumat Terakhir Rajab Beserta Doa Saat Khatib Naik Mimbar

Ulvia Nur Azizah - detikJateng
Kamis, 15 Jan 2026 21:03 WIB
Suitable to use as Social Media Content, Greeting Cards, UI, Landing Page, Mobile Apps, Cover Illustration, Poster and Website. Vector Illustration
Khutbah Jumat. (Foto: Getty Images/whisnu anggoro)
Solo -

Jumat terakhir bulan Rajab selalu memiliki makna khusus dalam tradisi keislaman. Selain menjadi penutup salah satu bulan haram yang dimuliakan Allah, hari ini juga kerap diisi dengan khutbah yang mengingatkan umat tentang Isra Miraj, sholat, dan persiapan menuju Syaban serta Ramadhan.

Sejumlah kitab dan rujukan ulama mencatat bahwa khutbah di Jumat terakhir Rajab tidak hanya berisi nasihat iman, tetapi juga amalan dan doa yang diyakini membawa keberkahan. Selain itu, ada pula doa yang dibaca saat khatib sudah berada di atas mimbar.

Berikut lima teks khutbah Jumat terakhir Rajab beserta doa yang dianjurkan saat khutbah berlangsung. Simak sampai akhir agar tidak melewatkan amalan pentingnya, detikers!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin utamanya:

  • Jumat terakhir Rajab dipandang sebagai waktu penting untuk memperkuat iman dan mempersiapkan diri menyambut Syaban dan Ramadhan.
  • Khutbah-khutbahnya banyak menekankan Isra Miraj, keutamaan sholat, serta amalan sunnah di penghujung Rajab.
  • Terdapat doa khusus yang dianjurkan dibaca saat khatib berada di atas mimbar untuk memohon keberkahan rezeki dan kehidupan.

ADVERTISEMENT

Teks Khutbah Jumat Terakhir Rajab

Pertama, mari kita simak sejumlah contoh teks khutbah Jumat terakhir Rajab yang bisa menjadi referensi bagi kita semua.

1. Isra Miraj dan Teknologi Modern

Teks khutbah pertama ini disadur dari Kumpulan Khutbah Jumat & Hari Raya tulisan Dr Khairul Hamim. Khutbah ini menjelaskan Isra Miraj yang diperingati di penghujung Rajab serta hubungannya dengan teknologi kekinian.

لْحَمْدُ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنُعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مِنْ يَهْدِى اللَّهِ فَلَا مُضِلَّ لَه وَمَن يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلى وَ سَلَّمْ عَلَى هذا الرَّسُول العظيم وَ عَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَ من تبعه بِإِحْسَانِ إِلى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُوْصِيْكُمْ وَ نفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. اتقوا الله وَطَاعَتِهِ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْن

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT. Atas rahmat-Nya, kita masih dipertemukan dengan bulan Rajab dalam keadaan sehat dan beriman. Dari atas mimbar ini, khatib berwasiat kepada diri sendiri dan seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Hadirin rahimakumullah,
Rajab adalah salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT. Allah berfirman dalam Al-Quran:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَهۡرٗا فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡهَآ أَرۡبَعَةٌ حُرُمٞ
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan." (QS At-Taubah: 36)

Karena kemuliaan itulah, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amal saleh di bulan Rajab, seperti sholat sunnah, puasa, sedekah, dan taubat. Dalam sebuah hadits disebutkan:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ نَهْرًا يُقَالُ لَهُ رَجَبٌ، أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ وَأَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ، مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبٍ يَوْمًا سَقَاهُ اللَّهُ مِنْ ذَلِكَ النَّهْرِ

Artinya: "Sesungguhnya di surga terdapat sebuah sungai yang bernama Rajab, airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, Allah akan memberinya minum dari sungai itu." (HR al-Baihaqi dari Anas)

Hadirin yang dimuliakan Allah,
Di bulan Rajab pula terjadi peristiwa agung Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya: "Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS al-Isra: 1)

Peristiwa ini menunjukkan kemahakuasaan Allah yang berada di luar jangkauan akal manusia. Rasulullah SAW diperjalankan dari bumi hingga Sidratul Muntaha dalam waktu singkat, sesuatu yang mustahil dicapai oleh teknologi manusia. Ini menjadi bukti bahwa kekuasaan Allah melampaui seluruh hukum alam dan kemampuan makhluk.

Hadirin rahimakumullah,
Isra Miraj juga melahirkan perintah sholat lima waktu. Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan, sholat menjadi sarana untuk menenangkan jiwa dan menghubungkan manusia dengan Tuhannya. Sholat mengajarkan kita untuk menghentikan sejenak kesibukan dunia, memusatkan hati hanya kepada Allah, dan menguatkan iman.

Dengan memahami Isra Miraj, kita semakin yakin bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada satu pun di langit dan bumi yang luput dari pengawasan-Nya.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita manfaatkan bulan Rajab ini dengan memperbanyak amal ibadah, memperbaiki sholat, dan memperkuat iman. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang mendapatkan keberkahan, ampunan, dan rahmat Allah SWT.

Amin ya rabbal 'alamin.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ عَظِيْمِ. وَنَفَعْنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَةِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمَنْكُمْ تَلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمِ أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمِ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتُ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتُ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمِ.

2. Hikmah Isra Miraj di Bulan Rajab

Masih tentang Isra Miraj, berikut ini merupakan contoh khutbah Jumat terakhir Rajab yang disadur dari buku Buku Khutbah Zaynul Atqiya' susunan Mimbar Dakwah LIM Lirboyo Kediri.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شَرِيْفُ الْمَقَامِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ : فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya hingga ajal menjemput.

Hadirin yang dirahmati Allah,
Kita kini berada di bulan Rajab, salah satu bulan mulia dalam Islam. Pada bulan inilah Rasulullah SAW mengalami peristiwa agung Isra dan Miraj. Isra berarti perjalanan malam, sedangkan Miraj berarti naik ke tempat yang tinggi. Isra Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina, kemudian dilanjutkan dengan Miraj dari Masjidil Aqsha hingga Sidratul Muntaha, tempat yang tidak mampu dicapai oleh manusia mana pun.

Peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab, pada tahun yang dikenal sebagai 'Amul Huzni, tahun penuh duka bagi Rasulullah SAW. Pada tahun itu, Abu Thalib yang selalu melindungi beliau wafat, disusul oleh Sayyidah Khadijah, istri tercinta yang menjadi pendukung utama dakwah beliau. Setelah itu tekanan kaum Quraisy semakin keras, hingga Rasulullah SAW pergi ke Thaif untuk mencari perlindungan. Namun di sana beliau justru diusir dan dilempari batu sampai tubuh beliau berdarah-darah.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Dalam perjalanan Isra, Rasulullah SAW singgah dan sholat di beberapa tempat yang penuh makna, seperti di Madinah, di Bukit Thursina tempat Nabi Musa AS bermunajat, dan di Bait Lahm tempat kelahiran Nabi Isa AS. Di tengah perjalanan, beliau juga menghadapi berbagai gangguan, termasuk jin ifrit dan suara-suara yang mengajak beliau berpaling ke kanan dan ke kiri. Namun Rasulullah SAW tidak menanggapi semua itu, sebagai isyarat bahwa umatnya akan tetap berada di jalan Islam.

Setelah tiba di Masjidil Aqsha, Rasulullah SAW melaksanakan sholat dua rakaat. Malaikat Jibril lalu mengumandangkan adzan, dan Rasulullah SAW menjadi imam sholat berjamaah bagi para nabi dan rasul. Hal ini menunjukkan kemuliaan dan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin para nabi.

Setelah itu, Malaikat Jibril menghadirkan tiga bejana berisi air, khamr, dan susu. Rasulullah SAW memilih susu. Jibril pun berkata bahwa pilihan itu adalah fitrah yang lurus dan bersih, yang akan menjadi jalan umat Islam.

Hadirin yang dimuliakan Allah,
Kemudian Rasulullah SAW di-miraj-kan ke Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT. Pada saat itulah Allah mewajibkan sholat lima puluh kali sehari semalam. Setelah Rasulullah SAW bertemu Nabi Musa AS dan memohon keringanan, kewajiban itu diringankan menjadi lima waktu, namun pahalanya tetap setara dengan lima puluh kali sholat.

Inilah bukti bahwa sholat memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Sholat adalah tiang agama. Tanpa sholat, agama tidak akan tegak. Sholat adalah pembeda antara iman dan kekafiran, serta menjadi penjaga manusia dari perbuatan keji dan mungkar.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Peristiwa Isra Miraj mengajarkan kepada kita tentang keteguhan iman, kesabaran menghadapi ujian, dan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah melalui sholat. Semoga dengan memperingati peristiwa ini, iman kita semakin kuat, hati kita semakin dekat kepada Allah, dan kita istiqamah dalam menjalankan ketaatan.

Amin ya Rabbal 'alamin.

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ. وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةٌ أُخْرَى عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى إِذْ يَغْشَى السَّدْرَةَ مَا يَغْشَى.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. وَتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ.

3. Amalan di Penghujung Rajab

Tak hanya soal Isra Miraj, khutbah Jumat terakhir Rajab juga bisa menjadi sarana untuk mensyiarkan amalan sunnah di penghujung Rajab. Berikut contoh khutbahnya yang disadur dari NU Online.

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي تَفَرَّدَ فِي أَزَلِيَّتِهِ بِعِزِّ كِبْرِيَائِهِ، وَتَوَحَّدَ فِي صَمَدِيَّتِهِ بِدَوَامِ بَقَائِهِ، وَنَوَّرَ بِمَعْرِفَتِهِ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ، الدَّاعِي اِلَى بَابِهِ وَالْهَادِي لِأَحْبَابِهِ وَالْمُتَفَضِّلِ بِإِنْزَالِ كِتَابِهِ، تَبْصِرَةً وَذِكْرَى لِلْإِسْتِعْدَادِ لِيَوْمِ لِقَائِهِ. فَسُبْحَانَ مَنْ تَقَرَّبَ بِرَأْفَتِهِ وَرَحْمَتِهِ، وَتَعَرَّفَ اِلىَ عِبَادِهِ بِمَحَاسِنِ صِفَاتِهِ، فَانْبَسَطُوْا لِذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ. أَحْمَدُهُ حَمْدَ مُعْتَرِفٍ بِالْعَجْزِ عَنْ اَلاَئِهِ، مُنْتَظِرٍ زَوَائِدَ بِرِّهِ وَوَلاَئِهِ

أَشْهَدُ أَنْ لَااِلهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً ضَمِنَ الْحُسْنَى لِقَائِلِهَا يَوْمَ لِقَائِهِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتَمُ أَنْبِيَائِهِ وَسَيِّدُ أَصْفِيَائِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنِ اقْتَفَى أَثَرَهُمْ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ فَفَازَ بِاقْتِفَائِهِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ أَوَّلاً بِتَقْوَى اللهِ تَعَالىَ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَات وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Hari ini kita berada di penghujung bulan Rajab, salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam surah At-Taubah ayat 36:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu)."

Rajab adalah awal dari rangkaian bulan penuh keberkahan. Para ulama menggambarkannya sebagai masa menanam benih kebaikan. Abu Bakar al-Warraq al-Balkhi menyebut Rajab sebagai angin yang membawa benih amal, sementara ulama lain menyebutnya sebagai awal tumbuhnya pohon kebaikan. Oleh sebab itu, Rajab adalah waktu untuk memperbanyak sholat sunnah, puasa sunnah, istighfar, shalawat, dan sedekah sebagai persiapan menuju Syaban dan Ramadhan.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Di antara malam paling mulia di bulan Rajab adalah malam ke-27, yang diyakini banyak ulama sebagai malam Isra dan Miraj, malam ketika Rasulullah SAW menerima perintah sholat lima waktu.

Imam al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menyebutkan:

إِعْلَمُ أَنَّ اللَّيَالِيَ الْمَخْصُوصَةَ بِمَزِيدِ الْفَضْلِ الَّتِي يَتَأَكَّدُ فِيهَا اسْتِحْبَابُ الْإِحْيَاءِ فِي السَّنَةِ خَمْسَ عَشْرَةَ لَيْلَةً

Artinya: "Ketahuilah bahwa dalam setahun terdapat 15 malam yang memiliki keutamaan khusus yang dianjurkan untuk dihidupkan dengan ibadah."

Salah satunya adalah malam ke-27 Rajab. Pada malam ini dianjurkan sholat sunnah 12 rakaat, setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan satu surat, lalu setelahnya memperbanyak dzikir:

Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar masing-masing 100 kali
Istighfar 100 kali
Shalawat kepada Nabi SAW 100 kali
Lalu berdoa memohon kebaikan dunia dan akhirat, dan keesokan harinya dilanjutkan dengan puasa.

Imam al-Ghazali menegaskan:

فَإِنَّ اللَّهَ يَسْتَجِيبُ دُعَاؤَهُ كُلَّهُ إِلَّا أَنْ يَدْعُوَ فِي مَعْصِيَةٍ

Artinya: "Allah akan mengabulkan semua doa orang yang menghidupkan malam ini, kecuali doa yang mengandung maksiat."

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Selain itu, terdapat amalan khusus di Jumat terakhir bulan Rajab. Syaikh Ali al-Ajhuri dalam Khulasatul Atsar dan al-Habib Ali bin Hasan Baharun meriwayatkan dari al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith bahwa membaca dzikir berikut 35 kali saat khutbah kedua:

أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله

akan menjaga rezeki seseorang agar tidak terputus selama setahun.

Al-Habib Ali bin Hasan Baharun menuliskan:
فَائِدَةٌ لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ خَمْسًا وَثَلَاثِينَ مَرَّةً فِي آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ...

Artinya: "Faedah agar harta tidak habis sepanjang tahun adalah membaca dzikir ini 35 kali di Jumat terakhir bulan Rajab saat khutbah kedua. Amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti."

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Rasulullah SAW sendiri mengajarkan doa di bulan Rajab sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan."

Doa ini mengajarkan bahwa Rajab adalah waktu menyiapkan diri untuk menyambut Ramadhan.

Semoga kita semua mampu memanfaatkan sisa bulan Rajab ini dengan memperbanyak amal saleh, memperbaiki diri, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ، اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَ كَفَرَ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَاِئِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْراً۰ اَمَّابَعْدُ، فَيَاعِبَادَ ﷲ اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرٍ

إِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، وَأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ مِنْ جِنِّهِ وَإِنْسِهِ، فَقَالَ قَوْلًا كَرِيْمًا: اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓٮِٕكَتَهٗ يُصَلُّوۡنَ عَلَى النَّبِىِّ ؕ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا صَلُّوۡا عَلَيۡهِ وَسَلِّمُوۡا تَسۡلِيۡمًا

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ مَنْ فِي صَلَاحِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأْهْلِكْ مَنْ فِي هَلَاكِهِمْ صَلاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، اللهُمَّ وَحِّدْ صُفُوْفَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَارْزُقْنَا وَإِيَّاهُمْ زِيَادَةَ التَّقْوَى وَالْإِيْمَانِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

عٍبَادَ الله، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

4. Pesan Penting di Penghujung Rajab

Masih dari NU Online, berikut adalah contoh lain khutbah Jumat terakhir Rajab yang berisi petuah bagi umat Islam.

Khutbah I

أََلْحَمْدُ لِلّهِ أََلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَفْضَلَنَا بِالصَّلاَةِ وَيَأْمُرُنَا بِالْعَمَلِ الصَّالِحِ وَالطَّاعَةِ ، وَالَّذِيْ نَسْتَهِْدِيْ فِيْ كُلِّ اْلأُمُوْرِ وَالْمَظْلَمَةِ

أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَيُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ، وَمَنْ يُصَدِّقِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحِسَانِ إِلَى يَوْمِ الْمِيْعَادِ

أَمَّا بَعْدُ : فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ : سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ ، وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : صَلُّوْا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِيْ أُصَلِّيْ

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Karena hanya dengan takwa kita akan selamat di dunia dan akhirat.

Salah satu tanda terpenting dari ketakwaan adalah sholat. Apakah kita sudah menjaga sholat di awal waktu. Apakah kita sudah melengkapi sholat fardhu dengan sholat sunnah sebagai penyempurna kekurangannya. Sholat secara bahasa berarti doa. Sedangkan menurut syariat, sholat adalah rangkaian perkataan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Tata cara sholat kita ambil dari Rasulullah ﷺ sebagaimana sabdanya:

"Shallû kamâ ra'aitumûnî ushalli."
"Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku melaksanakannya." (HR Bukhari-Muslim)

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Perintah sholat diterima Rasulullah ﷺ secara langsung pada peristiwa Isra Miraj. Pada awalnya diwajibkan 50 kali dalam sehari semalam, lalu diringankan menjadi lima kali. Karena itulah sholat memiliki kedudukan yang sangat istimewa.

Sholat adalah ibadah pertama yang akan dihisab. Jika sholat seseorang baik, maka baik pula seluruh amalnya. Jika sholatnya rusak, maka rusak pula amal-amalnya.

Keberhasilan seorang mukmin ditentukan oleh kualitas sholatnya sebagaimana firman Allah:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
"Sungguh beruntung orang-orang mukmin, yaitu mereka yang khusyuk dalam sholatnya." (QS Al-Mu'minun 23:1-2)

Dan keberkahan hidup dunia pun Allah janjikan bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ
"Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS al-A'raf 7:96)

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Sholat bukan hanya kewajiban pribadi, tetapi juga fondasi kehidupan sosial. Allah memerintahkan:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى
"Perintahkan keluargamu mendirikan sholat dan bersabarlah dalam melaksanakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang yang bertakwa." (QS Thaha 20:132)

Allah juga menegaskan fungsi sholat sebagai pengendali moral:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
"Dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan mengingat Allah itu lebih besar, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS Al-'Ankabut 29:45)

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Sholat adalah kontrol diri dan kontrol sosial. Masyarakat yang memakmurkan masjid dengan sholat berjamaah akan lebih terjaga dari kemungkaran. Sebaliknya, masyarakat yang meninggalkan masjid akan lebih mudah dikuasai hawa nafsu dan kerusakan.

Maka marilah kita memakmurkan masjid, mushala, dan tempat-tempat ibadah dengan sholat berjamaah. Dengan itulah kita membangun masyarakat yang bermoral, damai, dan diridhai Allah SWT.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang menjaga sholat dan mendapatkan keberkahan hidup di dunia dan akhirat.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِيِمْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ الْاَحْيَآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلَامَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلَاءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر

5. Doa Mustajab di Jumat Terakhir Rajab

Teks khutbah Jumat yang terakhir ini membahas mengenai bacaan doa mustajab di penghujung Rajab. Berikut teks selengkapnya yang disadur dari laman resmi Kanwil Kemenag Kalsel.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, dzikir, dan doa, terutama pada waktu-waktu yang Allah muliakan.

Hari ini kita berada di penghujung bulan Rajab, salah satu bulan mulia dalam Islam. Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Syaban, yang juga termasuk bulan penuh keberkahan. Di bulan-bulan mulia ini, kebaikan dilipatgandakan pahalanya dan doa lebih dekat untuk dikabulkan. Karena itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan memohon kepada Allah SWT.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Jumat terakhir bulan Rajab dikenal sebagai salah satu waktu yang istimewa untuk memanjatkan doa. Pada hari ini, umat Islam dianjurkan untuk memohon agar rezeki yang Allah berikan tidak terputus selama satu tahun penuh.

Amalan yang diajarkan pada hari ini adalah membaca kalimat persaksian tentang Rasulullah SAW, yaitu:

أَحْمَدُ رَسُوْلُ الله، مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله
Ahmad adalah Rasulullah, Muhammad adalah Rasulullah

Kalimat ini dibaca sebanyak 35 kali pada hari Jumat terakhir bulan Rajab, tepatnya ketika khatib sudah duduk di atas mimbar di antara dua khutbah. Inilah waktu yang dianjurkan untuk memanjatkan doa tersebut sebagai ikhtiar agar rezeki mengalir dan tidak terputus.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Perlu kita pahami bahwa rezeki bukan hanya berupa harta. Rezeki juga berupa kesehatan, ketenangan hati, kemudahan urusan, kecerdasan, dan keberhasilan dalam menjalani kehidupan. Segala kebaikan yang memudahkan hidup kita adalah bagian dari rezeki yang Allah berikan.

Allah memberikan kepada hamba-Nya bukan selalu apa yang diinginkan, tetapi apa yang paling dibutuhkan. Oleh karena itu, dalam berdoa kita harus bersungguh-sungguh dan penuh keyakinan. Doa pasti dikabulkan oleh Allah, ada yang langsung, ada yang ditunda, dan ada pula yang disimpan untuk kebaikan di akhirat.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Karena itu, marilah kita manfaatkan Jumat terakhir bulan Rajab ini dengan memperbanyak doa, dzikir, dan ibadah. Jangan kita lewatkan kesempatan yang hanya datang satu kali dalam setahun. Jadikan amalan ini sebagai bentuk syukur kita karena masih diberi kesempatan bertemu dengan bulan Rajab yang penuh berkah.

Semoga Allah menerima doa-doa kita, melapangkan rezeki kita, dan memberkahi kehidupan kita di dunia dan akhirat.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Doa Saat Khatib Naik Mimbar di Jumat Terakhir Rajab

Pada Jumat terakhir bulan Rajab, terdapat sebuah doa yang dianjurkan dibaca oleh umat Islam. Berikut ini adalah bacaan doanya yang dikutip dari buku 71 Doa Harian karya KHM Yusuf Chudlori serta NU Online.

أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللَّهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهِ
Ahmadu rasūlullāhi Muḥammadun rasūlullāh
Artinya: "Ahmad adalah utusan Allah, Muhammad adalah utusan Allah."

Bacaan di atas dilafalkan sebanyak 35 kali dengan niat memohon keberkahan rezeki dan kecukupan hidup sepanjang tahun. Meski kalimatnya pendek, amalan ini memiliki sanad dan rujukan kuat dalam literatur ulama serta ijazah para habaib.

Dikutip dari NU Online, amalan ini diijazahkan oleh para ulama dan habaib, termasuk yang diterima penulis dari Sulthanul Ulama Yaman, Al-Mukarram al-Syekh al-Habib Salim bin Abdullah al-Syathiri saat beliau berkunjung ke pesantren tempat penulis belajar. NU Online juga mengutip keterangan al-Habib Ali bin Hasan Baharun dari gurunya al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith dalam kitab al-Fawā'id al-Mukhtārah halaman 445, yang berbunyi:

فَائِدَةٌ لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ خَمْسٌ وَثَلَاثِيْنَ مَرَّةً فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، وَهُوَ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله، وَقَدْ جَرَّبَهُ الْكَثِيْرُ وَصَحَّ عِنْدَهُمْ

Artinya: "Agar uang tidak habis sepanjang tahun, dianjurkan membaca dzikir ini 35 kali pada Jumat terakhir bulan Rajab ketika khutbah kedua, dan amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti manfaatnya."

Rujukan yang sama juga digunakan KHM Yusuf Chudlori dalam buku 71 Doa Harian. Dalam buku tersebut disebutkan, siapa pun yang membaca kalimat tersebut 35 kali dalam hati pada hari Jumat terakhir bulan Rajab ketika khatib berada di atas mimbar, maka rezekinya tidak akan terputus sepanjang tahun. Kitab itu juga menukil sumber klasik Nuzhah al-Majalis sebagai rujukan lafaz dan faedah dzikir atau doa ini.

Menariknya, terdapat sedikit perbedaan penjelasan waktu pengamalannya. NU Online secara spesifik menyebutkan bahwa doa ini dibaca saat khutbah kedua, sedangkan buku 71 Doa Harian karya KHM Yusuf Chudlori menyebutkan ketika khatib berada di atas mimbar, tanpa membatasi apakah pada khutbah pertama atau kedua.

Demikian tadi penjelasan lengkap mengenai teks khutbah Jumat terakhir Rajab, lengkap dengan bacaan doa yang sebaiknya diamalkan umat Islam. Semoga dapat menjadi referensi yang bermanfaat!



(sto/sto)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads