- Kisah Isra Miraj
- Hikmah Isra Miraj bagi Umat Islam dalam Kehidupan Sehari-hari 1. Kewajiban Sholat Lima Waktu 2. Menjunjung Tinggi Nabi Muhammad SAW 3. Percaya Kebesaran Allah SWT 4. Waktu Berkumpul 5. Waktu Dikabulkannya Doa 6. Ujian Keimanan 7. Menyampaikan Kebenaran Meskipun Pahit 8. Menghapus Syariat Nabi-nabi Terdahulu 9. Keistimewaan Masjid al-Aqsha 10. Keteguhan Iman Nabi SAW
Isra Miraj merupakan salah satu mukjizat besar yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. Tahukah kamu bahwa dari peristiwa agung ini mengandung banyak hikmah yang dapat diambil oleh umat Islam?
Peristiwa Isra Miraj terjadi dalam satu malam di bulan Rajab. Allah SWT memberangkatkan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa untuk menuju 'Arsy. Peristiwa ini bertujuan untuk menerima perintah sholat lima waktu bagi Nabi Muhammad SAW dan umat Islam.
Dalam perjalanan luar biasa tersebut, Rasulullah SAW mengalami berbagai peristiwa atas kebesaran Allah SWT. Peristiwa Isra Miraj tentunya mengandung banyak hikmah yang wajib diyakini oleh umat Islam. Hikmah-hikmah ini dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Lantas, apa saja hikmah Isra Miraj? Yuk, simak uraiannya di bawah ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah Isra Miraj
Mengutip dari buku Ayo Mengenal Nabi Muhammad oleh Aifa Syah, peristiwa Isra Miraj terjadi pada 27 Rajab tahun ke-10 kenabian Rasulullah SAW. Peristiwa tersebut terdiri dari dua peristiwa yang terjadi dalam satu malam, yakni Isra dan Miraj.
Isra merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem, Palestina. Sementara Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad dari bumi (Masjidil Aqsa) menuju langit ketujuh hingga Sidratul Muntaha.
Nabi Muhammad SAW memulai perjalanan Isra Miraj dengan menunggangi Buroq, yaitu hewan yang lebih besar dari keledai dan berwarna putih. Perjalanan ini ditemani oleh Malaikat Jibril. Ketika sampai di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW mengimami sholat para nabi dan rasul.
Setelah melaksanakan sholat tersebut, Rasulullah SAW naik ke langit menuju Sidratul Muntaha. Dalam perjalanan ini, Rasulullah SAW melewati tujuh langit dan bertemu dengan para nabi. Sesampainya di Sidratul Muntaha, Rasulullah SAW menghadap Allah SWT dan menerima perintah berupa sholat lima waktu.
Hikmah Isra Miraj bagi Umat Islam dalam Kehidupan Sehari-hari
Dari kisah Isra Miraj tersebut, terdapat beberapa hikmah yang dapat dipetik oleh umat Islam. Berikut hikmah dari peristiwa Isra Miraj dalam kehidupan sehari-hari yang dirangkum dari buku Isra Mi'raj: Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW oleh Abu Ziyad, Buletin Takwa Universitas Medan, dan laman NU Online.
1. Kewajiban Sholat Lima Waktu
Peristiwa Isra Miraj menghadirkan kewajiban sholat lima waktu bagi umat Islam. Sholat menjadi ibadah wajib yang menjadi tiang agama. Sholat menjadi bentuk keimanan umat Islam kepada Allah SWT, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa.
2. Menjunjung Tinggi Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW merupakan nabi yang mendapatkan kebesaran Allah SWT melalui peristiwa Isra Miraj. Bahkan, peristiwa tersebut telah diriwayatkan oleh Allah SWT dalam surah Al-Isra ayat pertama. Dalam ayat tersebut, Allah SWT menyebut Rasulullah SAW dengan kata Abdun yang berarti 'hamba'. Panggilan tersebut menjadi bukti bahwa Rasulullah SAW memliki derajat kehambaan dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW juga mendapatkan kebesaran Allah SWT lainnya dalam peristiwa Isra Miraj. Sebelum memulai perjalanan, dada Rasulullah SAW dibelah, dibersihkan, dan dimasukkan hal-hal baik. Selain itu, Rasulullah SAW juga diperlihatkan adanya surga dan negara sebagai balasan amal hidup. Oleh karena itu, hendaknya umat Islam dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini dan menjunjung tinggi Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
3. Percaya Kebesaran Allah SWT
Terjadinya peristiwa Isra Miraj menunjukkan kebesaran Allah SWT. Melalui ayat Al-Quran menjadi bukti bahwa bumi yang ditempati manusia hanya bagian kecil dari ciptaan Allah SWT. Adanya perjalanan Isra Miraj ini juga menjadi tanda keajaiban oleh Allah SWT yang dapat memberangkatkan Rasulullah SAW ke langit ketujuh dan melihat surga serta neraka.
Dengan demikian, sebagai umat Islam sebaiknya meyakini keberadaan dan kebesaran Allah SWT. Yakin bahwa segala hal yang ada di alam semesta ini merupakan ciptaan Allah SWT.
4. Waktu Berkumpul
Peristiwa Isra Miraj terjadi pada malam hari karena waktu malam dianggap adalah waktu yang mulia. Malam Isra Miraj juga menjadi waktu yang tepat untuk berkumpul bersama orang-orang terkasih. Pada saat inilah, sangat dianjurkan untuk menunaikan ibadah bersama dan memperbanyak doa serta istighfar.
5. Waktu Dikabulkannya Doa
Selain menjadi waktu yang tepat untuk berkumpul, malam Isra Miraj juga menjadi waktu dikabulkannya doa. Malam hari diyakini menjadi waktu yang mujarab untuk berdoa. Doa-doa yang dipanjatkan akan dikabulkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam hendaknya memperbanyak doa di malam Isra Miraj.
6. Ujian Keimanan
Peristiwa Isra Miraj juga menjadi peringatan dan ujian keimanan bagi umat Islam. Perjalanan Rasulullah SAW untuk menerima perintah sholat lima waktu banyak yang tidak mempercayainya. Semua peristiwa yang dialami oleh Rasulullah SAW sulit dicerna dengan akal dan hal inilah yang menjadi ujian bagi umat Islam.
Bagi orang yang beriman, mereka akan percaya terhadap hal yang disampaikan oleh Rasulullah SAW mengenai Isra Miraj. Namun, bagi orang yang tidak beriman, mereka tidak akan bisa mencerna kebesaran Allah SWT dengan logika.
7. Menyampaikan Kebenaran Meskipun Pahit
Berhubungan dengan hikmah sebelumnya, hikmah ini berkaitan dengan keteguhan untuk menyampaikan kebenaran meskipun pahit hasilnya. Setelah Nabi Muhammad SAW pulang dari perjalanan Isra Miraj, beliau menyampaikan kisah tersebut dan perintah sholat lima waktu kepada penduduk Mekah.
Namun, banyak dari mereka yang memilih tidak percaya dan keluar dari Islam. Meskipun mendapat respon seperti itu, Rasulullah SAW tetap teguh untuk menyampaikan kebenaran dari Isra Miraj. Tindakan Rasulullah SAW ini dapat menjadi contoh bagi kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
8. Menghapus Syariat Nabi-nabi Terdahulu
Diceritakan bahwa ketika Nabi Muhammad SAW sampai di Masjidil Aqsa, beliau melaksanakan sholat dua rakaat. Dalam ibadah tersebut, Rasulullah SAW menjadi imam sholat bagi nabi-nabi sebelumnya.
Hal ini menjadi tanda bagi umat Islam bahwa agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW adalah syariat yang telah sempurna. Syariat nabi-nabi sebelumnya adalah bagian yang dihapus dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW.
9. Keistimewaan Masjid al-Aqsha
Dalam peristiwa Isra Miraj, perjalanan menuju langit dimulai dari Masjid al-Aqsha atau Baitul Maqdis. Oleh karena itu, Masjid al-Aqsha menjadi masjid yang istimewa bagi umat Islam. Selain itu, sebelum Ka'bah dijadikan kiblat sholat, masjid ini pernah menjadi kiblat sholat bagi umat Islam di masa itu. Disebutkan bahwa melaksanakan sholat di Baitul Maqdis ini akan mendatangkan 500 kali lipat pahala.
10. Keteguhan Iman Nabi SAW
Sebelum peristiwa Miraj terjadi, Nabi Muhammad SAW hanya mengetahui sifat surga, neraka, dan hal gaib lainnya dari wahyu yang diturunkan Allah SWT. Keimanan Rasulullah SAW pada saat itu disebut dengan Ilmul Yaqin, yaitu keimanan kepada kebesaran Allah SWT meski belum melihat langsung. Setelah mengalami peristiwa Miraj, keimanan Rasulullah SAW naik menjadi Ainul Yaqin karena telah melihat langsung surga, neraka, dan hal gaib lainnya.
Itulah beberapa hikmah Isra Miraj bagi umat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Semoga berkah, ya!
Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
