Mbah Parman Tewas Tertabrak Truk Usai Jatuh di Mangkang Semarang

Mbah Parman Tewas Tertabrak Truk Usai Jatuh di Mangkang Semarang

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Rabu, 14 Jan 2026 21:19 WIB
Mbah Parman Tewas Tertabrak Truk Usai Jatuh di Mangkang Semarang
Ilustrasi pemotor meninggal kecelakaan. Foto: Getty Images/iStockphoto/ProfessionalStudioImages
Semarang -

Kecelakan maut terjadi di Jalur Pantura Jalan Urip Sumoharjo, Randu Garut, Mangkang Kulon, Semarang siang ini. Satu orang pemotor bernama Parman (61) tewas dalam peristiwa ini.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polrestabes Semarang, AKP Untung Ariyono, mengatakan peristiwa ini bermula ketika satu unit sepeda motor Beat putih bernomor polisi H 5964 WQ berjalan dari arah barat ke timur. Setibanya di TKP, kendaraan itu terlibat kecelakaan dengan dua unit truk.

"Kecelakaan dengan truk traktor head warna hijau berpelat T 9148 DC berjalan searah di depannya, kemudian oleng dan terjatuh ke kanan dan tertabrak truk nopol N 8021 URQ yang berjalan searah di samping kanannya," kata Untung melalui pesan WhatsApp, Rabu (14/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sang pengendara motor yang berasal Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Parman (61) tewas dalam peristiwa ini. Anak korban yang membonceng, Ahmad Anzhory (28) juga diketahui ikut terluka.

ADVERTISEMENT

"Pengendara mengalami luka terbuka, meninggal dunia di TKP, dibawa ke kamar jenazah RSUP Dr Kariadi Kota Semarang," jelas Untung.

"Pembonceng, anak korban (yang meninggal dunia), mengalami luka pada kaki kiri dirawat di RSUP Dr Kariadi Kota Semarang," tambahnya.

Terpisah, pengemudi truk kontainer bernomor polisi T 9148 DC, Rukiman (52) menceritakan detik-detik kecelakaan maut itu terjadi. Ia hendak pindah lajur sebab ada truk yang rusak di tepi jalan.

"Di lokasi kejadian ada truk lain yang mengalami kerusakan dan berhenti di tepi jalan. Jalur jadi menyempit, saya melambat untuk bersiap pindah ke lajur kanan," kata Rukiman kepada wartawan di Kantor Unit Gakkum Sat Lantas Polrestabes Semarang.

Menurut kesaksian Rukiman, sepeda motor tersebut lalu menabrak kendaraannya dari belakang hingga terjatuh. Korban kemudian tertabrak truk lain di belakangnya.

"Motor itu nabrak dari belakang, lalu jatuh. Setelah itu, korban tertabrak truk yang ada di belakang saya," jelas supir asal Tambak Aji, Kecamatan Ngaliyan itu.

Rukiman menyadari lokasi kecelakaan tersebut merupakan jalur padat dan rawan kecelakaan. Ia mengaku selalu mengemudikan kendaraannya dengan hati-hati.

"Sebagai sopir truk, saya hanya bisa jalan lempeng. Apalagi kalau bawa muatan, tidak mungkin ngebut. Jalan di Mangkang itu menurut saya terlalu padat, jadi rawan kecelakaan," pungkasnya.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads