Banjir di Kudus semakin meluas. BPBD Kudus menyebut total ada 35 desa dari 7 kecamatan yang terdampak dan 596 orang mengungsi.
Di Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati, ketinggian banjir siang tadi berkisar 50 sentimeter. Banyak rumah warga yang terendam banjir. Termasuk rumah yang ditinggali seorang pria yang menderita lumpuh, Jaepo (40).
Pantauan detikJateng di lokasi, air yang merendam rumah itu sudah hampir sejajar dengan tempat tidur Jaepo. Dia tinggal di rumah itu bersama ibunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bupati Kudus, Samani Intakoris, bersama rombongan turun langsung mengevakuasi Jaepo. Di sana ada polisi, TNI, dan tim kesehatan puskesmas setempat.
Awalnya Jaepo menolak saat akan dievakuasi. Setelah diberikan penjelasan langsung Bupati Kudus, dia akhirnya mau dievakuasi ke Puskesmas Jati.
Baca juga: Kudus Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir |
Jaepo pun dievakuasi lewat jendela kamarnya, lalu diantar ke puskesmas menggunakan perahu.
"Tadi menjemput pasien yang lumpuh, karena khawatir kalau airnya naik. Kita jemput bareng-bareng," kata Samani di lokasi, Rabu (14/1/2026).
"Dikhawatirkan naik (airnya), kondisinya tidak bisa apa-apa karena itu lumpuh," sambungnya.
Samani menyebut genangan banjir di Desa Jetiskapuan termasuk dalam. Ia khawatir jika ada warga yang sakit tidak segera dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
"Jalan kaki kondisi banjir 40 sampai 50 sentimeter," jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Kudus juga telah berupaya membantu warga yang kebanjiran.
"Kita sediakan tempat pengungsian termasuk makanan kita juga sudah siapkan. Tim kesehatan dari puskesmas kita siapkan," ujarnya.
Terpisah Kasi Kedaruratan pada BPBD Kabupaten Kudus, Ahmad Munaji mengatakan wilayah Kudus yang terdampak banjir ada 35 Desa di 7 Kecamatan.
"Total wilayah terdampak ada sebanyak 7 kecamatan dengan jumlah 35 desa. 15.284 KK, 48.190 jiwa terdampak banjir di Kudus. Terdapat 233 KK dengan 596 jiwa yang mengungsi," jelasnya.
(dil/afn)











































