Heboh Titik 'Perusak Alam' Bermunculan di Maps Pegunungan Muria Kudus

Heboh Titik 'Perusak Alam' Bermunculan di Maps Pegunungan Muria Kudus

Dian Utoro Aji - detikJateng
Rabu, 14 Jan 2026 16:29 WIB
Heboh Titip Maps Perusak Alam di Pegunungan Muria Kudus.

Foto diunggah Rabu (14/1/2026).
Heboh Titip Maps 'Perusak Alam' di Pegunungan Muria Kudus. (Foto: dok. tangkapan layar X Info Jateng)
Kudus -

Potret maps di beberapa titik sekitar Pegunungan Muria Kudus ditulis perusak alam menuai sorotan di media sosial. Bupati Kudus Samani Intakoris menyebut sejumlah lokasi tambang ilegal sudah ditutup.

Video yang menunjukkan maps itu diunggah akun X, Info Jateng pada 13 Januari 2026. Pada video itu memperlihatkan kondisi Pegunungan Muria.

Beberapa titik tampak gundul diduga karena ada tambang. Di video itu pun diberi tanda perusak alam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lagi Ramee di Google Maps, Muncul tulisan "Perusak Alam" di Area sekitar Gunung Muria. Tidak tahu siapa yang membuat titik tersebut, namun sesuau titik tersebut memperlihatkan area TAMBANG di sekitar lereng Gunung Muria," tulis keterangan video itu seperti dilihat detikJateng, Rabu (14/1/2026).

ADVERTISEMENT

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kudus Samani Intakoris mengakui ada beberapa titik tambang seperti di wilayah Jekulo Kabupaten Kudus. Namun beberapa titik tambang yang tidak berizin kini sudah ditutup.

"Memang itu kan izin lama, sebelum saya dilantik, dan yang tidak punya izin sudah beberapa langkah untuk melakukan penutupan," kata Samani di Kudus.

"Kemarin yang dekat dengan Logung juga sudah kita tutup," lanjut dia.

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat meninjau banjir di Jetiskapuan Kecamatan Jati, Rabu (14/1/2026).Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat meninjau banjir di Jetiskapuan Kecamatan Jati, Rabu (14/1/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

Samani juga telah melaporkan tambang di Kudus kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Samani menyebut perihal izin tambang merupakan kewenangan Pemprov Jateng.

"Artinya kami juga mau menyampaikan kepada Pak Gubernur karena izin ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk sudah ada izin kita evaluasi karena ada dampak seperti ini," jelasnya.

Di sisi lain, Samani menyebut bencana banjir yang terjadi di Kudus ini merupakan dampak siklus 10 tahunan. Meski begitu, Samani akan tegas menutup tambang yang tidak berizin.

"Hujan ini siklus 10 tahunan, ini banjir besar di Kudus. Tapi kita juga memperhatikan situasi dan kondisi kita dimanapun kalau tidak ada izin akan kami tutup dan berkoordinasi dengan APH untuk dilakukan proses," terang dia.

Terpisah Wakapolres Kudus Kompol Rendi Johan Prasetya saat dimintai konfirmasi mengaku akan mengecek terlebih dahulu soal tambang ilegal itu.

"Akan kami cek terlebih dahulu ya," jawab singkat ditemui di Kudus.




(ams/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads