Santri Ponpes di Grobogan Diduga Keracunan MBG yang Dirujuk ke RS Bertambah

Santri Ponpes di Grobogan Diduga Keracunan MBG yang Dirujuk ke RS Bertambah

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Senin, 12 Jan 2026 18:41 WIB
Santri Ponpes di Grobogan Diduga Keracunan MBG yang Dirujuk ke RS Bertambah
Ilustrasi santri keracunan MBG di Grobogan dirujuk ke rumah sakit. (Foto: Thinkstock)
Grobogan -

Jumlah santri Pondok Pesantren (Ponpes) Assalafi Miftahul Huda, Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, yang diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) ini bertambah. Pihak ponpes mencatat ada penambahan 20 santri yang dirawat di rumah sakit.

Sebagai informasi, santri korban keracunan ini dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan karena kondisinya menurun usai menyantap MBG pada Jumat (9/1). Tim Media Ponpes Assalafi Miftahul Huda Grobogan, Dzul Fikar, mengatakan kondisi para santrinya yang dirawat masih lemas.

"Untuk kondisi sebagian masih lemas, dan ada juga yang sudah diperbolehkan pulang untuk rawat jalan," kata Dzul saat dimintai konfirmasi detikJateng, Senin (12/1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dzul menyebut sudah tidak ada santri yang dirawat di ponpes. Sebelumnya ada 68 santri yang dirawat di ponpes, dan 97 santri yang dirujuk ke fasilitas kesehatan.

ADVERTISEMENT

"Yang dirawat pondok sudah ndak ada. Yang dirawat di RS (rumah sakit) 112 orang," terang Dzul.

Menurut Dzul, pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memantau kondisi kesehatan santri-santri yang dirawat. Sejumlah pengurus juga dikerahkan mendampingi santri di fasilitas kesehatan.

"Dari pondok sampai saat ini terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait perkembangan kondisi santri yang dirawat," ungkap Dzul.

"Serta kami selalu memantau kondisi perkembangan yang ada di RS. Untuk pendampingan kami juga meng-stand by-kan beberapa santri pengurus untuk selalu memantau kondisi pasien," sambungnya.

Saat ini ada 15 santri laki-laki dan 97 santri perempuan Ponpes Assalafi Miftahul Huda yang dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan. Berikut data lengkapnya:

1. Puskesmas 1 Karangrayung: 5 santri putra, 7 santri putri
2. Puskesmas 1 Kedungjati: 7 santri putri
3. Puskesmas 1 Godong: 5 santri putri
4. Puskesmas Grobogan: 1 santri putri
5. Puskesmas Klambu: 6 santri putri
6. Puskesmas 1 Gubug: 2 santri putra
7. RSUD Getas Pendowo: 7 santri putra, 41 santri putri.
8. RSUD Purwodadi: 1 santri putra, 28 santri putri
9. Puskesmas 1 Toroh: 1 santri putri
10. RS Permata Bunda: 1 santri putri

Diberitakan sebelumnya, ratusan santri dan guru Pondok Pesantren (Ponpes) Assalafi Miftahul Huda, Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan turut menjadi korban keracunan massal yang diduga dipicu menu makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan pada Jumat (9/1).

Tim Media Ponpes Assalafi Miftahul Huda, Dzul Fikar, mengatakan jumlah santri penerima manfaat MBG di pondoknya total sebanyak 1.172 orang.

"Penerima manfaat MBG di pondok, 537 (orang) tingkat SMK, 635 orang tingkat SMP. Iya (dari satu SPPG yang sama)," kata Dzul saat dikonfirmasi detikJateng, Minggu (11/1).

Dzul menyampaikan total ada lebih dari 300 orang yang mengalami gejala masalah kesehatan usai menyantap MBG tersebut. Tak hanya santri, beberapa guru juga mengeluhkan hal serupa.

"Total gejala kemarin 300 lebih. (Termasuk) ada guru tujuh orang, sekarang rawat jalan. (Yang dimakan guru) itu jatah siswa, biasanya kan sisa, sisanya dimakan guru," kata Dzul.




(ams/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads