Banjir Pati Meluas, 15 Kecamatan Kini Terdampak

Banjir Pati Meluas, 15 Kecamatan Kini Terdampak

Dian Utoro Aji - detikJateng
Senin, 12 Jan 2026 15:15 WIB
Banjir Pati Meluas, 15 Kecamatan Kini Terdampak
Situasi jalan Pantura Pati tepatnya di Widorokandang Kecamatan Pati Kota kebanjiran, Senin (12/1/2026). (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)
Pati -

Wilayah yang terdampak banjir Pati meluas menjadi 15 Kecamatan. Sejumlah ruas jalan juga terendam sehingga ada yang lalu lintasnya dialihkan.

Berdasarkan data BPBD Pati jumlah wilayah yang terdampak banjir bertambah. Semula ada 12 Kecamatan yang terdampak, hari ini menjadi 15 Kecamatan. Hingga pukul 12.00 WIB, dilaporkan wilayah tersebut masih tergenang.

"Wilayah Kecamatan yang terdampak banjir meliputi Pati, Wedarijaksa, Margoyoso, Tayu, Dukuhseti, Tlogowungu, Margorejo, Tambakromo, Gabus, Winong, Batangan, Juwana, Pucakwangi, Jakenan dan Sukolilo. Adapun jumlah desa yang terdampak banjir ada sebanyak 59 desa," kata Kabid Kedaruratan pada BPBD Pati, Suntoro kepada detikJateng, Senin (12/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu pantauan detikJateng pukul 13.30 WIB, jalur Pantura Pati tepatnya di Desa Widorokandang Kecamatan Pati Kota terendam banjir. Kondisi jalan itu juga berlubang sehingga membuat arus lalu lintas padat merayap baik dari arah Pati ke Rembang maupun sebaliknya.

Titik genangan juga terlihat jalan Widorokandang menuju Pati Kota, namun jalan masih bisa dilewati. Genangan banjir setinggi 30 sentimeter.

ADVERTISEMENT

Kemudian juga ada jalan Ahmad Dalan Desa Semampir Kecamatan Pati Kota yang kebanjiran. Imbasnya jalan ini tidak bisa dilewati kendaraan karena kebanjiran lebih dari 50 sentimeter. Kendaraan dialihkan melewati kawasan Alun-alun Pati jika menuju Kudus.

Kasat Lantas Polresta Pati, AKP Riki Fahmi Mubarok menjelaskan ada beberapa titik genangan banjir di jalan raya. Seperti di Pantura Pati, Jalan Ahmad Dahlan, dan jalan Tayu Pati.

"Ada beberapa titik yang tergenang air, salah satunya titik di Widorokandang kemudian ada wilayah Pati - Tayu dan di Kota tepatnya di jalan Ahmad Dahlan," jelas Riki.

Menurutnya jalur yang tidak bisa dilewati yaitu di jalan Ahmad Dahlan Pati Kota. Kendaraan roda dua maupun empat sementara dialihkan dahulu.

"Untuk jalur terputus di Kota yaitu Ahmad Dahlan, kita telah melakukan rekayasa terbatas dengan melakukan penutupan jalur terputus di simpang 4 jago," jelas Riki.

"Kemudian titik di Tayu - Pati itu terdapat genangan air lintasan kedua arah masih bisa dilewati dengan tinggi genangan air 20 sentimeter," jelasnya.

Menurutnya penutupan jalan Ahmad Dahlan karena ada genangan banjir. Jika jalan tetap dilewati maka genangan banjir akan kembali ke permukiman warga.

"Sedangkan dari Gemeces itu jalurnya terputus kita lakukan penutupan di Gemeces Timur sampai Sleko karena genangan air tidak bisa dilewati kendaraan dan kalau dilewati kendaraan air akan masuk ke permukiman warga," ungkap dia.

Warga Widorokandang, Pujianto menjelaskan jalan Pantura dan rumah warga kebanjiran sejak Minggu kemarin sampai sekarang belum surut. Bahkan banjir merendam jalan dan rumah warga.

"Jalannya berlubang dan penuh air, akibat bisa laka. Kali Simo masuk ke jalan dan permukiman warga. Ini masuk ke rumah warga juga," jelas dia.




(alg/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads