Momen HUT Partai, Puluhan Kader PDIP Brebes Mundur dan Kembalikan KTA

Momen HUT Partai, Puluhan Kader PDIP Brebes Mundur dan Kembalikan KTA

Imam Suripto - detikJateng
Sabtu, 10 Jan 2026 17:42 WIB
Kader pdip brebes menyerahkan KTA dan surat pengunduran diri berikut atribut partai.
Kader pdip brebes menyerahkan KTA dan surat pengunduran diri berikut atribut partai. (Foto: Imam Suripto/detikJateng)
Brebes -

Puluhan kader PDIP perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Pengurus Ranting (PR) menyatakan mundur dan mengembalikan kartu tanda anggota (KTA). Aksi mundur dari keanggotaan partai ini dilakukan bertepatan peringatan HUT PDIP ke-53.

Sekitar 25 kader ini merupakan pengurus anak cabang, ranting dari Kecamatan Bulakamba dan Bumiayu. Mereka datang ke kantor DPC PDIP Sabtu (10/1) sore untuk menyerahkan KTA dan surat pengunduran diri bermaterai. Selain itu, puluhan lembar pakaian beratribut partai juga ditanggalkan.

Selain para pengurus PAC dan Ranting, pengunduran diri juga dilakukan oleh kader yang tergabung dalam Komunitas Juang yang merupakan organisasi sayap di bawah PDIP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi ini diketuai Dede Nurerozi, sekretaris PAC PDIP Kecamatan Bulakamba. Kepada media, Dede menyatakan aksi pengunduran diri ini dilatarbelakangi keputusan hasil Konfercab PDIP Brebes.

Para kader mengaku kecewa karena Ketua DPC PDIP Brebes yang ditetapkan DPP maupun DPD bukan berasal dari kader yang diusulkan oleh PAC se-Kabupaten Brebes.

ADVERTISEMENT

"Kami kecewa dengan keputusan DPP dan DPD saat Konfercab. Putusan DPP yang menetapkan ketua DPC bukan dari kader yang diusulkan dari PAC," kata Dede di Kantor DPC PDI-P Brebes, Sabtu (10/1/2026)

Sebagai bentuk kekecewaan atas penetapan Ketua DPC PDIP Brebes periode 2025-2030, lanjut Dede, para kader ini menyatakan mundur. Mereka menyerahkan KTA serta surat pengunduran diri secara tertulis di Sekretariat DPC PDIP.

"Sebagai bentuk pengunduran diri, kami menyerahkan KTA dan surat mundur di atas materai," tegas Dede.

"Kami inisiatif sendiri, tidak ada yang menggerakkan. Bahkan kami datang ke kantor DPC dengan biaya sendiri," imbuhnya.

Wakil Ketua PAC PDIP Kecamatan Bumiayu, M Irwan menegaskan, nama Ketua DPC, Cahrudin yang ditetapkan tidak berasal dari usulan akar rumput.

"Kalau dari PAC Bumiayu, kami mengusulkan nama Pak Indra," katanya.

Sebelumnya, sejumlah kader PDIP juga melakukan hal yang sama memutuskan untuk mengundurkan diri dan menyerahkan KTA ke kantor DPC. Salah satunya Asrofi, salah satu kader. Pria ini mengaku kecewa dengan hasil konfercab yang menetapkan kepengurusan DPC PDIP Brebes periode 2025-2030 yang dianggap tidak sesuai dengan mekanisme partai.

Disebutkan, ada 15 dari 17 PAC sebelumnya telah mengusulkan Indra Kusuma yang telah menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Brebes selama 25 tahun.

"Kami melihat ada proses yang tidak demokratis dalam pemilihan ketua DPC PDIP. Dimana usulan terbanyak dari pengurus ranting dan PAC ternyata tidak mendapat tempat," katanya.

"Namun sebaliknya justru ketua terpilih saat ini yang hanya didukung beberapa PAC ditetapkan sebagai terpilih. Sehingga sebagai bentuk kekecewaan kami nyatakan mengundurkan diri. Berharap demokrasi tetap dijunjung tinggi," imbuhnya.

Respon Ketua DPC PDIP Brebes

Seperti diketahui, Cahrudin ditetapkan sebagai Ketua DPC PDIP Brebes periode 2025-2030, menggantikan Indra Kusuma yang menjabat selama 5 periode. Penetapan Cahrudin dilakukan saat Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDIP Brebes di Semarang usai Konferensi Daerah (Konferda) PDIP Jawa Tengah.

Dihubungi terpisah, Ketua DPC PDIP periode 2025-2030 Cahrudin hanya berkomentar sedikit terkait aksi ini.

"Nanti lah, orang saya lagi acara (Mukernas PDIP di Jakarta). Mereka siapa juga saya belum ngecek kebenaranya, sekedar ngaku orang PDIP apa susahnya," komentar Cahrudin.



(alg/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads