Desa Tempur di Jepara Terisolir-Listrik Terputus gegara Longsor

Desa Tempur di Jepara Terisolir-Listrik Terputus gegara Longsor

Dian Utoro Aji - detikJateng
Sabtu, 10 Jan 2026 16:02 WIB
Desa Tempur di Jepara Terisolir-Listrik Terputus gegara Longsor
Longsor putus jalan utama di Desa Tempur Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Sabtu (10/1/2026). Foto: Dok Pemkab Jepara
Jepara -

Akses utama menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terputus akibat longsor. Warga yang ada tinggal di Lereng Pegunungan Muria ini pun terisolir dan jaringan listrik terputus.

Jalur menuju desa itu terputus total akibat bencana tanah longsor yang menghilangkan sebagian badan jalan pada Sabtu (10/1/2026).

"Masyarakat Tempur terisolir, tidak bisa akses masuk dan keluar. Prioritas kita adalah membuka akses secepatnya," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (10/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada sekitar 18 titik longsor dengan satu titik kritis di mana jalan sepanjang kurang lebih 60 meter hilang tergerus air," lanjut dia.

ADVERTISEMENT

Ary mengatakan untuk menangani situasi darurat, Pemkab Jepara segera mengerahkan langkah strategis. Tim Tagana (Taruna Siaga Bencana) dari Dinas Sosial dan Dapur Umum dari BPBD telah disiagakan di Desa Damarwulan untuk menyiapkan dan mendistribusikan logistik.

"Kami siapkan 100 bungkus makanan per sekali makan untuk warga yang terisolir, dan truk tangki air juga disiagakan," jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya sedang berupaya mengirimkan genset ke lokasi untuk menyediakan penerangan dan pengisian daya telepon genggam. Sebab aliran listrik dari PLN terputus total.

"Tercatat tiga rumah tertimpa material longsor, namun tim belum dapat mencapai lokasi tersebut karena akses yang terputus," jelas dia.

Ary mengungkapkan dua rencana, pertama yaitu memperbaiki jalan yang putus dan kedua, membuka jalur alternatif darurat.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Perhutani untuk menggunakan tanah guna membuka jalur alternatif sementara," tambahnya.

Sementara itu, BPBD akan membuka akses dari dua sisi. Kepala Pelaksana BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto mengatakan satu tim akan berupaya mencapai titik jalan yang putus untuk melakukan asesmen, sementara alat berat lainnya akan membuka jalan.

"Kami akan kerahkan total lima unit alat berat, upaya ini dilakukan agar akses warga untuk keluar masuk desa dapat segera terpenuhi," jelasnya.

Arwin mengimbau seluruh camat dan kepala desa di wilayah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Mengingat potensi bencana banjir dan longsor masih tinggi di beberapa titik lain seperti di Desa Sumberjo, Bungu, Dongos, dan Sowan Kidul," terang dia.




(ahr/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads