Erick Thohir Ungkap Kendala Penyusunan Formula Dana Pensiun Atlet

Erick Thohir Ungkap Kendala Penyusunan Formula Dana Pensiun Atlet

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Sabtu, 10 Jan 2026 11:42 WIB
Erick Thohir Ungkap Kendala Penyusunan Formula Dana Pensiun Atlet
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, saat melepas atlet Paragames Indonesia, di Balai Kota Solo, Sabtu (10/1/2026). Foto: Agil Trisetiawan P/detikJateng
Solo -

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tengah menggodok formulasi yang tepat untuk dana pensiun atlet. Hal tersebut dilakukan sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan, sejumlah formulasi baru dimatangkan tahun ini, untuk menemukan formula yang tepat soal dana pensiun atlet ini.

"Pak presiden meminta saya mempelajari bagaimana dana pensiun atlet, yang sedang kita godok. Ini yang yang sedang saya lakukan bersama tim saya, pak Wamen, benar-benar mentransformasi, sehingga tidak hanya sebatas persiapan namun pascapertandingan itu sendiri," kata Erick kepada awak media di Balai Kota Solo, Sabtu (10/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Permasalahan yang muncul adalah atlet merupakan pekerja informal. Tidak semua atlet memiliki gaji bulanan, yang bisa dipotong untuk dana pensiun mereka.

ADVERTISEMENT

"Ada formula dana pensiun ini, kita sedang cari solusi. Karena biasanya dana pensiun, dari gaji bulanan yang ditabungkan untuk masa depan. Para atlet masuk dalam kategori informal, bisa gak nanti bonusnya yang didapat itu bisa jadi bagian daripada angsuran masa depan. Formula ini harus kita duduk bersama, jangan nanti dana pensiun ini niatnya baik, tapi malah di kemudian hari oleh manajemen yang melakukan pengelolaan dana pensiun malah dikorupsi. Banyak kasus yang terjadi, dana pensiun di Indonesia malah dikorupsi, ini yang kita jaga," jelasnya.

"Tahun ini kita penjajakan, seperti apa formulanya. Mudah-mudahan 2 tahun ke depan, dengan dukungan pemerintah kita bisa mulai dorong untuk menjadi kenyataan," imbuhnya.

Selain itu, Kemenpora juga memberikan literasi keuangan untuk para atlet, supaya bisa menabung. Para atlet akan diberikan materi keuangan, agar uang mereka dapat bisa dikelola dengan baik.

"Bagaimana para atlet mempunyai jenjang berkarir ketika mereka sudah tidak jadi atlet lagi. Kami juga ingin membantu pendidikan literasi keuangan, supaya para atlet bisa menabung. Mana uang hari ini, mana uang masa depan. Kita sebagai pembina benar-benar memperhatikan para atlet seutuhnya. Bukan karena saat mereka berjaya saja," ucapnya.

Pemerintah sendiri ingin mematahkan stigma buruk atlet ketika sudah tidak berjaya. Apresiasi besar diberikan untuk atlet berprestasi, namun dengan pengelolaan keuangan yang baik, atlet tetap bisa terus berkembang secara ekonomi ketika sudah pensiun.

"Stigma atlet miskin, dan tidak punya masa depan, harus kita dobrak. Pak presiden mengajukan bonus yang luar biasa, kita juga sedang ajukan, karena kecintaan pak presiden kepada atlet, dan masa depan atlet," pungkasnya.




(ahr/ahr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads