Puluhan Siswa SMKN 11 Semarang Diduga Keracunan MBG

Puluhan Siswa SMKN 11 Semarang Diduga Keracunan MBG

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Jumat, 09 Jan 2026 15:13 WIB
Ilustrasi Trauma Keracunan MBG
Ilustrasi dugaan keracunan MBG di SMKN 11 Semarang. Foto: Edi Wahyono
Semarang -

Dugaan keracunan akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di SMKN 11 Semarang. Disebutkan puluhan anak mual-mual dengan empat di antaranya sempat dirawat di Rumah Sakit.

Kabar itu tersebar di grup WhatsApp. Dari pesan yang beredar, tertulis bahwa ada lima siswa yang opname di RS Hermina dan 70 siswa muntah-muntah.

"Investigasi keracunan pangan di SMK Negeri 11 Semarang," tulis pesan di grup WhatsApp, dilihat detikJateng, Jumat (9/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat dimintai konfirmasi, Plt Kepala Cabang Dinas Wilayah 1 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Haris Wahyudi membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan, peristiwa terjadi Kamis (8/1) kemarin.

ADVERTISEMENT

"(Apakah benar ada insiden keracunan di SMKN 11 Semarang?) Betul. Kejadiannya kemarin, kemarin habis dapat MPG. Sore sekitar jam 16.00 WIB itu ada beberapa siswa yang mengalami gejala seperti mual-mual, pusing. Data kita 75 anak yang melaporkan," kata Haris saat dihubungi detikJateng, Jumat (9/1/2026).

"75 (siswa). Ada yang dirawat di rumah sakit empat, kemudian yang dua sudah pulang. Yang lainnya hanya di rumah saja, nggak apa-apa," lanjutnya.

Ia mengatakan, total ada 1.400-an siswa yang bersekolah di SMKN 11 Semarang. Namun, yang melaporkan keracunan ada 75 siswa.

"Kita kan masih dugaan, nanti akan diteliti lebih lanjut. Mungkin karena faktor makanan sudah bau atau seperti apa. Memang ada laporan dari siswa agak bau, agak beda," ungkapnya.

Ia mengatakan, kemarin para siswa memakan MBG dengan menu nasi, oseng labu atau jipang, perkedel tahu, ayam suwir, dan buah semangka.

"Yang dirasa basi ini keluhan mual, muntah, pusing, dan sakit perut itu yang dirasa basi dari ayam," tuturnya.

Haris mengaku belum mengetahui dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gii (SPPG) mana menu MBG itu berasal.

"Saya namanya malah nggak detail. Kita ndak tahu operatornya," lanjutnya.

Akibat adanya insiden tersebut, Haris menyebut akan mengevaluasi sehingga SPPG tersebut untuk sementsra dihentikan.

"Jadi, ini sementara dihentikan sambil dievaluasi atau dicari penyebabnya. Itu kan baru dugaan masalah makanan basi," kata dia.




(apu/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads