Hari Jumat Terakhir Rajab 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal, Doa-Contoh Khutbah

Hari Jumat Terakhir Rajab 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal, Doa-Contoh Khutbah

Ulvia Nur Azizah - detikJateng
Kamis, 08 Jan 2026 22:00 WIB
Kalender Januari 2026
Kalender Januari 2026. (Foto: Gemini AI)
Solo -

Menjelang berakhirnya bulan Rajab, banyak umat Islam mulai mencari kepastian tentang hari Jumat terakhir Rajab 2026. Momen ini kerap dianggap istimewa karena terdapat doa khusus yang sebaiknya dibaca pada hari tersebut.

Berdasarkan kalender resmi pemerintah, Muhammadiyah, dan NU, terdapat kesepakatan mengenai jatuhnya Jumat terakhir di bulan Rajab 1447 H pada 16 Januari 2026. Meski terdapat perbedaan awal bulan di antara kalender tersebut, penetapan hari Jumatnya tetap sama.

Lalu, Jumat terakhir Rajab 2026 jatuh pada tanggal berapa, apa saja doa yang dianjurkan, dan bagaimana contoh khutbah Jumat yang relevan disampaikan pada momen ini? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, detikers.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin utamanya:

  • Jumat terakhir Rajab 2026 jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026.
  • Ada dzikir khusus yang dianjurkan dibaca pada hari Jumat saat khatib berada di atas mimbar.
  • Ada pula contoh khutbah Jumat dengan tema Isra Miraj.

ADVERTISEMENT

Hari Jumat Terakhir Rajab 2026 Tanggal Berapa?

Berdasarkan kalender resmi pemerintah dan Muhammadiyah, bulan Rajab 1447 H berlangsung dari Minggu, 21 Desember 2025 hingga Senin, 19 Januari 2026. Dalam rentang tersebut, hari Jumat jatuh pada 26 Desember 2025, 2 Januari 2026, 9 Januari 2026, dan 16 Januari 2026. Dengan demikian, Jumat terakhir bulan Rajab versi pemerintah dan Muhammadiyah jatuh pada 16 Januari 2026 atau bertepatan dengan 27 Rajab 1447 H.

Hal serupa juga terlihat pada kalender NU. Meski awal Rajab dimulai pada 22 Desember 2025 dan jumlah harinya hanya 29 hari, hari Jumat dalam bulan Rajab tetap jatuh pada tanggal yang sama secara Masehi, yakni 26 Desember 2025, 2 Januari 2026, 9 Januari 2026, dan 16 Januari 2026. Artinya, Jumat terakhir Rajab versi NU juga bertepatan pada 16 Januari 2026 atau 26 Rajab 1447 H.

Dengan demikian, meskipun terdapat perbedaan dalam penetapan awal dan akhir bulan Rajab 1447 Hijriah, hari Jumat terakhir Rajab 2026 disepakati jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026, baik menurut pemerintah, Muhammadiyah, maupun NU.

Bacaan Doa Jumat Terakhir Bulan Rajab

Dikutip dari buku 71 Doa Harian tulisan KHM Yusuf Chudlori, pada Jumat terakhir Rajab, ada kalimat doa atau dzikir yang dianjurkan untuk dibaca, khususnya ketika khatib Jumat berada di atas mimbar. Berikut dzikir yang dianjurkan dibaca sebanyak 35 kali.

أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ الله

Ahmadu rasúlullahi muhammadun rasû-lullah.

Artinya: Ahmad adalah utusan Allah, Muhammad adalah utusan Allah (Nuzhah al-Majalis).

Berdasarkan penjelasan pada laman NU Online, keutamaan membaca dzikir di atas adalah agar di sepanjang tahun uang di tangan kita tidak habis untuk memenuhi segala kebutuhan. Hal ini ditegaskan oleh Al-Habib Ali bin Hasan Baharun menulis keterangan dari gurunya, Al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith.

Contoh Khutbah Jumat Terakhir Rajab

Jumat terakhir Rajab berdekatan dengan tanggal momen peringatan Isra Miraj. Oleh karena itu, kita bisa menyampaikan khutbah Jumat dengan tema tersebut. Berikut ini contohnya yang dikutip dari buku Mutiara Khutbah Jumat: Kisah-Kisah Berhikmah Pembangun Jiwa oleh Ridhoul Wahidi.

Khutbah I

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ أَمَا بَعْدُ
قَالَ اللهُ تَعَالَى: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنتُمْ مُّسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُوْلُوا قَوْلًا سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jamaah sholat Jumat yang dimuliakan Allah,

Marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan nikmat yang telah Dia berikan kepada kita semua, terutama nikmat iman dan Islam. Nikmat ini adalah karunia yang sangat besar, yang tidak akan mampu kita balas dengan apa pun. Segala puji hanyalah milik Allah. Tidak sepantasnya manusia berharap pujian atau merasa berjasa atas amal yang dilakukannya.

Pada kesempatan yang mulia ini, selaku khatib saya mengajak diri pribadi dan seluruh jamaah sholat Jumat sekalian untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Iman berarti senantiasa berusaha menghadirkan Allah dalam setiap keadaan, dengan memperbanyak dzikir dan melaksanakan segala perintah-Nya. Takwa berarti melibatkan Allah dalam setiap persoalan hidup yang kita hadapi, dengan berdoa, memohon pertolongan, dan meminta bantuan hanya kepada-Nya.

Allah SWT berfirman:

يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam."
(QS. Ali Imran: 102)

Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Jamaah sholat Jumat yang dirahmati Allah,

Dalam kitab Durar Bainama Qishotul Mi'roj karya Imam Najmuddin Al-Ghaithi, dikisahkan bahwa ketika peristiwa Mikraj, Rasulullah SAW diperlihatkan berbagai kejadian yang menakjubkan. Peristiwa tersebut mengandung banyak hikmah yang sangat relevan untuk dijadikan pelajaran dan motivasi dalam kehidupan umat Islam hingga hari ini.

Dikisahkan, saat Mikraj Rasulullah SAW dibawa naik ke Mustawa, sebuah tempat yang tinggi. Di sana beliau mendengar gemericik air kolam dan melihat seorang lelaki yang diliputi oleh Nurul 'Arsy. Rasulullah SAW pun bertanya kepada Malaikat Jibril, "Siapakah dia, wahai Jibril? Apakah dia seorang malaikat?" Jibril menjawab, "Bukan." Rasulullah SAW bertanya lagi, "Apakah dia seorang nabi?" Jibril menjawab, "Bukan." Lalu Rasulullah SAW bertanya kembali, "Jika demikian, siapakah dia?" Jibril menjawab, "Dia adalah seorang lelaki yang ketika hidup di dunia lisannya selalu basah dengan dzikir kepada Allah SWT, hatinya selalu terikat dengan masjid, dan tidak pernah memusuhi serta menyakiti hati kedua orang tuanya."

Jamaah sholat Jumat yang dirahmati Allah,

Tiga amalan inilah yang menjadikan orang tersebut mulia di sisi Allah SWT. Lalu bagaimana dengan kita? Sudahkah lisan kita senantiasa basah dengan dzikir kepada Allah SWT? Sudahkah hati kita terpaut dengan masjid? Pernahkah kita menyakiti hati kedua orang tua kita, baik dengan ucapan maupun perbuatan?

Jika hati kita merindukan Allah, maka basahilah ia dengan menyebut nama-Nya. Jika jiwa kita merindukan surga, maka basahilah ia dengan dzikir. Kelak, kedua bibir yang basah oleh dzikir itu akan bersaksi di hadapan Allah SWT bahwa kita telah menjalani hidup dengan mengingat-Nya.

Jika hati kita merindukan Allah, maka tautkanlah hati itu dengan masjid, tempat sujud dan bermunajat. Setiap langkah kaki yang kita ayunkan menuju masjid kelak akan menjadi saksi bahwa kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Apabila hati terasa beku, doa terasa berat untuk dikabulkan, dan jiwa resah karena lalai mengingat jasa orang tua, maka datangilah orang tua kita. Hormatilah mereka dan doakanlah keduanya. Sebab di balik setiap keberhasilan seorang anak, terdapat doa orang tua yang tidak pernah putus dipanjatkan.

Jamaah sholat Jumat yang dirahmati Allah,

Sebagai penutup khutbah ini, marilah kita terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, memperbaiki kualitas amal wajib, serta memperbanyak amalan-amalan sunnah. Mari kita memohon kepada Allah agar diberi keberkahan usia dan dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

"Allahumma barik lana fi Rajab wa Syaban wa ballighna Ramadhan."

Demikian khutbah ini disampaikan. Semoga kita senantiasa mampu mengambil hikmah dari setiap peristiwa, sehingga Allah SWT menjadikan kita termasuk golongan hamba-hamba yang bertakwa dan mendapat ampunan-Nya, serta memperoleh kebaikan di dunia dan di akhirat.

Amin ya Rabbal 'alamin.

وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّلِحَتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
باركَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ
وتَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ
وتقبل مني وَمِنْكُمْ تِلَاوَتِهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
أَقَوْلُ قَوْل هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرحيم

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي حَمَدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِرْعَامًا لِمَنْ جَعَدَ بِهِ وَكَفَرَ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيَدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الخَلَائِقُ وَالْبَشَرِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَصَابِيحِ الْغُرَرَ

عِبَادَ اللهُ : اتَّقَوْا اللهَ مِنْ سِمَاءِ اللَّغْوِ وَفَصُولِ الْخَبَرَ وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَاكُمْ وَزَجَرٍ ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى أَمْرَكُمْ بِأَمْرِ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَتَلَى يمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ فَقَالَ تَعَالَى : إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ على التي يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلَّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِي الرَّحْمَةِ وَفِي الـ الْأُمَّةِ وَأَرْضِ اللَّهُمْ عَلَى أَصْحَابِهِ وَقَرَابَتِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ أَجْمَعِينَ ، وَعَنِ الخلفاء الراشدين أبي بكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلَى وَعَلَى بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمينَ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ تَجِيبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ اللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّينِ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِينَ وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ وَاجْعَلْ بَلَدَ تَنَا هَذِهِ آمِنَةٌ مُطْمَئِنَّهُ وسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْقَ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ، فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذَكَّرَكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْتَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Jumat terakhir Rajab 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat ibadah dan refleksi diri sebelum memasuki bulan-bulan besar berikutnya. Dengan memahami jadwal, amalan, dan pesan khutbahnya, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan momen ini secara lebih bermakna. Semoga bermanfaat!



(sto/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads