Belasan anak sekolah dasar di Jepara diduga mengalami keracunan usai makan mi jualan pedagang. Mereka mengalami mual, muntah, dan lemas hingga dilarikan ke puskesmas.
"Dugaan keracunan makanan sekolah di SDN Jatibarat 2 Kecamatan Pecangaan," kata Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Jepara, Hesti Prihandari, kepada wartawan di Jepara, Kamis (8/1/2026).
Para siswa itu diduga jajan di pedagang mi yang berjualan di depan sekolah pagi tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada hari ini sekitar jam 06.30 WIB ada pedagang mi mangkal di depan SD. Kemudian anak-anak pada beli dan makan," jelasnya.
Selang beberapa jam kemudian, siswa yang jajan mengeluhkan mual, muntah, dan lemas. Mereka pun dilarikan ke Puskesmas Pecangaaan.
"Jam 09.00 WIB muncul gejala mual dan muntah kemudian dibawa ke Puskesmas Pecangaaan. Ada sebanyak 11 siswa yang mengalami mual, muntah, pusing, dan lemas," jelas dia.
Menurutnya, dari 11 siswa masih ada 1 siswa yang hingga siang ini dirawat di puskesmas. Ada 10 siswa yang sebelumnya sempat mual dan muntah sudah bisa pulang karena kondisinya membaik.
"Di antara 11 anak itu ada 10 sudah membaik, dan ada satu anak yang masih dirawat di Puskesmas diinfus," jelasnya.
Hesti mengaku tim kesehatan Jepara telah mengambil sampel berupa muntahan siswa. Dari sampel itu kemudian dilakukan penelitian untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan makanan tersebut.
"Kita sudah ambil sampel muntahan dibawa ke Labkesda Jepara tapi belum ada hasilnya," jelasnya.
"Mengarah ke mi karena 11 anak ini mereka memakan jajan yang sama yaitu mi," dia melanjutkan.
Pihak dinas pun juga melakukan penelusuran kepada pedagang mi. Sebab setelah berjualan pedagang tersebut pindah ke sekolah lain.
"Pedagang jajan ini kami berpesan kepada guru SD untuk ditahan kemudian kita lakukan telusur, itu saja. Pedagang saya khawatir mangkal tidak satu SD, ini antisipasi ke sekolah lain," jelasnya.
(ams/dil)











































