Apa Arti Kata Isra dan Miraj? Ini Penjelasan dan Kisahnya

Apa Arti Kata Isra dan Miraj? Ini Penjelasan dan Kisahnya

Desi Rahmawati - detikJateng
Kamis, 08 Jan 2026 12:23 WIB
Apa Arti Kata Isra dan Miraj? Ini Penjelasan dan Kisahnya
Isra Miraj. (Foto: Freepik/freepik)
Solo -

Dalam sejarah Islam, terdapat peristiwa Isra Miraj yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Peristiwa tersebut terdiri dari dua kata yang memiliki arti berbeda, yakni kata Isra dan kata Miraj. Lantas, apa arti kata tersebut?

Pada masa kekhalifahannya, Nabi Muhammad SAW menerima beberapa wahyu termasuk Isra Miraj. Dari peristiwa tersebut, Rasulullah SAW mendapatkan perintah sholat lima waktu. Peristiwa tersebut menjadi bukti kebesaran Allah SWT kepada manusia.

Peristiwa ini mengandung hikmah yang dapat diambil serta diamalkan oleh umat Islam. Hikmah tersebut dapat dipetik dengan memahami setiap makna peristiwa Isra Miraj, mulai dari arti dan kisahnya. Berikut penjelasan mengenai arti Isra Miraj lengkap dengan kisah perjalanannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arti Kata Isra dan Miraj

Peristiwa Isra Miraj merupakan peristiwa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW sebelum hijrah ke Madinah. Mengutip dari buku Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad oleh Moenawar Khalil, kata Isra berasal dari bahasa Arab yang berarti 'berjalan di waktu malam'. Dalam peristiwa ini, kata Isra yang dimaksud adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Aqsa di waktu malam hari.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, kata Miraj dalam bahasa Arab memiliki arti 'tangga' atau 'alat untuk naik dari bawah ke atas. Dalam peristiwa ini, Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari bumi ke atas langit sampai tujuh langit dan terakhir sampai ke Sidratul Muntaha. Perjalanan dari bumi dimulai dari Masjidil Aqsa. Di Sidratul Muntaha tersebut, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah SWT untuk melaksanakan sholat lima waktu.

Kisah Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Peristiwa Isra Miraj oleh Nabi Muhammad SAW telah diriwayatkan dalam surah Al-Isra ayat pertama.

Ψ³ΩΨ¨Ω’Ψ­Ω°Ω†ΩŽ Ψ§Ω„Ω‘ΩŽΨ°ΩΩŠΩ“Ω’ Ψ§ΩŽΨ³Ω’Ψ±Ω°Ω‰ Ψ¨ΩΨΉΩŽΨ¨Ω’Ψ―ΩΩ‡Ω– Ω„ΩŽΩŠΩ’Ω„Ω‹Ψ§ Ω…Ω‘ΩΩ†ΩŽ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨ³Ω’Ψ¬ΩΨ―Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΨ±ΩŽΨ§Ω…Ω Ψ§ΩΩ„ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨ³Ω’Ψ¬ΩΨ―Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ§ΩŽΩ‚Ω’Ψ΅ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω‘ΩŽΨ°ΩΩŠΩ’ Ψ¨Ω°Ψ±ΩŽΩƒΩ’Ω†ΩŽΨ§ Ψ­ΩŽΩˆΩ’Ω„ΩŽΩ‡Ω— Ω„ΩΩ†ΩΨ±ΩΩŠΩŽΩ‡Ω— مِنْ اٰيٰΨͺΩΩ†ΩŽΨ§Ϋ— Ψ§ΩΩ†Ω‘ΩŽΩ‡Ω— Ω‡ΩΩˆΩŽ Ψ§Ω„Ψ³Ω‘ΩŽΩ…ΩΩŠΩ’ΨΉΩ Ψ§Ω„Ω’Ψ¨ΩŽΨ΅ΩΩŠΩ’Ψ±Ω

Artinya: "Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad SAW) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (yang telah Kami berkahi sekelilingnya) agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat." (QS. Al-Isra:1).

Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan tersebut mengalami banyak peristiwa. Berikut kisah peristiwa Isra Miraj oleh Nabi Muhammad SAW yang dirangkum dari buku Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV oleh Yusak Burhanudin dan Ahmad Fida serta buku Meneladan Rasulullah melalui Sejarah oleh Sri Januarti Rahayu.

Perjalanan Nabi Muhammad Menuju Masjidil Aqsa

Peristiwa Isra Miraj diceritakan terjadi pada malam 27 Rajab tahun kesepuluh kenabian. Pada malam itu, Rasulullah SAW didatangi oleh Malaikat Jibril. Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa Malaikat Jibril membelah dada Rasulullah SAW untuk menyucikan jantungnya dengan air zamzam lalu memasukkan sifat-sifat baik.

Setelahnya, Nabi Muhammad SAW diajak Malaikat Jibril menuju Masjidil Aqsa. Untuk menuju tempat tersebut, Rasulullah SAW menaiki Buraq, yakni binatang yang menyerupai kuda dengan tubuh lebih kecil dan lebih besar daripada keledai.

Dalam perjalanan menuju Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW singgah ke beberapa tempat, yakni Kota Yatsrib, Kota Madyan, Bukit Tur Sina, dan Baitul Lahmi. Di setiap tempat yang disinggahi, Rasulullah SAW melaksanakan sholat dua rakat.

Saat sampai di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW juga melaksanakan sholat dua rakaat dan menjadi imam para nabi sebelumnya. Di Masjidil Aqsa ini, Malaikat Jibril menawarkan dua buah gelas berisi susu dan arak. Rasulullah SAW kemudian mengambil gelas yang berisi susu. Segelas susu tersebut memiliki arti keberkahan dan kebaikan atas diri Nabi Muhammad SAW dan umatnya.

Perjalanan Nabi Muhammad Menuju Sidratul Muntaha

Setelah melaksanakan sholat dua rakaat di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril naik ke 'Arsy melewati tujuh langit. Ketika sampai di langit pertama, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Adam as. Pada saat itu, Rasulullah SAW melihat surga di sisi kanan dan neraka di sisi kiri Nabi Adam as.

Pada langit berikutnya, Nabi Muhammad SAW juga bertemu dengan para nabi. Di langit kedua, Rasulullah bertemu Nabi Yahya AS dan Nabi Isa AS. Di langit ketiga bertemu dengan Nabi Yusuf AS. Di langit keempat bertemu dengan Nabi Idris AS. Di langit kelima bertemu dengan Nabi Harun AS. Di langit keenam bertemu dengan Nabi Musa AS. Begitu juga di langit ketujuh, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim AS. Saat pertemuan tersebut, Rasulullah SAW mengucapkan salam dan mendapat doa kebaikan dari para nabi.

Setelah melewati ketujuh langit tersebut, Rasulullah SAW diajak Malaikat Jibril ke Baitul Makmur. Tempat tersebut merupakan tempat para malaikat melaksanakan tawaf. Selain itu, Rasulullah SAW juga diajak masuk ke dalam surga. Di surga, Rasulullah SAW melihat kubah yang terbuat dari mutiara, empat sungai, dan bidadari.

Kemudian, Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan menuju Sidratul Muntaha. Setelah itu, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan sendirian menuju 'Arsy. Tiba di 'Arsy, Rasulullah SAW menghadap Allah SWT. Pada saat inilah Rasulullah SAW mendapat perintah untuk melaksanakan sholat sebanyak lima puluh kali dalam sehari.

Setelah mendapat perintah tersebut, Rasulullah SAW turun ke langit dan bertemu Nabi Musa AS. Mereka berbincang dan Nabi Musa AS menyarankan Nabi Muhammad untuk kembali bertemu Allah SWT untuk meminta keringanan terkait jumlah sholat. Rasulullah SAW pun kembali menghadap Allah SWT memohon keringanan. Allah SWT pun mengurangi jumlah sholat menjadi 45 kali dalam sehari.

Rasulullah SAW pun kembali bertemu Nabi Musa AS, tetapi disarankan kembali untuk menghadap Allah SWT. Rasulullah SAW pun berkali-kali kembali ke 'Arsy. Allah SWT akhirnya menjadikan jumlah sholat menjadi lima kali dalam sehari. Setelahnya, Rasulullah SAW berkata bahwa ia telah rela menerima perintah tersebut kepada Nabi Musa AS. Dari peristiwa inilah kemudian umat Islam mendapatkan kewajiban untuk melaksanakan sholat lima waktu.

Demikian penjelasan mengenai arti kata Isra dan Miraj yang dilengkapi dengan kisah peristiwanya. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(sto/dil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads