Amerika Serikat (AS) menyatakan, hampir 200 tentaranya memasuki ibu kota Venezuela, Caracas, untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro. Penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, mengakhiri 12 tahun pemerintahannya yang dinilai makin otoriter di negara Amerika Latin itu.
Dilansir detikNews, Washington menuding Maduro menjalankan bisnis kartel narkoba di luar jabatannya sebagai Presiden Venezuela. AS bahkan memberikan imbalan USD 50 juta, atau sekitar Rp 838 miliar, untuk memburunya.
Dalam pernyataannya seperti dikutip AFP Selasa (6/1/2026), Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth membeberkan jumlah personel militer yang dikerahkan untuk menciduk Maduro di Caracas. Ia menegaskan tidak ada tentara AS yang menjadi korban jiwa dalam operasi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hampir 200 tentara Amerika terbaik kita diterjunkan ke pusat kota Caracas... dan menangkap seorang individu yang didakwa dan diburu oleh otoritas kehakiman Amerika, untuk mendukung penegakan hukum, tanpa satu pun warga Amerika yang tewas," ucap Hegseth saat berpidato di hadapan para pelaut dan pekerja galangan kapal AS di Virginia pada Senin (5/1) waktu setempat.
Ini adalah pertama kalinya seorang pejabat AS memaparkan jumlah pasti tentara yang menyerbu Caracas, selain melibatkan helikopter tempur, dalam operasi yang menggemparkan dunia tersebut.
Operasi militer AS yang mengejutkan itu juga melibatkan lebih dari 150 pesawat militer dalam berbagai peran, termasuk menyerang posisi pertahanan Venezuela.
Maduro, yang selalu menyebut dirinya sosialis, memimpin Venezuela dengan tangan besi. Ia mempertahankan kekuasaannya lewat serangkaian pemilu yang dianggap penuh kecurangan.
Maduro, yang kini ditahan di penjara New York, telah menjalani sidang perdana di pengadilan federal Manhattan pada Senin (5/1) waktu setempat atas berbagai tuduhan, termasuk dugaan konspirasi narkoterorisme. Dia mengaku tidak bersalah atas rentetan dakwaan yang dijeratkan terhadapnya.
Istri Maduro juga turut didakwa oleh AS dan juga mengajukan pembelaan tidak bersalah di pengadilan.
(apu/alg)











































