Sebuah bull atau penampungan minyak mentah berada di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.
"Telah terjadi peristiwa kebakaran bull/penampungan minyak mentah di Dukuh Gendono RT 05 RW 01 Desa Gandu Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora," ungkap Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, saat dimintai konfirmasi detikJateng, Selasa (6/1/2026).
Dia mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Penampungan minyak mentah itu berada di tanah milik warga setempat bernama Mindar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wawan mengungkap, bull dibangun untuk menampung minyak mentah yang merembes dari sumur. Rembesan itu kemudian ditampung sebelum dipindahkan menggunakan mesin diesel.
"Rembesan minyak tersebut kemudian ditampung di bull dan pada saat minyak yang sudah terkumpul di bull akan dipindahkan, warga ke lokasi yang lain menggunakan mesin diesel," jelasnya.
Wawan menjelaskan, diduga saat proses pemindahan itulah, terjadi korsleting pada mesin dieselnya. Insiden tersebut tidak sampai mengakibatkan korban jiwa.
"Pada saat proses pemindahan terjadi korsleting listrik yang menyebabkan kebakaran bull di lokasi penampungan minyak mentah," jelasnya.
Mengetahui adanya peristiwa tersebut kemudian warga masyarakat memadamkan api menggunakan peralatan apar dan peralatan lainnya, kemudian sekitar kurang lebih 15 menit api sudah dapat dipadamkan
"Pada saat Tim Polres Blora, tim Pemadam dan BPBD Kabupaten Blora datang ke lokasi, api sudah dalam keadaan padam. Api padam sekitar 15 menit (kemudian)," bebernya.
Wawan memastikan titik lokasi kebakaran bukan bukanlah sumur minyak yang pernah terbakar pada 17 Agustus 2025 lalu. Insiden itu menewaskan 4 orang.
"Kebakaran minyak mentah (lantung) di lokasi bull/penampungan minyak mentah, bukan sumur minyak," kata dia.
Diwawancarai terpisah, Wakapolres Blora, Kompol Slamet Riyanto menjelaskan lokasi kejadian berada di sekitar permukiman warga. Pihaknya masih melakukan pendataan terkait bull yang terbakar.
"Yang ada di sana ada bull entah ikut terbakar atau tidak, itu ada 17 bull di sana. Apakah terbakar atau tidak masih dicek, masih didata," ujarnya.
Sementara itu, seorang warga setempat, Ronal, mengungkapkan kebakaran sempat merembet ke arah sumur minyak.
"Diesel untuk minyak kobong (terbakar). Sama sumur minyak juga terbakar sedikit," ungkapnya.
"Penyebab korsleting disel untuk nglangsir. Minyak dipindah posisi, dari kotak ke kotak. Dijauhkan dari kampung," lanjut Ronal.
Dia mengaku tidak mengetahui siapa pemilik sumur tersebut.
"Sudah aman semua, sudah padam. Enggak makan korban, enggak makan rumah, enggak ada tanaman. Kerugian ya diesel itu. Investornya siapa enggak paham," jelasnya.
