SPPG Banaran Sragen Buka Suara, Bantah Minta Kandang Babi Ditutup

Tara Wahyu NV - detikJateng
Selasa, 06 Jan 2026 18:31 WIB
PIC SPPG Banaran Sragen, Aan Yuliatmoko, saat ditemui Selasa (6/1/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Sragen -

Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungbanteng, Desa Banaran, Sambungmacan, Sragen buka suara mengenai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berdampingan dengan kandang ternak babi. PIC SPPG Banaran, Aan Yuliatmoko, membantah pihaknya meminta kandang babi tersebut pindah.

"Sama sekali tidak ada (minta kandang pindah). Kita sudah dua kali kulo nuwun sebelum membangun itu, kita sudah sempat sowan juga. Sebelum bangunan rumah lama dibongkar untuk SPPG, kita sudah kulo nuwun. Sebelum mulai bongkar, kita sudah permisi," katanya saat ditemui di kawasan Ngrampal, Sragen, Selasa (6/1/2026).

Aan mengaku terkejut dengan kabar yang beredar. Ia menyebut bahwa pihak pemilik kandang babi justru yang meminta kompensasi untuk memindahkan kandang tersebut.

Tidak main-main, jumlahnya mencapai miliaran.

"Beliau minta kompensasi untuk memindah kandang babi. Itu diminta saat kita dimediasi oleh pihak setempat. Ternyata beliau bilangnya Rp 2 M saat itu. Malah kemarin katanya turun lagi jadi Rp 1,5 M dan sekarang bilang Rp 1 M," ungkapnya.

"Beliau juga sudah bilang ke kami sebenarnya mau pindah karena sudah beli lahan di dekat Sungai Bengawan Solo. Itu yang membuat kita tenang, kita tunggu saja nanti. Misalkan beliau mau pindah kita bantu semampu kita, karena kita juga unit usaha baru yang belum mulai beroperasi. Tapi dengan angka Rp 1,5 M itu, kami sangat terkejut," sambungnya.

Dirinya mengaku sejak awal membeli lahan tidak diberi tahu bahwa ada kandang babi di samping rumah tersebut. Ia mengatakan pemilik tanah sebelumnya merupakan kakak dari pemilik kandang babi.

"Sebetulnya kita tidak tahu dulu ada kandang. Saat kita beli tanah di situ, pemilik lahan sebelumnya tidak memberikan informasi ada kandang tersebut," tuturnya.

Dapur MBG di Banaran Sragan yang berdampingan dengan kandang babi. Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng

Diberitakan sebelumnya, peternakan babi di Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen diminta tutup usai berdirinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sampingnya, yang kemudian viral di media sosial. Hal ini pun memantik protes dari pemilik peternakan lantaran usahanya sudah berdiri sejak 50 tahun silam.

Dari pantauan di lapangan, SPPG di Desa Banaran itu masih dalam tahap pengerjaan. Lokasi SPPG berdampingan langsung dengan peternakan babi pada bagian belakang.




(apu/afn)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork