Dengar Benda Jatuh Saat Mencuci, Warga Krecek Klaten Lihat Piton 3,5 Meter

Dengar Benda Jatuh Saat Mencuci, Warga Krecek Klaten Lihat Piton 3,5 Meter

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Minggu, 04 Jan 2026 08:23 WIB
Proses evakuasi piton 3,5 meter dari dapur rumah warga Desa Krecek, Delanggu, Klaten, Minggu (4/1/2025) dini hari.
Proses evakuasi piton 3,5 meter dari dapur rumah warga Desa Krecek, Delanggu, Klaten, Minggu (4/1/2025) dini hari. Foto: dok. Damkar Klaten
Klaten -

Seekor ular piton dievakuasi tim pemadam kebakaran (damkar) Klaten di Dusun Gatak, Desa Krecek, Kecamatan Delanggu, Klaten dini hari tadi. Ular dengan panjang sekitar 3,5 meter ditemukan di dapur rumah.

"Kronologisnya sekitar pukul 01.00 WIB, pemilik rumah sedang mencuci. Mendadak mendengar benda jatuh," ungkap Komandan Regu 2 Damkar Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Tri Mart Pamungkas kepada detikJateng, Minggu (4/1/2026) pagi.

Kaget dengan suara mencurigakan, jelas Tri, pemilik rumah mengecek ke dapur. Tambah kaget karena di dapur ada seekor ular besar naik ke atap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ular naik ke atap dapur. Pemilik rumah (Susilo) menghubungi markas Damkar Klaten untuk melakukan evakuasi," terang Tri.

ADVERTISEMENT

Mendapatkan laporan tersebut, sambung Tri, dirinya bersama beberapa personel piket mendatangi lokasi. Ular bisa dievakuasi dengan lancar tidak melakukan perlawanan.

"Bisa kita evakuasi tanpa kendala, tidak beringas. Penanganan selesai sekitar pukul 01.15 WIB, panjangnya sekitar 3,5 meter jenis ular piton atau Python reticulatus," jelas Tri.

"Untuk sementara ular kita amankan dan rawat di markas. Kondisinya bagus," imbuhnya.

Proses evakuasi piton 3,5 meter dari dapur rumah warga Desa Krecek, Delanggu, Klaten, Minggu (4/1/2025) dini hari.Proses evakuasi piton 3,5 meter dari dapur rumah warga Desa Krecek, Delanggu, Klaten, Minggu (4/1/2025) dini hari. Foto: dok. Damkar Klaten

Kabid Pemadaman Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Sumino, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan keberadaan hewan liar. Terutama dengan mengurangi risiko.

"Masyarakat perlu peningkatan kapasitas untuk mengurangi risiko dengan melalukan pencegahan dan penanganan saat bertemu ular. Caranya lakukan upaya jaga kebersihan lingkungan, tutuplah celah dan lubang rumah, gunakan aroma yang tidak disukai ular," jelas Sumino kepada detikJateng.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads