Seekor ular sanca sepanjang 2,5 meter kepergok sedang mengerami 10 telurnya di belakang selepan atau tempat penggilingan padi di Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.
Ketua Umum Exalos Indonesia, Janu Wahyu, mengatakan ular piton itu membuat sarang di tanah. Pagi tadi, ular itu sempat muncul dan ketahuan oleh si pemilik penggilingan padi.
"Saat ular sempat muncul sedikit, lalu dilaporkan kepada kami. Rescuer kami, Joko Susilo, kemudian ke lokasi untuk melakukan evakuasi siang tadi," kata Janu saat dihubungi detikJateng, Rabu (31/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dicari, ular tersebut ternyata bersembunyi di sekam padi. Saat ular itu ditarik, ada satu butir telurnya yang ikut terbawa.
Evakuasi ular piton 2,5 meter dan 10 telurnya di Desa Dayu, Karangpandan, Karanganyar, Rabu (31/12/2025). Foto: Dok. Exalos Indonesia |
Saat diperiksa sarangnya, ternyata total ada 10 butir telur. Janu mengatakan, piton itu sedang mengerami telur-telurnya.
"Ular sanca kembang sepanjang 2,5 meter beserta 10 butir telurnya berhasil kami evakuasi dengan aman," ucapnya
Ular beserta telur tersebut kemudian dibawa Joko pulang. Janu mengatakan, telur-telur itu akan ditetaskan terlebih dahulu sebelum dilepasliarkan.
"Cara menetaskannya sederhana, cuma dimasukkan wadah, kasih pasir, dan tutup pakai plastik. Setelah menetas, nanti kami lepas liarkan di tempat yang aman, jauh dari pemukiman," pungkasnya.
(dil/apu)












































