Dhani Rusman ikut mendaki gunung untuk mencari anaknya, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), yang hilang di Gunung Slamet sejak pekan lalu. Dhani berjuang meski jalur pencarian anaknya tak mudah.
Diketahui, Ali dan temannya melakukan pendakian melalui jalur Dipajaya Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang pada Sabtu (27/12/2025) pukul 23.00 WIB.
Keduany berniat melakukan pendakian tektok atau pendakian cepat. Estimasi waktu kedatangan pada Minggu (28/12/2025) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu korban ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dievakuasi ke basecamp Dipajaya. Menurut korban selamat, mereka berdua terpisah di sekitar Pos 9, karena Syafiq Ali saat itu mencoba mencari bantuan.
Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian terhadap pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang hilang di Gunung Slamet, Pemalang, Sabtu (3/1/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng |
Ayah Korban Ikut Naik Gunung
Dhani ikut mendaki Gunung Slamet pada Jumat (2/1) kemarin. Ia mendaki bersama tim relawan yang sejak lama melakukan pencarian.
Tanpa perlengkapan memadai, Dhani ikut menuruni lembah dan menyusuri medan ekstrem di Gunung Slamet dengan harapan anaknya lekas ditemukan.
Jalur yang dilalui Dhani berada di luar jalur pendakian sebab dirinya menerima informasi bahwa anaknya diduga sudah keluar dari jalur pendakian. Dia bilang lokasinya di antara Pos 4 dan Pos 5.
"Posisinya bukan di jalur. Sudah turun ke pinggir jurang, dekat sungai, di semak-semak," kata Dhani saat ditemui detikJateng di rumah warga Clekatakan, Pemalang, Sabtu (3/1/2026).
Awalnya Dhani berniat mendaki hingga Pos 9. Namun setelah mendapat informasi tersebut, ia pun mengubah keputusan. Ia hanya naik sampai Pos 3.
Operasi pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki yang hilang di Gunung Slamet, Jumat (2/1/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng |
Namun, jalur yang dilalui Dhani bisa dibilang ekstrem. Tanpa golok, Dhani nekat turun ke lembah.
Dia berusaha menyibak semak berduri dengan tongkat. Dia bilang tanahnya begitu licin dan jurang menganga tepat di bawah tempatnya berpijak.
"Persiapan yang sangat minim ya. Saya menggunakan tongkat. Tetapi tidak menyurutkan semangat saya untuk terus mencari anak saya," ujar Dhani.
Meski cuaca cerah, dia menyebut lokasinya begitu sulit ditembus. Dia pun juga harus mempertimbangkan keselamatan dirinya.
"Karena di sana banyak jurang. Kemarin juga hampir terperosok saya, karena yang diinjak itu ternyata kok sudah rapuh dan di bawahnya itu langsung jurang. Sehingga saya mencari alternatif jalan yang di atasnya," ucap dia.
Terus Panggil Nama Anaknya
Dhani mengatakan dirinya terus memanggili nama anaknya saat mendaki. Namun hingga turun, pencariannya belum membuahkan hasil.
"Saya panggil anak saya, Ali, Ali. Tapi tidak ada jawaban. Saya langsung turun ke bawah. Tantangannya luar biasa, licin, durinya banyak," kata dia.
Dhani akhirnya turun sekitar pukul 14.00 WIB. Dia mau turun setelah Tim SAR yang melihat kondisinya menyarankan Dhani menghentikan pencarian.
Terharu Banyak Warga Ikut Bantu
Di saat beristirahat, dia berpapasan dengan warga sekitar yang turut mencari Ali. Dhani mengaku terharu karena banyak warga yang ikut membantu pencarian anaknya.
"Warga sini tanpa diminta, mereka ikut naik ke gunung, menyusuri jalur-jalur berbahaya. Mereka langsung terjun membantu. Tanpa instruksi. Itu luar biasa. Saya terharu. Terima kasih," pungkas Dhani.
Pencarian Diperluas, Libatkan 111 Personel
Tim SAR Gabungan melibatkan 111 personel dengan radius 5 kilometer dari lokasi evakuasi korban sebelumnya. Dani mengatakan, hari ini pihaknya membagi tim pencarian dalam empat SRU (Search and Rescue Unit).
"Sampai hari ini kita sudah kerahkan 111 personel. Kita perluas pencarian, untuk radiusnya sampai hari ini kita tembus 5 kilometer dari titik terakhir korban yang kita evakuasi sebelumnya," kata Komandan Posko Pencarian di Basecamp Dipajaya Pemalang, Dani Fitra Maulana kepada detikJateng di lokasi, Sabtu (3/1/2026).
Dani menyebut proses pencarian hari ini masih berhadapan dengan hujan lebat.
"Kondisi cuaca sampai saat ini masih tidak bersahabat, masih turun hujan dengan intensitas yang cukup lebat. Jadi agak menyulitkan kami tim pencari dalam melaksanakan pencarian," ucap Dani
"Kami mohon doanya juga kepada masyarakat untuk didoakan yang terbaik, semoga survivor ini segera bisa kita temukan," sambungnya.
Simak Video "Video Upaya Tim SAR Cari Pendaki Asal Magelang yang Hilang di Gunung Slamet"
[Gambas:Video 20detik]
(afn/afn)













































