Dhani Rusman, ayah Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang hilang saat mendaki Gunung Slamet, turut terjun ke lokasi untuk mencari anaknya. Cuma bermodal tongkat, Dhani nekat menerobos semak belukar penuh duri hingga nyaris terperosok jurang. Berikut kisahnya.
Dhani turut mencari anaknya pada Jumat (2/1) kemarin. Ia ikut naik ke Gunung Slamet dengan didampingi tim relawan. Tanpa perlengkapan memadai, Dhani ikut menuruni Lembah dan menyusuri medan ekstrem di Gunung Slamet dengan harapan anaknya lekas ditemukan.
Dhani mengatakan, saat itu ia menerima informasi bahwa anaknya diduga sudah keluar dari jalur pendakian. Dia bilang lokasinya di antara Pos 4 dan Pos 5.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Posisinya bukan di jalur. Sudah turun ke pinggir jurang, dekat sungai, di semak-semak," kata Dhani saat ditemui detikJateng di rumah warga Clekatakan, Pemalang, Sabtu (3/1/2026).
Awalnya Dhani berniat mendaki hingga Pos 9. Namun setelah mendapat informasi tersebut, ia pun mengubah keputusan. Ia hanya naik sampai Pos 3. Dari situlah perjuangannya dimulai.
Tanpa golok, Dhani nekat turun ke lembah. Dia berusaha menyibak semak berduri dengan tongkat. Dia bilang tanahnya begitu licin dan jurang menganga tepat di bawah tempatnya berpijak.
"Persiapan yang sangat minim ya. Saya menggunakan tongkat. Tetapi tidak menyurutkan semangat saya untuk terus mencari anak saya," ujar Dhani.
Dani mengatakan, kemarin cuacanya cerah. Meski demikian, dia menyebut lokasinya begitu sulit ditembus. Dia pun juga harus mempertimbangkan keselamatan dirinya.
"Karena di sana banyak jurang. Kemarin juga hampir terperosok saya, karena yang diinjak itu ternyata kok sudah rapuh dan di bawahnya itu langsung jurang. Sehingga saya mencari alternatif jalan yang di atasnya," ucap dia.
Selama menyusuri Gunung Slamet, Dhani terus memanggili nama anaknya.
"Saya panggil anak saya, Ali, Ali. Tapi tidak ada jawaban. Saya langsung turun ke bawah. Tantangannya luar biasa, licin, durinya banyak," kata dia.
Setelah beberapa jam mencari tanpa hasil, pada sekitar pukul 14.00 WIB, Dhani mulai kelelahan. Tim SAR pun menyarankan agar Dhani menghentikan pencariannya. Di saat beristirahat, dia berpapasan dengan warga sekitar yang turut mencari Ali.
"Warga sini tanpa diminta, mereka ikut naik ke gunung, menyusuri jalur-jalur berbahaya. Mereka langsung terjun membantu. Tanpa instruksi. Itu luar biasa. Saya terharu. Terima kasih," pungkas Dhani.
Pencarian Diperluas, Libatkan 111 Personel
Hari ini Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang hilang di Gunung Slamet. Pencarian melibatkan 111 personel dengan radius 5 kilometer dari lokasi evakuasi korban sebelumnya.
"Sampai hari ini kita sudah kerahkan 111 personel. Kita perluas pencarian, untuk radiusnya sampai hari ini kita tembus 5 kilometer dari titik terakhir korban yang kita evakuasi sebelumnya," kata Komandan Posko Pencarian di Basecamp Dipajaya Pemalang, Dani Fitra Maulana kepada detikJateng di lokasi, Sabtu (05/01/2026).
Dani mengatakan, hari ini pihaknya membagi tim pencarian dalam empat SRU (Search and Rescue Unit).
"Satu SRU itu di area Pos Pelawangan sampai dengan jalur Gunung Malang. Kemudian ada SRU lagi di area Pos 6 sampai ke Pos 5. Kemudian ada Pos 6 ke arah Basecamp Cemoro Sakti. Dan satu lagi dari Pos 4 ke Pos 3," ujar Dani.
Dani menyebut proses pencarian hari ini masih berhadapan dengan hujan lebat.
"Kondisi cuaca sampai saat ini masih tidak bersahabat, masih turun hujan dengan intensitas yang cukup lebat. Jadi agak menyulitkan kami tim pencari dalam melaksanakan pencarian," ucap Dani
"Kami mohon doanya juga kepada masyarakat untuk didoakan yang terbaik, semoga survivor ini segera bisa kita temukan," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, dua pendaki Gunung Slamet dikabarkan hilang. Keduanya melakukan pendakian melalui jalur Dipajaya Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang pada Sabtu (27/12/2025) pukul 23.00 WIB, untuk pendakian tektok atau pendakian cepat. Estimasi waktu kedatangan pada Minggu (28/12/2025) sore.
Salah satu korban ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dievakuasi ke basecamp Dipajaya. Menurut korban selamat, mereka berdua terpisah di sekitar Pos 9, karena Syafiq Ali saat itu mencoba mencari bantuan.
Simak Video "Video: Kecelakaan Karambol di Tol Gayamsari Semarang, 8 Orang Terluka"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)











































