4 Fakta Sekdes Jeruk Boyolali Didemo Warga Berujung Mundur

Round-Up

4 Fakta Sekdes Jeruk Boyolali Didemo Warga Berujung Mundur

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 01 Jan 2026 07:28 WIB
4 Fakta Sekdes Jeruk Boyolali Didemo Warga Berujung Mundur
Aksi warga Desa Jeruk, Selo, Boyolali, buntut dugaan penyelewengan dana desa, Rabu (31/12/2025). (Foto: Jarmaji/detikJateng)
Solo -

Massa warga menggeruduk Balai Desa Jeruk, Kecamatan Selo, Boyolali buntut dugaan penyelewengan dana desa. Mereka menuntut sejumlah perangkat desa mengundurkan diri.

Ketua BPD Jeruk, Sunardi, mengatakan aksi pada hari ini tuntutan warga mengerucut meminta dua perangkat desa setempat untuk mengundurkan diri. Yaitu Sekretaris Desa (Sekdes), Supriyanto Sumarlan dan Kaur Perencanaan pembangunan, Eko Triyono.

"Untuk aksi hari ini mengerucut pada yang dilakukan oleh dua perangkat (desa) yaitu atas nama Bapak Carik (Sekretaris Desa), Supriyanto Sumarlan dan Bapak Eko Triyono, Kaur. Keduanya dituntut untuk mengundurkan diri dari jabatannya masing-masing," kata Sunardi di sela-sela aksi di Balai Desa Jeruk, Rabu (31/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga Datangi Balai Desa

Massa warga mendatangi kantor Balai Desa sejak pukul 09.00 WIB tadi. Hingga pukul 17.25 WIB, sore aksi masih berlangsung dan sempat ada audiensi. Sesekali warga menggeber-geber sepeda motornya yang dinaikkan ke Pendopo Balai Desa. Ada juga yang membawa gergaji mesin.

Aksi ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan warga. Pada Selasa (23/12) lalu, warga juga telah melakukan aksi di Balai Desa Jeruk.

ADVERTISEMENT

Dugaan Penyelewengan Dana Desa

Sunardi menjelaskan kedua perangkat desa Jeruk itu dituntut mundur karena keduanya diduga melakukan penyelewengan dana desa. Selain itu juga ada dugaan keduanya melakukan pemalsuan dokumen.

"Yang jelas menyalahgunakan hubungannya dengan dana desa, dan juga disertai dengan pemalsuan dokumen yaitu pemalsuan tanda tangan dan cap kecamatan," ungkap Sunardi.

Menurut dia, kedua oknum perangkat desa itu telah mengembalikan sebagian uang yang diduga diselewengkan yakni sekitar Rp 78 juta. Namun, masih kurang sekitar Rp 91 juta.

Modus yang Dilakukan

Inspektur Pembantu 1 Inspektorat Boyolali, Lilik Subagyo, mengatakan Inspektorat Boyolali telah melakukan klarifikasi terhadap oknum perangkat desa Jeruk tersebut. Hasilnya, ada indikasi dugaan penyelewengan dana desa.

"Dari salah satu oknum perangkat desa, itu membuat dokumen SPP, Surat Permintaan Pembayaran fiktif untuk 15 kegiatan, di tahun 2025 ini," kata Lilik saat ditemui di lokasi.

Disebutkan, dari 15 kegiatan itu nilainya Rp 159 juta. Tetapi yang diakui oleh oknum tersebut nilainya Rp 168,5 juta.

Dalam pembuatan SPP fiktif tersebut, lanjut dia, yang bersangkutan memalsu tanda tangan dan cap kepala desa sampai dengan camat.

"Semua dipalsu," terangnya.

Uang yang diselewengkan dua oknum perangkat desa itu digunakan untuk kepentingan pribadi yang bersangkutan.

"Dari Rp 168,5 juta itu, yang 40 juta digunakan Pak Carik, sisanya (digunakan) Kaur. Tapi untuk Pak Carik sampai saat ini sudah dikembalikan," imbuhnya.

Inspektorat Boyolali selanjutnya akan melakukan pemeriksaan kepada dua perangkat desa tersebut pada Jumat (2/1/2026) mendatang.

Sekdes Mundur di Hadapan Massa

Sekdes Jeruk, Supriyanto Sumarlan kemudian menyatakan mundur dari jabatannya dengan membaca surat pernyataan di hadapan massa aksi.

"Dengan ini saya menyatakan yang sebenarnya bahwa saya mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai Sekretaris Desa Jeruk," kata Supriyanto, membacakan surat pernyataannya dan dibacakan di hadapan ratusan warga yang melakukan aksi demo di kantor Balai Desa setempat, Rabu (31/12/2025) sore.

Supriyanto membacakan surat pernyataan itu sekitar pukul 17.30 WIB petang tadi. Setelah melalui mediasi panjang, Supriyanto akhirnya menuruti tuntutan warga yang memintanya untuk mundur karena diduga telah melakukan penyelewengan Dana Desa Jeruk. Supriyanto membuat surat pernyataan pengunduran diri bermeterai dan ditandatanginya.

Ketua BPD Jeruk, Sunardi, mengatakan Sekdes Supriyanto Sumarlan akhirnya mau menuruti tuntutan warga yakni mundur dari jabatannya. Namun untuk Kaur Perencanaan Pembangunan yakni Eko Triyono, saat demo berlangsung tidak ada di Balai Desa.

"Untuk saudara Eko Triyono ini orangnya tidak ada, tetapi kemarin sudah ada mediasi kalau memang itu harus mundur, dia siap mundur. Tapi ini kebetulan untuk Eko Triyono tidak ada di rumah," jelasnya.




(alg/apl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads