Aksi pelemparan batu di jalan tol Jogja-Solo ruas Desa Demak Ijo, Kecamatan Karangnongko, Klaten tengah diselidiki Polres Klaten. Pelemparan yang mengakibatkan beberapa bus mengalami pecah kaca itu bagaikan hujan batu.
Coki, salah seorang sopir bus pariwisata yang menjadi korban menceritakan kejadian itu terjadi Kamis (25/12) malam. Saat masuk tol exit Prambanan, busnya mendahului dua bus lain.
"Malam hari jam kurang lebih pukul 21.00 WIB. Seingat saya sebelum masuk tol saya mendahului dua bus di gerbang tol," tutur Coki kepada detikJateng, Senin (29/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya perjalanan di tol tidak ada gangguan. Namun sampai di km 25, sebut Coki, ada kendaraan pribadi yang tiba-tiba dari lajur kiri pindah ke kanan.
"Lalu saya jalan di km 25, di depan saya dari kejauhan ada kendaraan pribadi tiba- tiba dari lajur kiri pindah ke kanan. Saya tidak curiga karena saya pikir ingin pindah ke lajur cepat," jelas Coki.
Lokasi dekat tol Jogja-Solo, Desa Demak Ijo, Kecamatan Karangnongko. Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng |
Bus yang dikemudikannya saat itu terus melaju dan mengambil lajur kiri hendak mendahului kendaraan pribadi tersebut. Ternyata mobil pribadi tersebut pindah lajur ke kanan karena menghindari batu-batu di jalan.
"Saya ambil lajur kiri untuk mendahului mobil sedan tersebut karena dia jalan terlalu lambat di kanan. Ternyata di depan saya banyak batu di jalan berserak,'' terang Coki.
"Dan dibarengi batu-batu besar dari luar tol berterbangan secara bertubi- tubi. Dan kaca bus terkena batu dan beberapa titik body bus juga kena," sambung Coki.
Menurut Coki, mobil sedan di depannya tidak kena lemparan karena terlindungi busnya. Merasa bus dilempari batu dirinya berhenti untuk mengecek.
"Lalu tidak jauh dari titik lemparan saya berhenti untuk cek penumpang yang terkena serpihan kaca tepatnya bangku paling belakang. Kami kru sembari membersihkan kaca melihat dua bus ikut parkir mendadak," papar Coki.
Bus yang satu, ujar Coki, berhenti di depan busnya sejauh 200 meter dan satu bus berhenti di belakang busnya sejauh 500 meter. Setelah membersihkan pecahan kaca dirinya melanjutkan perjalanan.
"Setelah membersihkan kaca saya lanjut jalan mendekati bus yang parkir di depan saya dan ternyata benar, bus Ramadani itu juga jadi korban lempar batu dan juga bus Pangeran," imbuh Coki.
"Kemarin saya lewat lagi di km 25 siang hari ternyata di luar tol sedang ada proyek pembangunan, makanya banyak tersedia batu untuk mereka lempar ke tol," tambah Coki.
Penelusuran detikJateng di km 25 Desa Demak Ijo, lokasi berada di timur desa di pisah persawahan. Di lokasi tidak ada pagar kawat meskipun tersambung ke akses jalan desa sehingga dengan mudah orang bisa mendekati jalan tol bahkan di tepi lajur tol.
Di lokasi tersebut justru menjadi akses di tepi jalan tol yang bisa dilalui mobil dan motor. Selain itu juga banyak tumpukan tanah dan batu karena untuk pembangunan rest area.
Bungkus bekas minuman dan tembok yang penuh coretan vandalisme cat semprot ditemui di lokasi. Kardi, seorang warga mengatakan lokasi sering untuk nongkrong remaja.
"Setiap sore sini ramai para remaja nongkrong sampai malam. Lokasi sepi," katanya kepada detikJateng.
Sebelumnya diberitakan, aksi lemparan batu terhadap bus yang melintas di Tol Jogja-Solo viral di media sosial. Aksi tersebut membuat kaca bus pecah berantakan.
Video peristiwa tersebut diunggah di akun Instagram @infocegatanklaten. Postingan video tersebut memperlihatkan kaca bus pecah di atas pintu masuk.
"Bus yg melintas di jalan tol Jogja-Solo, area Klaten jadi sasaran pelemparan batu," tulis akun tersebut memberikan keterangan videonya seperti dikutip detikJateng, Minggu (28/12/2025.
Di video itu terlihat bus berhenti lantaran kaca di atas pintu pecah. Ternyata di sekitar tempat itu juga ada sejumlah bus yang berhenti. Dalam video itu dinarasikan bahwa bus-bus itu juga mengalami nasib yang sama.
Direktur Teknik PT Jasamarga Jogja Solo, Pristi Wahyono mengonfirmasi ada kejadian tersebut. Peristiwa terjadi pada Kamis (25/12) lalu.
"Oh ya itu kejadian 2-3 hari lalu. Pelakunya diduga anak umur SMP-SMA," jelas Pristi saat dikonfirmasi, Minggu (28/12).
Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Taufik Frida Mustofa menyatakan kejadian tersebut masih dalam penyelidikan jajarannya.
(alg/apl)












































