Pemotor Ibu dan 2 Anak Tewas Tertabrak KA di Sragi Pekalongan

Pemotor Ibu dan 2 Anak Tewas Tertabrak KA di Sragi Pekalongan

Robby Bernardi - detikJateng
Senin, 29 Des 2025 19:22 WIB
Pemotor Ibu dan 2 Anak Tewas Tertabrak KA di Sragi Pekalongan
Ilustrasi tertabrak KA. Foto: Ilustrasi: Luthfy Syahban
Pekalongan -

Seorang wanita dan dua anaknya tewas usai sepeda motor yang dikendarainya tertabrak kereta api (KA) di jalur kereta api KM 98+300 antara Stasiun Sragi-Pekalongan, tepatnya di Dukuh Kendayaan, Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Senin (29/12) sore.

Kapolsek Sragi, AKP Turkhan, menyampaikan kejadian bermula ketika seorang petugas KAI tengah melakukan pemeriksaan jalur sekitar pukul 15.15 WIB di tengah kondisi hujan lebat. Saat itu ia melihat sepeda motor Honda Vario putih melintas dari arah selatan ke utara dan masuk ke lintasan kereta.

"Karena hujan deras, jarak pandang terbatas. Diduga korban tidak mengetahui ada kereta yang melaju sehingga tertempar dan terpental," ujar AKP Turkhan, Senin (29/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiga korban ibu dan dua anaknya, yaitu Muji Rahayu Slamet (35), AJ (11), dan A (7). Ketiganya merupakan warga Dukuh Kendayaan, Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan.

ADVERTISEMENT

Petugas langsung memberi tahu perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Sragi. Ketiganya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan posisi tubuh terpisah dari motor sejauh beberapa meter.

Berdasarkan hasil olah TKP, titik benturan dengan posisi sepeda motor berjarak sekitar 30 meter. Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di sisi timur jalur rel.

"Semua korban kemudian dievakuasi ke RSUD Kraton," tambah Turkhan.

Sejumlah barang bukti turut diamankan polisi di lokasi kejadian, di antaranya sepeda motor yang ringsek serta pakaian milik para korban. Kasus kecelakaan ini kini dalam penanganan Polsek Sragi dan pihak terkait. Polisi kembali mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintasi jalur kereta terlebih pada musim hujan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, membenarkan kejadian itu. Ia menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa yang merenggut tiga nyawa sekaligus tersebut.

"KAI Daop 4 turut prihatin atas kejadian tersebut. Selanjutnya korban dievakuasi oleh Unit Pengamanan dan kemudian ditangani oleh pihak Polsek Sragi," ujar Luqman dalam keterangannya, Senin (29/12).

Akibat insiden tersebut, KA Harina sempat melakukan berhenti luar biasa (BLB) untuk pemeriksaan sarana. Setelah dinyatakan aman oleh awak sarana perkeretaapian (ASP), kereta kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 15.23 WIB.

Luqman menegaskan bahwa KAI terus meningkatkan upaya edukasi keselamatan kepada masyarakat agar lebih waspada saat melintas di perlintasan sebidang, terutama yang tidak memiliki palang pintu.

"KAI akan terus melakukan sosialisasi keselamatan baik di internal maupun eksternal sebagai upaya preventif dalam rangka menekan angka kecelakaan di jalur kereta api," pungkasnya.

Sementara itu, ketiga korban langsung dievakuasi petugas Satlantas Polres Pekalongan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kraton Pekalongan.




(apl/alg)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads