Setelah dua hari tidak diketahui keberadaannya, J (34) warga Desa Sobayan, Kecamatan Pedan, Klaten ditemukan meninggal dunia. Pria yang sehari-harinya berdagang unggas itu ditemukan mengapung di dalam sumur rumahnya.
"Korban ditemukan meninggal di dalam sumur rumahnya. Posisi sudah mengambang," kata Pamapta 3 Polres Klaten Ipda Indra Yuliantoro kepada detikJateng, Senin (29/12/2025) pagi.
Dijelaskan Indra, jenazah korban kali pertama diketahui oleh ibunya yang hendak mengambil air pada Minggu (28/13) sekitar pukul 20.30 WIB. Saksi kaget ada sesuatu di sumur dan berteriak meminta tolong sehingga dicek warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah dicek ternyata korban. Korban sendiri sudah dua hari tidak diketahuinya keberadaannya dan dicari keluarga," lanjut Indra.
Mendapatkan laporan kejadian tersebut, sambung Indra, Polres dan Polsek langsung ke lokasi untuk evakuasi bersama Damkar, SAR, BPBD, relawan dan Puskesmas. Dari pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda mencurigakan.
"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau benda mencurigakan. Ada riwayat depresi, ditemukan obat yang berkaitan dengan gangguan kejiwaan," terang Indra.
Dari keterangan, ungkap Indra, gangguan kejiwaan itu sudah sekitar dua tahun lalu dan pernah diperiksa ke RSJD. Untuk detail penyebabnya masih didalami.
"Untuk penyebab pastinya masih didalami, apa terpeleset atau bagaimana," imbuhnya.
Kabid Pemadaman Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Sumino menyatakan laporan masuk ke markas sekitar pukul 21.05 WIB. Diberangkatkan ke lokasi regu 2.
"Yang berangkat ke lokasi regu 2, evakuasi melibatkan Polres, Polsek, BPBD, SAR, Redkar dan relawan. Selesai penanganan sekitar pukul 23.40 WIB," jelas Sumino kepada detikJateng.
"Kedalaman sumur sekitar empat meter dengan diameter sekitar 80 centimeter. Sumur rumah," imbuh Sumino.
(afn/dil)











































