Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Edy Wirabhumi, menyayangkan museum Keraton Solo yang masih tutup. Apalagi, saat ini merupakan momentum libur Natal dan tahun baru.
"Museum itu memang sampai saat ini masih dalam posisi digembok, tidak bisa diakses. Kami mohon maaf kepada masyarakat. Sangat disayangkan ini masa liburan, kesempatan mereka untuk mendapatkan informasi tambahan tentang Museum Keraton, tetapi setelah direnovasi malah sekarang digembok rapat. Kami juga menerima keluhan, masukan, termasuk saran," katanya, Sabtu (27/12/2025).
Pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan keluarga besar mengenai pembukaan museum, meskipun nantinya hanya dibuka secara terbatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti akan kami sampaikan kepada keluarga besar, termasuk ke Gusti Moeng juga Sinuhun PB XIV Mangkubumi. Kami upayakan agar aksesibilitas bisa diberikan walaupun terbatas, misalnya museumnya dibuka sedikit," terangnya.
Pihaknya akan mencarikan solusi agar selama libur Natal dan tahun baru bisa mengakses Keraton Solo melalui Kori Kamandungan. Dirinya ingin masyarakat bisa tetap menikmati liburan di Keraton Solo.
"Sehingga nanti mungkin kita carikan solusi agar masyarakat yang datang di tengah-tengah suasana liburan ini tetap bisa menikmati, walaupun terbatas, dan kita berikan solusi," ujarnya.
"Ya kayak dulu kan pernah ya, kita ini ke sana akses dari Kori Kamandungan, langsung masuk ke pelataran lalu kembali lagi," sambungnya.
Dirinya belum bisa memastikan kapan hal tersebut bisa direalisasi.
"Mudah mudahan kalau tidak bisa hari ini besok. Kalau Sabtu Minggu kan penuh dari jauh-jauh wisatawan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah pengunjung Keraton Solo kecele karena museum masih ditutup. Wisatawan bahkan sudah sampai di depan museum, namun terpaksa harus putar balik.
Berdasarkan pantauan detikJateng, pintu museum yang berada di sisi timur itu tertutup rapat. Di depan gerbang terdapat tulisan pemberitahuan bahwa museum tersebut tutup. Sementara itu, pada layanan Google Maps, Museum Keraton Solo tertulis buka dan baru tutup pada pukul 15.00 WIB.
Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Liza Jiran Farida, mengaku sejak awal memang berniat berkunjung ke Keraton Solo. Namun, saat tiba di lokasi, kenyataannya tidak sesuai harapan.
"Rencananya memang mau ke Museum Keraton Surakarta, tapi ternyata tutup. Jadinya daripada gabut (tidak ada kegiatan), kita keliling naik becak sekitar 20 menit. Apalagi pemandunya juga menjelaskan tentang Keraton. Tadi kita ke sini tutup, padahal cek di Google tulisannya buka, pas sampai sini malah tutup," katanya saat ditemui di depan Museum Keraton Solo, Sabtu (27/12).
Liza mengaku kecewa karena sudah datang jauh-jauh dari Jakarta, namun museum tersebut justru tutup. Ia juga merasa penasaran ingin melihat hasil revitalisasi Keraton Solo.
"Sayang banget, sudah jauh-jauh dari Jakarta ternyata di lapangan tutup. Kita pun bingung mau ke mana lagi sebagai wisatawan di tengah kota ini. Tadi berempat naik becak. Betul, penasaran dengan revitalisasi kemarin, baru pertama mau eksplorasi Keraton Surakarta seperti apa," ungkapnya.
Dirinya berharap Museum Keraton bisa segera dibuka kembali untuk dikunjungi wisatawan.
"Harapannya bisa cepat dibuka dan masalah internal bisa segera selesai," tambahnya.
(apl/apl)











































