Rekaman video wisatawan yang hendak ke Pulau Karimunjawa Jepara marah-marah karena kapal mengalami masalah viral di media sosial. Pihak pelabuhan dan penyeberangan pun memberikan klarifikasi atas insiden tersebut.
Video wisatawan gagal berangkat ke Karimunjawa dan protes di pelabuhan Jepara ramai di media sosial. Salah satunya diunggah pada akun Instagram Muria24jam pada Jumat (24/12).
Pada video itu terlihat sejumlah wisatawan tengah protes di pelabuhan Jepara. Para wisatawan itu merupakan pemilik tiket yang kapalnya batal diberangkatkan ke Karimunjawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Puluhan wisatawan dijadwalkan berangkat ke Karimunjawa menggunakan KMP Siginjai pagi ini Jumat (26/12) gagal berangkat karena kapal mengalami masalah," tulisnya seperti dilihat detikajateng, Sabtu (27/12/2025).
"Wisatawan kecewa karena pihak tidak memberikan informasi sebelumnya perihal kerusakan kapal itu. Kekecewaan itu bertambah setelah wisatawan melinta kompensasi kepada pihak kapal namun tak jawaban yang jelas," lanjut tulisnya.
ASDP Klarifikasi
Pihak ASDP mengakui KMP Siginjai yang yang melayani rute Jepara-Karimunjawa batal diberangkatkan pada Jumat (26/12). Pihaknya menyatakan telah memberi pengumuman sejak 23 Desember.
"Alhamdulilah hari ini kapal sudah beroperasi," terang Chairil Oka Juanda selaku Supervisor Usaha Pelabuhan dan Penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Surabaya dalam keterangan kepada wartawan di Jepara siang ini.
Dia menyebut, peristiwa yang viral itu terjadi lantaran sekitar 40 penumpang tetap berangkat ke pelabuhan. Chairil menyebut bahwa sejak 23 Desember 2025 sudah diumumkan kepada masing-masing pengguna jasa KMP Siginjai dari pihak PT ASDP, bahwa tidak ada penyeberangan ke Karimunjawa.
"Tanggal 26 Desember ada 170 tiket yang sudah terjual di pencatatan. Sebenarnya sejak tanggal 23 Desember sudah ada pengumuman bahwa ada maintenance. Bagi pengguna jasa yang sudah membeli tiket sudah kami sarankan untuk melakukan refund atau reschedule. Tapi kemarin ada 40-an pengguna jasa yang datang untuk menyeberang," jelas Chairil.
Lebih lanjut, pihak PT ASDP lalu menemui para calon pengguna jasa untuk memberikan saran dan melakukan koordinasi dengan pengelola Kapal Express Bahari yang akhirnya menyediakan 40 kuota bagi pengguna jasa agar bisa menyeberang di tanggal 27 Desember 2025 keesokan harinya.
"Kami dari PT ASDP memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Adapun dari ASDP akan terus melakukan peningkatan pelayanan bagi para pengguna jasa penyeberangan PT ASDP," terang dia.
(afn/afn)











































